Kementerian Pariwisata Gencar Sosialisasikan Wisata Halal di Indonesia

lombok menang dlm halal tourism
Indonesia berjaya dalam World Halal Awards 2015 (Ist)
Strategi Halal Tourism terus disebarluaskan ke pelaku bisnis pariwisata di negeri ini. Tidak hanya di Lombok, Aceh dan Sumatera Barat yang memang diproyeksikan Kementerian Pariwisata sebagai Halal Destination namun juga di daerah lain yang industrinya ingin memformat untuk mendapatkan label halal dan acceptable untuk wisatawan halal.
“Kali ini giliran di Makassar,” ujar Asisten Deputi (Asdep) Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Watie Moerany dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.
Bertempat di Hotel Aerotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kemenpar menggelar Sosialisasi Strategi Kerja Sama Pemasaran Wisata Halal pada akhir Mei lalu.
Memang, sebagian besar resto, cafe, hotel di Makassar sudah menggunakan pendekatan Halal, tapi klaim atau stampel halal oleh lembaga yang berwenang itu dipentingkan oleh wisatawan yang sensitif dengan status itu.
”Menteri Arief Yahya telah menciptakan tim percepatan wisata halal. Ini yang membuat kita semua bergerak lebih cepat, untuk sosialisasi ke para pelaku bisnis,” ujar Watie Moerany.
Menurut dia, ini merupakan sosialisasi keempat yang dilakukan oleh Kemenpar. Pertama, digelar di  DKI Jakarta 10-12 Mei 2016, lalu Aceh 18-20 Mei 2016, Padang 23-25 Mei 2016, dan yang  saat ini sedang berlangsung adalah Makassar 30 Mei hingga 1 Juni 2016.
Untuk yang terakhir rencananya akan digelar di Bandung 2-4 Juni 2016. ”Saat ini yang ditetapkan dan dipilih serta diajak untuk menjadi destinasi yang mengolah potensi wisata halal adalah Aceh, Padang, Makassar, DKI dan Bandung. Nah, sosialisasi ini giliran kami laksanakan di Makassar, semoga dampaknya baik untuk Makassar,” harapnya.  
Kemenpar berjuang terus dengan mengundang semua pihak. Pihak-pihak yang diundang Kemenpar adalah semua lini pariwisata dan insan pariwisata dengan tujuan agar semua rencana percepatan dapat terlaksana dengan baik.
Undangan yang hadir diantaranya Direktur Politeknik, Ketua MUI, Ketua Badan Promosi Pariwisata Sulsel, Ketua PHRI Sulsel, Ketua Badan POM Sulsel, Ketua Pimpinan Media Massa, Kepolisian, Asita Sulsel, Asosiasi-asosiasi industri Pariwisata, manajer-manajer restoran di Sulsel, pengelola objek wisata buatan maupun alam dan masih banyak lagi.    
”Pergerakan wisatawan muslim di Indonesia sangat tinggi.  Untuk Wisnus di perjalanan tahun 2015 terjadi 255 juta perjalanan dan pengeluaran total Rp 203.61 Triliun. Karena memang Wisata halal kenaikannya 100 persen cepat, akan menjadi generator besar pendapatan di tahun 2020, jadi sangat besar potensinya,” jelas Watie.  
Wisata halal ini merupakan terobosan atas segmentasi pariwisata yang prospeknya sangat menjanjikan. Indonesia adalah peringkat ke 30 di dunia dengan pemeluk agama Islam terbanyak, yaitu 87,18%.
Menurut data Kemenpar, pengeluaran wisatawan muslim Nusantara tahun 2011 Rp160, 3 triliun, tahun 2015 Rp179,2 triliun. Pad 2011 silam hingg 2015 lalu mengalami kenaikan sebesar 7% untuk rata-rata pertumbuhan capaian. 
Sedangkan tahun 2015 sampai 2019 mendatang mengalami kenaikan sebesar 5% untuk rata-rata pertumbuhan target.
Watie menambahkan, bahwa profil pasar muslim Indonesia antara lain adalah Muslim era baru sebanyak 16 %, muslim  konservatif  sebanyak 3 %, muslim liberal 12 %, muslim yang aktif  56 %, muslim yang hanya menjalankan ibadah 13 %.
”Dari analisa kajian tim percepatan pariwisata halal ini, maka tersusunlah strategi percepatan pariwisata halal yang akan disosialisasikan. Dan saat ini kami lakukan di Makassar,” ujar wanita yang ramah ini. 
Lebih lanjut Watie mengatakan, kegiatan yang digelarnya itu bertujuan untuk mensosialisasikan rekomendasi dari tim percepatan wisata halal yang arahnya digunakan sebagai rancangan kerjasama dengan para pelaku bisnis dan industri.
”Sehingga target pergerakan wisatawan Nusantara di tahun 2016 sebesar 260 juta dan pada tahun 2019 sebesar 275 juta perjalanan dapat dicapai,” tandasnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Nature

Sinergi Memukau Desainer Cilik Akeyla dengan Batik NengMas

Poetrie Hanjani, pemilik Batik NengMas (kiri) bersama desainer cilik yang lagi naik daun, Akeylanaraya Alyandina  (Ist) Batik khas Nusantara yang merupakan kain tradisional asli Indonesia selama ini memang dikenal menjadi salah

Slideshow

‘PATA Travel Mart 2016 Sarana Perkenalkan Pariwisata Indonesia secara Efektif’

PATA Travel Mart 2016 (Ist) Penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di Indonesia pada September mendatang dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap promosi pariwisata negeri ini hingga ke mancanegara sehingga bisa

Destinations

Jepang Belum Punya Destinasi Wisata Halal

Wisatawan mancanegara menyatu dengan warga setempat di Lombok (Ist) Kendati Jepang juga mulai tertarik untuk menggarap wisata halal, namun Negeri Sakura ini dinilai belum memiliki destinasi wisata halal seperti yang

Nature

69 Ribu Traveler Jadi Saksi Festival Bakar Tongkang 2018

Festival Bakar Tongkang 2018 di Riau sukses tarik 69 ribu wisatawan (Ist) Festival Bakar Tongkang 2018 di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau sukses menarik minat 69 ribu wisatawan. Hal tersebut

Tourism

100 Acara Sambut GMT 2016

Ilustrasi GMT 2016 (Ist) Fenomena alam langka, gerhana matahari total (GMT) 2016 disambut meriah di Indonesia. Maka, pemerintah pun serius menyambut GMT pada 9 Maret mendatang itu. “Ada 100 acara

World Heritage

Melihat Palembang Saat GMT 2016

Acara GMT 2016 di Palembang (Ist) Fenomena alam langka, gerhana matahari total (GMT) 2016 sudah semakin dekat. Kehadiran wisatawan Nusantara maupun turis asing ke destinasi yang dilewati GMT pada Rabu,