Kemenpar Gandeng Basarnas untuk Search and Rescue Wisatawan

AY dan basarnas

Penandatanganan MoU Kemenpar dan Basarnas di Gedung Badan SAR Nasional (Ist)

Preventif itu penting, tindakan rescue atau kuratif juga tidak kalah penting. Kemenpar menyadari, semakin banyak wisatawan baik mancanegara maupun Nusantara, probabilitas potensi kecelakaan bisa terjadi dimana saja.

Baik faktor alam maupun human eror. “Karena itulah kami menggandeng Basarnas (Badan SAR Nasional) untuk menjaga destinasi wisata vital di Tanah Air,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Jumat (5/8/2016).

Rabu, 3 Agustus 2016, Menteri Pariwisata Arief Yahya menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo di Ruang Serbaguna Gedung Basarnas.

Arief Yahya menjelaskan untuk pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, pihaknya masih berfokus pada 3 A. Membangun Atraksi, memperkuat Akses dan melengkapi Amenitas.

Ketiganya seperti tumbak trisula, sama-sama andalan dan mendasar. Sejalan dengan itu, faktor keamanan, kenyamanan, percaya diri karena sistem search and recue nya kuat juga bisa menjadi faktor.

“Wisatawan akan merasa aman, karena ada regu penyelamat jika terjadi anomali dan memberi warning ketika alam sudah memberi tanda-tanda,” katanya.

Dengan tujuan itulah, Kementerian Pariwisata menjalin kerja sama dengan Badan SAR Nasional melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang penyelenggaraan pencarian dan pertolongan bagi penyelenggara pariwisata di Indonesia.

“Kerja sama ini bertujuan memberikan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan, baik wisatawan Nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) saat menikmati pariwisata di Indonesia. Kami ingin wisatawan tidak hanya merasa nyaman, senang, dan berkesan, tapi juga merasa aman dalam berwisata,” lanjut mantan Dirut PT Telkom ini.

Nota kesepahaman antara Basarnas dan Kemenpar ini merupakan tindak lanjut dari Undang Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan pasal 45 yang menyatakan bahwa Penyedia jasa pariwisata yang dalam menyelenggarakan kegiatan dapat menimbulkan resiko bagi keselamatan manusia wajib menyediakan sumber daya manusia yang memiliki sertifikat kompetensi di bidang pencarian dan pertolongan.

Di samping itu, Undang Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan juga mengatur bahwa setiap pengusaha pariwisata berkewajiban memberikan kenyamanan, keramahan, perlindungan keamanan dan keselamatan wisatawan.

Kabasarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo berharap penandatanganan nota kesemahaman ini menjadi upaya dan awal yang baik dalam memberikan sumbangsih kepada negara di bidang kepariwisataan.

“Melalui kerja sama ini pariwisata di Indonesia akan semakin maju, jumlah wisatawan dari dalam dan luar negeri meningkat sehingga negara dapat memaksimalkan penerimaan devisa negara yang berasal dari sumber non-migas,” ujarnya.

Dia menambahkan, negara ini kaya akan sumber daya, salah satunya bidang kepariwisataan yang masih perlu terus dioptimalkan pemanfaatannya.

Untuk mendukung kemajuan di bidang kepariwisataan ini Basarnas siap memberikan pelayanan SAR dalam program-program pengembangan kepariwisataan.

Sebagai upaya memberikan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan, baik wisatawan Nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) saat menikmati pariwisata di Indonesia.

Badan SAR Nasional (Basarnas) tidak hanya melaksanakan tugas pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan penerbangan, pelayaran, bencana alam, atau musibah lainnya juga memberikan pertolongan dalam kondisi darurat yang membahayakan jiwa manusia, termasuk di dalamnya adalah wisatawan yang membutuhkan jasa Search And Rescue. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Festival

Menyambut PATA Travel Mart 2016 di ICE

Berita Foto: Menyambut PATA Travel Mart 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September mendatang di BSD arah menuju ICE (Ist)

Cuisine

Oktober 2018, Palembang Resmi Tuan Rumah Moto GP di Indonesia

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (kedua dari kanan) (Ist) Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin memastikan Palembang pada Oktober 2018 mendatang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Moto GP 2018. Hal tersebut diungkapkan

Destinations

Ramadan Tiba, Aceh Jual Destinasi Wisata Islami Dunia

Aceh tak berhenti mempromosikan sebagai destinasi wisata religius. Memanfaatkan momen bulan Ramadan, Pemerintah Kota Banda Aceh bersama PATA Indonesia Chapter yang didukung PATA Indonesia Chapter Aceh Regional semakin giat mengembangkan

All About Indonesia

Gerakan #2019 Jokowi Tetap Presiden

Prof Dr Paiman Raharjo bersama Sedulur Jokowi (Ist) Sedulur Jokowi yang merupakan salah satu relawan pendukung Presiden Joko Widodo akhir akhir ini sangat getol mengkampayekan gerakan 2019 Jokowi Tetap Presiden.

Destinations

Turis Asing Suka ke Jakarta Aquarium

Hans Manansang, Direktur Jakarta Aquarium (kedua dari kiri) Wisatawan mancanegara (wisman) rupanya suka berkunjung ke Jakarta Aquarium ketika ada di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Direktur Jakarta Aquarim Hans Manansang kepada

Heritage

Wonderful Noon 2018, Perkuat Branding Pariwisata Lewat Media Sosial

Pegiat media sosial (Ist) Matahari belum sepenuhnya tenggelam, satu per satu tamu undangan datang menuju Pelabuhan Benoa, Bali. Dengan memakai kostum ala pelaut bernuansa putih, undangan yang mayoritas adalah pegiat