Kereta Api Pariwisata Gandeng PATA Indonesia Chapter Tingkatkan Kunjungan Wisman

WhatsApp Image 2017-08-08 at 17.00.38

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kedua dari kiri) dan President Director PT Kereta Api Pariwita Totok Suryono (kedua dari kanan) (Ist)

Pemerintah diketahui tengah berupaya merealisasikan target Presiden Jokowi bisa mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia hingga 2019 mendatang. PT Kereta Api Pariwisata pun tertarik ikut terlibat langsung dalam peningkatan kunjungan turis asing ke negeri ini.

Karenanya manajemen PT Kareta Api Pariwisata menggandeng PATA Indonesia Chapter karena mulai akhir tahun depan akan meluncurkan layanan traveling ke sejumlah destinasi wisata yang tersebar di Jawa. President Director PT Kereta Api Pariwisata Totok Suryono bertemu dengan President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo di kantor PATA Indonesia Chapter di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Poernomo menyampaikan apresiasi upaya PT Kereta Api Pariwisata untuk ikut serta mendukung pengembangan potensi pariwisata Nusantara. Seperti diketahui, manajemen PT Kereta Api Pariwisata merencanakan akan membuat layanan wisata mengunjungi berbagai destinasi wisata yang tersebar di Jawa dengan menggunakan kereta wisata. Totok Suryono menjelaskan, akhir tahun 2018 mendatang menjadi waktu yang tepat untuk meluncurkan layanan tersebut.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyesuaikan restorasi yang ada guna mendukung rencana layanan kereta wisata pada akhir tahun depan itu. “Perjalanan dimulai dari Jakarta ke Cirebon, Jawa Barat dan wisatawan diajak keliling di sejumlah destinasi wisata yang ada di Cirebon. Terus ke Semarang, Jawa Tengah wisatawan bisa berkunjung ke Lawang Sewu. Berlanjut terus ke Yogyakarta, ke Solo, Surabaya, Jawa Timur dan Banyuwangi,” paparnya dalam press conference kereta wisata kelas Priority di Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Bahkan, lanjutnya, tak menutup kemungkinan PT Kereta Api Pariwisata juga melayani wisatawan yang mau ke Pulau Dewata, Bali. Menurutnya, perjalanan wisata ke berbagai destinasi wisata di Jawa membuat wisatawan harus menginap di beberapa destinasi wisata yang ada.

“Perjalanan wisata ke berbagai destinasi di Jawa harus menginap sebab dilakukan dalam beberapa hari, mungkin bisa sekitar seminggu,” ucapnya. Ia pun optimistis program ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk turis asing ke Indonesia. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

World Heritage

Ini Sepak Terjang Arief Yahya yang Diacungi Jempol

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) Sejumlah pihak memberikan apresiasi terhadap kinerja Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia hingga ke mancanegara sebagai upaya merealisasikan target Presiden

Festival

KORG Mengajak Anak Indonesia Mencintai Budaya Bangsa

Ilustrasi Kendang Kempul Jawa Timur (Ist) KORG adalah merek keyboard yang ikut peduli dengan budaya Indonesia dan turut melestarikan budaya negeri ini yang dipadukan dengan lagu-lagu anak-anak ciptaan Pak Kasur

Heritage

Media Tiongkok Promosikan Wakatobi

 Vinsensius Jemadu, Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata (Ist) Kabar tentang eloknya alam Wakatobi telah menarik perhatian masyarakat Tiongkok yang mendapatkan informasi yang diviralkan melalui media sosial, seperti wechat,

Travel Operator

Solo Raya Consortium Ajak 30 Buyers Mancanegara Naik Lokomotif Uap Sepur Kluthuk Jaladara

Wisatawan mancanegara berpose di depan Sepur Kluthuk Jaladara (Ist) Keseruan Family Trip Gathering 2017 Wonderful Solo pada 1 hingga 4 Agustus 2017 yang diadakan Solo Raya Consortium menyenangkan hati para

Investments

Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

Bantuan reefer container (Ist) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur. “Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek. Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol.  Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah. “Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016). Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi. Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.

Slideshow

The Ranch yang Instagramable

The Ranch (Christabell)  Indonesia memang negeri eksotis yang tidak pernah berhenti membuat wisatawan berdecak kagum dengan berbagai keindahan alam yang disajikan. Indonesia yang disebut negara kepulauan ini tentu memiliki beragam