Kemenpar dan OJK MoU untuk Tingkatkan Peran LJK Kembangkan Destinasi dan Industri Pariwisata

ojk
Penandatanganan  nota kesepahaman tersebut dilakukan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya (kanan) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (19/4/2016) (Ist)
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dijadikan sebagai landasan kerja sama dalam meningkatkan peran Lembaga Jasa  Keuangan (LJK) mengembangkan destinasi dan industri pariwisata di Indonesia dalam rangka mendungkung pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 275 juta wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air pada 2019 mendatang.      
 
Penandatanganan  nota kesepahaman tersebut dilakukan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (19/4/2016). 
 
Penandatanganan kesepatan kerja sama tersebut antara lain meliputi; mengkoordinasikan, mendorong kebijakan, dan harmonisasi peraturan yang dibutuhkan para pihak (Kemenpar-OJK) dalam rangka melaksanakan pengembangan destinasi dan industri pariwisata melalui peningkatan peran LJK.
Melakukan pertukaran data dan informasi yang dibutuhkan, melaksanakan sosialiasi dan edukasi, serta mendorong kemitraan usaha antara  pelaku industri pariwisata dengan LJK dalam rangka mengembangkan destinasi dan industri pariwisata secara optimal.
 
Menpar Arief Yahya mengatakan, dengan adanya kerja sama ini akan ada skema pembiayaan oleh lembaga keuangan non bank, seperti perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun, pasar modal, dan sebagainya yang sangat membantu dalam mempercepat pembangunan destinasi dan industri pariwisata di Indonesia.
“Skema pembiayaan tersebut untuk membiayai proyek-proyek pariwisata oleh pelaku usaha pariwisata, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, masyarakat (kelompok sadar wisata), dan sebagainya. Juga refinance untuk pelaku usaha pariwisata seperti biro perjalanan wisata serta  asuransi  keselamatan jiwa bagi wisman dan wisnus  untuk aktivitas wisata beresiko tinggi seperti diving, arung jeram, dan wisata minat khusus lainnya,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Rabu (20/4/2016). 
 
Menpar Arief Yahya menjelaskan, pemerintah telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector karena kontribusinya terhadap perekonomian (PDB) nasional, penciptaan lapangan kerja, dan perolehan devisa setiap tahun trennya terus meningkat.
“Presiden telah menetapkan target pariwisata akhir tahun 2019 harus memberikan kontribusi sebesar 15 % pada PDB nasional, menghasilkan devisa Rp 240 triliun, serta menciptakan lapangan kerja sebanyak 13 juta orang. Presiden telah memberi arahan tahun ini sebagai tahun percepatan, dan  untuk  sektor pariwisata agar  pembangunan 10 destinasi prioritas sebagai ’10 Bali Baru’ dipastikan harus mengalami kemajuan atau percepatan,” kata Arief Yahya. 
 
Arief Yahya menjelaskan lebih jauh sebagai salah satu sektor prioritas dalam rencana pembangunan lima tahun ke depan, kebutuhan investasi di bidang pariwisata sangat besar karena akan  membutuhkan tambahan 120 ribu kamar hotel, 15 ribu restoran, 100 taman rekreasi, 100 operator diving, 100 marina, 100 KEK, dan infrastruktur pariwisata lainnya. 
 
Sebagai tahap awal  Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) akan melakukan perjanjian kerja sama terkait dengan pembiayaan pengembangan destinasi dan industri pariwisata yang besarnya diproyeksikan mencapai Rp2 hingga 10 triliun.
Menurut rencana penandatangan kerjasama  tersebut akan dilakukaan saat Rakernas PHRI di Bali pada 20 April 2016. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Cuisine

Rendang, Kuliner Khas Nusantara Ngetop di Dunia

Kuliner khas Tanah Air, Rendang yang diminatai orang asing (Ist) Pariwisata Indonesia kembali mendapatkan pengakuan dunia. Dua ikon kuliner khas Nusantara yang sudah ditetapkan Menpar Arief Yahya, yakni Rendang dan

Tour Package

Wonderful ASIAN GAMES 2018

Menteri Pariwisata Arief Yahya Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Sandiaga Uno meluncurkan bus Wonderful Asian Games (WAG) 2018 di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (26/7/2018). Peluncuran bus ini

Tour Package

Perlukah Promosi Wisata Gunung Agung?

BNPB mengamati Gunung Agung (Ist) Tanah belum lagi terang ketika kami mulai keluar dari penginapan. “Kita harus berangkat pagi kalau mau dapat foto Gunung Agung yang bagus,” kata Andri Cipto

Cuisine

NTB Gelar Lombok-Sumbawa 2017

Pemukulan gendang Beleq oleh Esthy Reko Astuti, Deputi BP3N (tengah) sebagai tanda resmi peluncuran Calender of Event Lombok Sumbawa 2017 di Jakarta, Kamis (15/12/2016) (Ist) Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata

Slideshow

Desember, Terbang dengan Helikopter ke Bandung

CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja (Ist) Mulai 4 Desember mendatang, wisatawan yang mau traveling ke Bandung bisa menggunakan jasa helikopter. Menggnunakan moda transportasi udara jenis helikopter akan menambah pengalaman baru

Airlines

Menikmati Romantisme Sunset di Tanjung Lesung

Indahnya sunset di Tanjung Lesung (Ist) Wisatawan harus segera memastikan traveling ke Tanjung Lesung. Menikmati cantiknya matahari terbenam di sore hari dan melihat keindahan alam bawah laut bisa dilakukan traveler