Kendal Dilirik Investor

 

kab kendal

Ilustrasi Kendal, Jawa Tengah (Ist)

Sejumlah perusahaan yang dikenal bergerak dalam bidang tekstil, elektronik dan consumers good telah menyatakan minat berinvestasi di Kawasan Industri Kendal.

Jababeka berkomitmen terus membangun infrastruktur dan pra sarana di kawasan industri tersebut. Adaun animo perusahaan untuk menanamkan investasi di Kawasan industri Kendal (KIK) terus meningkat seiring pengembangan infrastruktur yang dilakukan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.

Selain itu, upah minimum regional (UMR) di Kendal, Jawa Tengah yang lebih rendah ketimbang di kawasan Jabodetabek menjadi pertimbangan khusus para investor.

Kabar ini disampaikan Direktur Jababeka Sutedja Sidarta Darmono beberapa waktu lalu. Menurutnya, animo investor tersebut diketahui saat Jababeka menggelar pra penjualan kepada calon investor atas KIK tersebut.

Tingginya minat pemodal menambah semangat Jababeka untuk terus membangun infrastruktur dan pra sarana umum di KIK tahun ini.

“Ada beberapa perusahaan tekstil, elektronik, dan consumer goods yang berminat di Kendal. Mereka ingin di Kendal karena UMR lebih rendah dibandingkan Cikarang,” ujarnya.

Sekadar mengingatkan, Jababeka merupakan pengembang KIK dengan konsesi lahan seluas 2.200 hektare (ha). Per September 2015, Perseroan telah berhasil membebaskan lahan seluas 433 ha dan berkomitmen untuk terus menambah landbanknya di kawasan tersebut.

Dalam pengembangan KIK, Jababeka menggandeng Sembcorp Development Ltd sebagai partner. Perusahaan asal Singapura tersebut memegang 49 persen saham KIK, sementara mayoritasnya sebesar 51 persen merupakan milik Jababeka.

Kendati telah menuai banyak minat investor, Jababeka belum menentukan harga jual lahan di KIK. Dikatakan Sutedja, pihaknya masih menghitung harga jual lahan.

Kendati begitu Jababeka memastikan harga jual lahan di KIK akan lebih rendah dibanding dengan lahan di Kawasan Industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat.

Sementara di tempat terpisah Sekretaris Perusahaan Jababeka Muljadi Suganda mengatakan, perusahaan ini berencana untuk menyesuaikan harga penawaran lahan industri di Cikarang tahun ini sebesar 10 hingga 15 persen.

Namun, ini dilakukan tergantung lokasi dan luasan lahan. Dengan begitu, harga maksimal lahan industri perseroan mencapai Rp3,45 juta per meter persegi.

Sebelumnya Jababeka memasarkan lahan dengan harga Rp2,7 juta hingga Rp3 juta per meter persegi. Kenaikan tersebut, menurutnya lumrah lantaran tahun lalu perseroan juga melakukan penyesuaian harga.

Muljadi juga menjelaskan, tahun ini perseroan masih akan fokus menggarap proyek eksisting baik yang berada di kawasan industri Cikarang, maupun di Kendal.

Khusus di Kendal, tahun  ini perseroan memulai pembangunan infrastrukur berupa akses jalan di kawasan industri. “Intinya masih akan fokus proyek yang sudah berjalan selama ini, industrial dan residensial, dan komersial,” ujarnya.

Lebih jauh Muljadi mengatakan, tahun ini pihaknya optimistis penjualan lahan industri maupun pra penjualan unit properti dari produk residensial dan komersial akan menunjukkan pertumbuhan positif.

Mengingat kondisi perekonomian yang diproyeksikan akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Khusus di Kendal, pada tahun 2015 Jababeka mematok target penjualan lahan seluas 7,5 ha, dan pada tahun ini target penjualannya dipastikan meningkat.

Manajemen Jababeka kini mengaku masih mencari waktu tepat untuk meluncurkan secara resmi proyek Kawasan Industri Kendal. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

About author



You might also like

Indonesiaku

Wisatawan Indonesia Naik Kapal Pesiar Enam Hari

Meliana Zulkipli Ciknanan, Sales Manager Genting Cruise (kedua dari kanan) (Ist) Wisatawan Indonesia ketika berlibur dengan menggunakan kapal pesiar lebih memilih menikmati perjalanan di atas kapal pesiar selama enam hari.

Slideshow

Gairah Libur Tahun 2016

Meski tahun ini belum selesai, pemerintah telah menetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2016 sehingga kepastian ini tentunya akan memudahkan bagi wisatawan untuk berkunjung ke beragam destinasi yang

Indonesiaku

Orang Indonesia Berupaya Taklukkan Aconcagua

Aziz Syamsuddin (tiga dari kiri) dan Sabar Gorky berpose bersama (Ist) Ketua Umum Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 Aziz Syamsuddin bergembira karena pendaki gunung tunadaksa, Sabar Gorky akan

Tourism

Jelajah Festival Pesona Cirebon

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (berdiri paling kanan) hadir dalam pembukaan Festival Pesona Cirebon (Ist) Infrastruktur di Cirebon, Jawa Barat telah siap untuk mendukung wisata Cirebon sehingga akan bisa

Indonesiaku

Mengintip Strategi Industri Sepeda di Pasar Global

Polygon (Ist) Era perdagangan bebas saat ini menuntut setiap industri untuk lebih meningkatkan keunggulan kompetitifnya dan lebih kreatif  di pasar global.  Hal ini pula yang dilakukan industri sepeda Polygon, sebagai

Destinations

Pentingnya Sister City untuk Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon Keraton Kasepuhan Cirebon mendorong adanya sister city antara Cirebon di Jawa Barat dengan Hawaii di Amerika Serikat (AS) lantaran bisa mendorong kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk