Kemenpar Adakan Workshop Batik di Jepang

Batik Cikadu Canting

Canting batik (Ist)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengadakan workshop batik bertema ‘Experience The Wonderful of Indonesia Through Batik Workshop’ di Bunka Gakuen University, Tokyo, Jepang pada Kamis (26/11/2015).

Dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Jumat (27/11/2015), puluhan mahasiswa terlihat antusias mengikuti workshop dan belajar membatik yang dipandu perancang batik asal Pekalongan Aditya Yusma yang juga pemilik sanggar Aditya.

“Selain memperkenalkan batik, pada lokakarya ini juga ditunjukkan proses membatik dan peragaan busana batik,” kata Kepala Seksi Festival, Seni dan Budaya Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Dody Prianto di Tokyo.

Dody mengatakan, Bunka Gakuen University merupakan perguruan tinggi rancang busana nomor satu di Jepang dan nomor tujuh di dunia.

Dengan adanya workshop di universitas tersebut, Dody berharap batik bisa lebih dikenal dan diapresiasi oleh para perancang busana.

Tidak hanya itu, workshop tersebut juga bertujuan mempromosikan pariwisata Indonesia yang bertemakan ‘Wonderful Indonesia’ atau ‘Pesona Indonesia’.

Sementara pimpinan Bunka Gakuen University Endo Hajime mengatakan, batik sudah dikenal di Jepang dengan sebutan ‘Jawa Sarasah’.

Proses pembuatan batik pun sudah dilakukan di Jepang. “Namun, pembuatan batik di Jepang saat ini sudah mulai menurun. Melalui workshop ini akan bisa dibandingkan proses pembuatan batik yang dilakukan di Jepang dan di Indonesia,” tuturnya.

Endo mengatakan, Bunka Gakuen University selama ini mengajarkan rancang busana mulai dari pembuatan tekstil hingga busana jadi, serta meneliti sejarah dan proses pembuatannya hingga pemasarannya.

“Mahasiswa kami tidak hanya dari Jepang, tetapi juga ada dari Taiwan, Tiongkok dan negara lain-lain. Batik sudah digunakan dalam merancang busana di sini, tetapi belum banyak,” katanya.

Adapun para mahasiswa peserta workshop mempelajari sejarah dan motif-motif batik serta melihat busana batik rancangan Sanggar Aditya yang dikenakan para model.

Para peserta juga belajar membatik mulai dari proses mencanting dan pewarnaan dengan proses mencolet. “Batik sudah diakui sebagai warisan budaya UNESCO pada Oktober 2009. Untuk menbuat satu lembar batik tulis saja bisa diperlukan waktu hingga dua bulan,” jelasnya.

Aditya mengatakan, batik juga sudah dikenakan beberapa tokoh dunia dan selebritas internasional, seperti Nelson Mandela, Barrack Obama, Zinedine Zidane, Roger Moore, Bill Gates, Jessica Alba, Julia Roberts, Heidi Klum, Madonna dan Kristen Steward. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Slideshow

‘Rakyat Itu Sumber Inspirasi dan Kekuatan TNI’

Persiapan sebelum mendaki (Ist) Meski hujan menyiram Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, para  pecinta alam tetap bersemangat untuk mendaki. Semangat itu dipompa dari pembekalan Asisten Potensi Maritim KSAL Mayjen

Cuisine

Pariwisata Flores Gencar Promosi

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menyerahkan hadiah bagi juara umum lomba penulisan, foto, video, dan blog pariwisata Flores. AY, sapaan akrab Arief Yahya menyambut baik

World Heritage

Wisata Museum di Yogyakarta Daya Tarik Wisatawan Asing

Wisatawan asing melihat batik (Ist) Sesungguhnya sudah sejak lama museum menjadi destinasi wisata, baik domestik maupun asing. Begitu pula wisata rekreasi maupun minat khusus. Achmad Charris Zubair, Ketua Umum Dewan

Tourism

Obama Datang, Turis AS akan Melancong ke Indonesia

Imelda Budiman (keempat dari kanan) (Ist) Kunjungan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama ke Indonesia diperkirakan akan memberi dampak positif terhadap kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya turis asing dari Amerika Serikat

Festival

Fajar Perdana Tahun 2016

Fajar Perdana Tahun 2016 (Foto: Agus Suparto/Tim Komunikasi Presiden)

Slideshow

Indonesia Punya Pantai yang Bagus

Wisatawan yang berkunjung ke Tanjung Lesung, Banten bisa menikmati wisata bahari, seperti diving (Ist) Wisata bahari yang menjadi andalan pemerintah sebagai upaya merealisasikan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan