Kemenpar “Goes To Campus” Bekali Mahasiswa UI Pelatihan Pariwisata

Suasana goes to campus di UI (Ist)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui program “goes to campus” membekali mahasiswa di Universitas Indonesia (UI) pelatihan pariwisata dalam upaya menciptakan kader sadar wisata aktif.

Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan antar Lembaga Kemenpar Wisnu Bawa Tarunajaya saat pelatihan dasar SDM Goes To Campus di Universitas Indonesia, Depok, Senin (13/5/2019) mengatakan, pelatihan yang digelar bertujuan meningkatkan wawasan kepariwisataan bagi mahasiswa.

Hal ini penting mengingat mahasiswa dapat menjadi kader atau agen kepariwisataan karena memiliki kecenderungan aktif pada berbagai platform media sosial.

“Saat ini kita bisa melihat kecenderungan mahasiswa atau bisa disebut kaum milenial, kalau berkunjung ke tempat wisata biasanya langsung mengupload foto atau video, sehingga mampu menarik orang lain untuk mengunjungi lokasi wisata tersebut, secara tidak langsung mereka telah membantu memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki,” katanya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Rabu (15/5/2019).

Kegiatan yang dihadiri 500 mahasiswa Universitas Indonesia ini memiliki misi untuk mewujudkan mahasiswa yang memahami alur proses, bisnis pariwisata, dan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata.

“Mahasiswa sebagai ‘agent of change’ di lingkungan masyarakat merupakan tumpuan besar tujuan dalam mendukung pengembangan pariwisata. Karena mahasiswa memiliki idealisme dan prinsip yang dapat dikembangkan apabila dapat ditunjang dengan motivasi dan pembelajaran yang tepat,” kata Wisnu.

SDM Pariwisata Goes To Campus juga menghadirkan beberapa narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pariwisata antara lain Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Depok Wijayanto, Direktur Pengembangan Karir Lulusan dan Hubungan Alumni Universitas Indonesia Erwin Nurdin, dan praktisi pariwisata Dian Octarin.

Wisnu juga menjelaskan, peran serta mahasiswa sangat diharapkan dalam memahami kondisi terkini pariwisata nasional, sehingga mereka dapat memahami peta konsep kepariwisataan nasional untuk bekal kewirausahaan dalam bidang pariwisata.

“Perguruan tinggi atau para akademisi sangat berperan dalam pengembangan sektor kepariwisataan salah satunya adalah peningkatan kapasitas SDM kepariwisataan melalui berbagai program pengabdian maupun riset,” kata Wisnu. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Investments

HUT ke-23 Pelindo III, Dedikasi untuk Negeri

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memperingati hari ulang tahunnya yang ke-23 pada 1 Desember 2015. BUMN kepelabuhanan tersebut kini telah memiliki 17 kantor cabang yang mengelola 43 pelabuhan di tujuh

Cuisine

Pempek Tince, Pempek Presiden

Pempek Tince (Ist) Kuliner khas asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pempek sepertinya digemari berbagai kalangan. Bahkan, Presiden RI pun menyukai pempek. Dan, yang terkenal adalah Pempek Tince. Plt Kepala Dinas Kebudayaan

Festival

PATA Gandeng Equator Learning Luncurkan Alat Belajar Online untuk Travel Agent

Logo PATA (Ist) PATA telah bekerja sama dengan Equator Learning meluncurkan alat pembelajaran online untuk travel agent. Platform bernama Asia & Pacific Expert bertujuan memberikan agen mengenai informasi penting tentang

Heritage

Perlu Dukungan Pemerintah untuk Pelaku Industri Perkenalkan Batik ke Dunia

Lindy Ann Umarhadi (tengah) diapit model Batik Lindy Ann (Ist) Para pelaku bisnis batik nasional meminta dukungan pemerintah untuk semakin giat memperkenalkan batik Indonesia agar semakin banyak masyarakat dunia yang

World Heritage

2000 Turis Cruise Kunjungi Tanjung Emas

Menyambut wisatawan asing di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (Ist) Tak kurang dari dua ribu wisatawan asing singgahi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah yang dikelola manajemen PT Pelabuhan Indonesia III

Tourism

Menteri Pariwisata Manfaatkan Teknologi Pantau Wisatawan

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Seiring perkembangan zaman, teknologi pun semakin canggih. Karenanya pemerintah memanfaatkan teknologi, seperti mengetahui posisi wisatawan melalui nomor ponsel untuk mengikuti pergerakan wisatawan Nusantara dan wisatawan