Kemenpar Sosialisasikan Program Penting Pencapaian Target 15 Juta Wisman

WhatsApp Image 2017-08-21 at 14.36.14

Deputi  BP3M Kemenpar I Gde Pitana (tengah) dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga (kiri) 

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pemasaran pariwisata mancanegara kepada wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) untuk menjelaskan program penting seputar aktivitas marketing dalam rangka pencapaian target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun ini.

Acara sosialiasasi ini dibuka oleh narasumber Deputi  BP3M Kemenpar I Gde Pitana di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (21/8/2017). I Gde Pitana yang didampingi Sekretaris Deputi BP3M Ni Wayan Giri Adnyani dan Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik  Vinsensius Jemadu pada kesempatan itu menjelaskan poin-poin penting seputar aktivitas marketing dan optimisme melalui serentetan program yang telah, sedang dan akan dilakukan selama 2017.

I Gde Pitana mengatakan, proyeksi  wisman tahun  ini adalah 15 juta  atau harus menaikkan 3 juta dari capaian tahun 2016 sebesar 12 juta. Pertanyaannya, seberapa optimistis Kemenpar menyongsong target spektakuler dengan kenaikan kumulatif 25% ini?

“Untuk mencapai target tersebut stategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan. Untuk marketing strategy menggunakan pendekatan DOT (Destination, Origin, dan Timeline), strategi promosi dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), strategi media dengan pendekatan POSE (Paid, Owned, Social Media, dan Endorser) terutama pada pasar utama diantaranya  dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional untuk mempromosikan Wonderful Indonesia,” kata Pitana dalam siaran pers yang diterima patainanews.com.

Menurut I Gde Pitana, Menpar Arief Yahya sudah menetapkan target kunjungan wisman sebesar 15 juta, dengan asumsi perolehan devisa sebesar US$ 14,9 miliar tahun 2017. Ini akan meningkat menjadi 20 juta wisman dan menghasilkan devisa sebesar Rp 280 triliun pada 2019 mendatang.

I Gde Pitana menjelaskan, strategi pemasaran dengan pendekatan DOT itu akan difokuskan  pada 10 Bali Baru yang 3A-nya sudah siap, Akses, Amenitas, Akses. Diantaranya Great Jakarta, Great Bali, Great Kepri, Joglosemar  (Yogyakarta,Solo, dan Semarang);  Bunaken – Wakatobi Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.

Target pasar utama adalah Tiongkok, Singapura, Malaysia, Australia, dan Jepang. Kelima negara ini merupakan kontributor wisman terbesar bagi Indonesia. Dalam enam bulan pertama Januari hingga Juni tahun ini, pemerintah menargetkan 6,6 juta wisman dengan kontribusi terbesar dari 5 negara ini sebagai pasar utama.

Pemerintah mengklaim berhasil mencapai target kunjungan wisman Tiongkok pada semester I 2017, data terakhir  sebesar 996.968 melebihi target 960.000. Terjadi peningkatan signifikan sebesar 45.53% dari capaian 685.075 pada semester I 2016.

Kami dengan bangga menyampaikan update data kunjungan wisman 2017. Jumlah kunjungan wisman periode Januari hingga Juni 2017 sebesar 6.478.069 orang. Angka tersebut menunjukkan terjadi pertumbuhan 15.18% dibanding periode yang sama pada 2016. Dari data yang kami ambil dan kami olah bekerjasama dengan BPS dan Ditjen Imigrasi, 5.620.115 orang masuk melalui 19 pintu utama sedangkan 857,954 orang masuk melalui pintu lainnya,” jelas Pitana.

Fokus Hardselling  

I Gde Pitana mengatakan, tahun 2017 pemerintah akan lebih fokus pada kegiatan hard selling. “Setelah dua tahun terakhir ini kami fokus membangun branding Wonderful Indonesia, pada tahun ini akan lebih fokus pada kegiatan hardselling dan kerjasama dengan airlines dan wholesalers,” ujarnya.

Sebagai gambaran, untuk membidik pasar di kawasan Asia Pasifik (Tiongkok, Australia, Jepang, Korea, India dan pasar lainnya) Deputi BP3M lebih banyak melakukan kegiatan hardselling berupa pameran dan misi penjualan (sales mission).

Pada Januari-Desember 2017 disiapkan 54 kegiatan hardselling berupa 30 kegiatan pameran dan misi 24 misi penjualan, sedangkan untuk promosi yakni dengan mengikuti festival sebanyak 30 kegiatan dan fam trip sebanyak 51 kegiatan.

Kegiatan promosi di pasar kawasan Asia Pasifik yang telah dilaksanakan hingga Juli lalu antara lain Incentive Travel Convention Meeting (IT&CM), China, Hanatour International Travel Show (HITS), International Travel Expo (ITE) Hong Kong, dan ADEX Australia (Australia Dive Expo).

Pola serupa juga diterapkan untuk kegiatan di pasar Eropa, Timteng, Amerika, dan Afrika.  I Gde Pitana juga menjelaskan, “Pada semester II 2017 ini kami akan mengikuti beberapa event penting, yaitu PATA Travel Mart, JATA Tourism Expo (JTE), China International Travel Mart (CITM) dan MATTA Fair”.

Untuk menggarap pasar Eropa, Timteng, Amerika, dan Afrika, pemerintah akan mengikuti sebanyak 9 kegiatan pameran  (B to B dan B to C)  yang masing-masing berlangsung pada Juli (1 pameran), Agustus (1 pameran),  September (1 pameran), Oktober (2 pameran), dan November (4 pameran).

Diantara kegiatan pameran internasional tersebut sebagai pameran terbesar adalah WTM London dan World Halal Tourism Summit. Selain itu I Gde Pitana juga menjelaskan mengenai program Cross Border Indonesia. ”Indonesia memiliki 8 wilayah Cross Border dengan 30 area yang memiliki total 214 event untuk mencapai target wisman cross border sebesar 3.146.000. Akhir 2016 lalu, Kemenpar bekerja sama dengan BPS untuk melakukan inovasi penghitungan wisman cross border dengan menggungakan metode MPD (Mobile Positioning Data). Adapun metode MPD secara umum adalah penghitungan dilakukan otomatis oleh mesin, tidak ada campur tangan manusia dilakukan  secara continue 24 x 7 x 52, mencatat wisman yang tidak melalui jalur pintu PLB, dan dapat menghitung lenght of stay wisman. Wisman Cross border pada periode Januari sampai Juni 2017 meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu (dibantu dengan perbaikan metode perhitungan MPD) yaitu 857.954 dari 403.385 pada 2016,” tutur I Gde Pitana. (Gabriel Bobby)   



About author



You might also like

Cuisine

Kesadaran Wisatawan Indonesia untuk Berasuransi Rendah

Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2018 yang diinisiasi oleh Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar), Rabu (1/11/2017) (Ist) Jumlah perjalanan wisatawan Indonesia setiap tahunnya selalu meningkat, baik ke destinasi wisata yang tersebar di

Hotel

Perlu Upaya Bersama Pertahankan Pertumbuhan Tinggi Pariwisata ASEAN dengan MRA TP

Jumpa Pers MRA TP (Ist) Perlu upaya bersama untuk mempertahankan pertumbuhan pariwisata ASEAN yang meningkat, antara lain melalui peningkatan layanan pariwisata berkualitas oleh tenaga profesional sebagaimana diharapkan dalam implementasi MRA TP

Festival

Memberdayakan Kopi Nusantara, Menanti Jakarta Coffee Capital

Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022 Sandiaga Uno (kaos biru) (Ist) Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022 Sandiaga Uno menghadiri peluncuran gerakan Jakarta Coffee Capital di salah satu kedai

Destinations

Pentingnya Media Sosial untuk Promosi Pariwisata Indonesia

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (paling kanan) (Ist) Media sosial pada masa kini tak bisa dipungkiri tak bisa dipisahkan bagi kaum milenial. Bahkan, promosi pariwisata Indonesia kini juga mengandalkan

Investments

Jababeka Kembangkan Kawasan Industri Kendal

RUPST PT Jababeka Tbk (Ist) PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) memutuskan tidak membagikan dividen tahun buku 2015 berkaitan rencana ekspansi yang dilakukan perseroan pada tahun ini. Direktur Utama PT

Travel Operator

Pariwisata Riau Bisa Garap Wisatawan Melayu

Launching Calender of Event (CoE) 2018 Provinsi Riau di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya mendorong Pemerintah Provinsi Riau untuk menggarap