Kemenpar Dorong Pembangunan 100 Destinasi Digital dan 10 Nomadic Tourism

WhatsApp Image 2018-03-24 at 13.23.58

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya menutup Rakornas Pariwisata I Tahun 2018, Jumat 23 Maret 2018 di Bali Nusa Dua Convention Centre. Selama dua hari, yakni 22 hingga 23 Maret lalu, para peserta Rakornas Pariwisata banyak mendapat masukan mengenai pengembangan pariwisata yang sejalan dengan program Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yakni Digital dan Nomadic Tourism.

Sebagai rumusan rekomendasi utama, Menpar Arief akan mendorong pembangunan Destinasi Digital di 34 provinsi dan 10 Nomadic Tourism di 10 destinasi Bali Baru. Jumlah ini dianggap ideal sebagai target di tahun 2018. Untuk keperluan pengembangan itu, Menpar Arief juga melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah yakni Pemprov, Pemkab dan Pemkot untuk ikut mendukung pengembangan pariwisata melalui pengadaan infrastruktur dasar yang terdiri dari Jalan, Air, Listrik (JALI), dan utilitas dasar berupa Telekomunikasi, yaitu koneksi WiFi, sampah, dan toilet.

Hal ini merupakan kebutuhan dasar bagi warga dan sangat berpengaruh bagi citra sebuah daerah dimata wisatawan. Selain melakukan koordinasi dengan para pemerintah daerah mengenai ketersediaan sarana dan pra sarana yang mendukung, Menpar Arief juga menggandeng sejumlah anak muda di berbagai daerah untuk membangun Destinasi Digital.

Menpar Arief mendorong setiap daerah untuk memiliki GenPI, yakni Generasi Pesona Indonesia. Mereka adalah anak muda yang tergabung dalam komunitas yang akan membantu pengembangan pariwisata daerah. Dengan demikian, Menpar Arief Yahya mendorong pemerintah daerah dan masyarakatnya untuk ikut memajukan pariwisata.

“Segera setelah selesai Rakornas Pariwisata I Tahun 2018 harus dibentuk Tim Training On Trainer (TOT) untuk membentuk GenPI-GenPI baru di Provinsi yang belum terbentuk. Program TOT juga akan mengaktivasi GenPI yang sudah terbentuk serta secara pararel membentuk Tim TOT Destinasi Digital. Targetnya adalah Oktober 2018 harus terbentuk 100 Destinasi Digital di 34 Provinsi,” lanjut Menpar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Sabtu (24/3/2018).

Mengenai Nomadic Tourism, Rakornas Pariwisata I Tahun 2018 merekomendasikan percepatan deregulasi terkait operasional Caravan sebagai Nomadic Tourism Amenities, Sea-Plane dan Live a board sebagai Nomadic Tourism Access, berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan.

Selain itu juga ada rekomendasi mengenai percepatan deregulasi perizinan pemanfaatan Taman Nasional sebagai Glamping Ground, berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. ”Nomadic Tourism itu mudah dan murah. Hanya perlu ada atraksi pariwisata yang menarik, maka pengadaan akses dan amenitas bisa dilakukan dengan menggunakan bahan baku yang bisa dipindah. Misalnya pembangunan glamp camp atau dengan live on board,” lanjutnya lagi.

Kementerian Pariwisata akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk mendata wilayah yang berpotensi dibangun Nomadic Tourism Amenities, seperti Caravan Site, Glamping Camp Site, dan Home Pod Site. Targetnya, data tersebut diterima pada 30 April mendatang.

Kelengkapan data yang diperlukan yakni lokasi dengan titik GPS dengan menyebutkan atraksi utama (alam) terdekat. Selain pembangunan sarana dan prasarana serta promosi, Menpar Arief Yahya juga konsen pada investasi Nomadic Tourism yang berkolaborasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Menpar Arief menyatakan bahwa dia optimistis dengan program yang akan dijalankan ini sebagai 5S. “Digital dan Nomadic Tourism itu adalah Solusi Sementara, Sebagai Solusi Selamanya”, jelas Menpar Arief Yahya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Airlines

Astindo Fair 2016 Promosikan Destinasi Wisata Indonesia

Pulau Dewata masih menjadi destinasi favorit dalam penyelenggaraan Astindo Fair 2016. Di destinasi andalan Indonesia ini, wisatawan bisa juga melihat Keris Bali (www.ninaflynnphotography.com) Penyelenggaraan Astindo Fair 2016 pada Maret mendatang

Heritage

Kereta Kencana Singa Barong, Daya Tarik di Keraton Kasepuhan Cirebon

Kereta Kencana Singa Barong Keraton Kasepuhan Cirebon menjadi daya tarik tersendiri bagi destinasi kota Cirebon, Jawa Barat. Kota Sedulur Kabeh ini benar-benar memanfaatkan Keraton Kasepuhan Cirebon untuk menarik minat wisatawan

Cuisine

Pariwisata Aceh Menatap Dunia

Ninik Irawan (kiri) yang mewakili PATA Indonesia Chapter di depan Museum Tsunami Aceh (Ist) Potensi pariwisata Aceh disiapkan untuk bisa mendatangkan wisatawan mancanegara lantaran kondisi alam yang unik, budaya dan adat istiadat

Investments

Dukung Tol Laut, Pelindo III Perkenalkan Dunia Maritim

Pelindo III Goes to Campus (Ist) PT Pelabuhan Indonesia III kembali melibatkan institusi pendidikan untuk mengenalkan dunia kepelabuhanan dan maritim kepada generasi muda. BUMN kepelabuhanan tersebut memilih perguruan tinggi dan

Nature

Bali is Safe to Visit

Selebriti Korea menikmati sajian menu khas Indonesia di de’ dapoer Sanur (Ist) Pasca erupsi Gunung Agung kawasan wisata Pulau Dewata mengalami jumlah penurunan wisatawan. Untuk mensiasati hal ini Bupati Badung,

Nature

Indonesia Dorong Percepatan ASEAN as a Single Destination

Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri 20th Meeting of ASEAN Tourism Ministers bersama dengan para Menteri Pariwisata 10 Negara Anggota ASEAN, sebagai bagian dari ASEAN Tourism Forum (ATF) 2017 (Ist) Tiga