Kereta Kencana Singa Barong, Daya Tarik di Keraton Kasepuhan Cirebon

20151023_145239

Kereta Kencana Singa Barong

Keraton Kasepuhan Cirebon menjadi daya tarik tersendiri bagi destinasi kota Cirebon, Jawa Barat. Kota Sedulur Kabeh ini benar-benar memanfaatkan Keraton Kasepuhan Cirebon untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Cirebon.

Bentuk bangunan dan berbagai koleksi benda kuno di keraton ini sudah banyak diketahui, perpaduan berbagai unsur agama dan budaya dalam rancang bangun serta benda kuno di Keraton Kasepuhan mungkin terlewatkan.

Adapun Keraton Kasepuhan Cirebon dan pernak-pernik yang tersimpan di dalamnya adalah perpaduan dari tiga agama, yaitu Hindu, Islam, dan Buddha, serta tiga budaya, yaitu Jawa, Tiongkok, dan Eropa.

Perpaduan ini menjadikan Keraton Kasepuhan lebih istimewa dari keraton lainnya. Berdasarkan pengamatan patainanews.com, Sabtu (24/10/2015), secara keseluruhan, kompleks keraton ini terdiri dari keraton itu sendiri, alun-alun, serta masjid.

Rancangan ini serupa dengan Keraton Yogyakarta dan Solo, merupakan representasi dari arsitektur Islam nusantara. Kendati demikian, Keraton Kasepuhan Cirebon masih memiliki unsur Hindu yang kental.

Tembok keraton yang terdiri dari bata merah dan bentuk gapura keraton serupa dengan arsitektur bangunan Hindu seperti keraton Majapahit. Bagi wisatawan, kunjungan dimulai dengan masuk gate yang merupakan kerja sama dengan PATA Indonesia Chapter.

Dari sisi budaya, keberadaan Siti Inggil dan pendopo-pendopo kecil adalah representasi dari bangunan Jawa. Sementara terdapat juga keramik-keramik dinding yang memiliki dua corak, yakni Eropa dan Tiongkok.

Di Taman Bundaran Dewandaru yang terletak di kompleks tengah keraton, unsur Hindu bisa dijumpai dalam wujud Lembu Nandu. Sementara unsur Eropa berwujud meriam hadiah dari Thomas Stanford Raffles.

Benda kuno keraton yang menunjukkan dengan jelas perpaduan unsur berbagai agama dan budaya adalah kereta kencana Singa Barong, kereta kencana tua canggih pertama buatan Indonesia.

Desain kereta ini melambangkan persahabatan antaragama. Pada bagian depan kereta, terdapat wujud hewan yang merupakan gabungan dari tiga hewan sekaligus, yakni gajah, garuda, dan naga.

Belalai gajah adalah lambang agama Hindu, garuda bersayap burak adalah lambang Islam, sedangkan naga adalah lambang Buddha. Kereta kencana itu menjadi istimewa karena sudah mengenal sistem suspensi seperti mobil canggih masa kini.

Perbedaannya terletak teknik suspensi ini tidak menggunakan sistem pegas, namun kulit. Ada empat sabuk kulit yang membuat kereta ini lebih nyaman dipakai. Keistimewaan kereta kencana Singa Barong lainnya adalah sayap burak yang bisa bergerak saat kereta berjalan.

Ini membuat sayap bisa berfungsi seperti kipas angin bagi sang raja yang ditandu. Keraton Kasepuhan Cirebon mulai dibangun pada 1430 silam oleh Pangeran Walang Sungsang atau Cakrabuana, putera mahkota Kerajaan Pajajaran.

Saat keraton mulai dibangun, wilayah Cirebon masih disebut Caruban. Bangunan tertua keraton adalah Keraton Pakungwati. Di kompleks keraton ini terdapat Sumur Kejayaan.

Air sumur itu sering dipakai untuk beragam ritual. Kini, kondisi bangunan tertua ini sudah banyak mengalami kerusakan. Pada masa Sunan Gunung Jati, bangunan keraton diperluas.

Ada pembangunan Siti Inggil atau tanah yang tinggi serta lima bangunan tanpa dinding. Selain itu, ada tambahan pembangunan bagian inti keraton yang kini dipakai sebagai tempat tinggal raja.

Meski kini tak semegah Keraton Yogyakarta dan Solo, Keraton Kasepuhan Cirebon tetap menarik untuk dikunjungi, termasuk pada akhir pekan. Beragam benda kuno tersimpan, mulai dari Lukisan Prabu Siliwangi hingga Ukiran Kama Sutra serta berbagai macam gamelan kuno.

10 Menarik di Keraton Kasepuhan Cirebon
Cirebon di Jawa Barat memang punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan, termasuk turis asing. Destinasi yang tak terlalu jauh dari Jakarta dan Bandung ini memiliki beragam potensi wisata yang tak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia.

Contohnya ada di Keraton Kasepuhan Cirebon. Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat ketika dihubungi patainanews.com, Senin (21/9/2015) menjelaskan, ada 10 hal yang menarik di Keraton Cirebon yang memikat wisatawan, yakni kereta kencana buatan Cirebon berumur 400 tahun berbentuk tiga makhluk perbangsa: naga, gajah, burung bernama kereta tertua di Indonesia.

Kedua adalah rumah dan keraton Sunan Gunung Jati berarsitektur Majapahit dengan bata merah yang berumur 600 tahun yang menjadi keraton tertua di Indonesia yang masih ada.

Ketiga adalah keramik porselen VOC yang berusia 400 tahun yang menempel di dinding keraton dan menjadi satu-satunya di Indonesia. Keempat adalah sumur yang digunakan Sunan Gunung Jati untuk minum, wudhu, mandi, yang tidak pernah kering berusia 600 tahun.

Kelima adalah Siti Inggil. Keenam adalah tembok keliling kuta kosod berusia 600 tahun yang terbuat dari batu merah yang ditumpuk tanpa adukan semen. Ketujuh adalah pohon soka terbesar di Indonesia yang berusia ratusan tahun dan masih berbunga.

Kedelapan adalah Gamelan Sekaten berusia 600 tahun yang dibunyikan dua kali dalam setahun setiap Idul Fitri dan Idul Adha. Kesembilan adalah adanya 150 naskah kuno yang terbuat dari lontar, daluang, dan kertas Eropa tentang tarekat, sejarah, ramalan, pengobatan, sastra, dan lainnya.

Kesepuluh adalah baju besi Portugis pampasan perang pada saat Sunan Gunung Jati memerintahkan Fatahilah mengusir Portugis dari Sunda Kelapa dan berhasil kemudian Sunda Kelapa berganti nama menjadi Jayakarta. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Destinations

2016, Lombok Bangun Politeknik Pariwisata

LA Hadi Faishal (Ist) Lombok, Nusa Tenggara Barat akan segera membangun politeknik pariwisata mulai tahun depan. “Ini menandakan keseriusan Kementerian Pariwisata untuk menambah daya gedor pariwisata, khususnya dari sektor tenaga

Culture

30 Juta Wisnus Mudik Lebaran

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa pergerakan 30 juta wisatawan Nusantara (wisnus), 20 juta diantaranya wisnus yang mudik lebaran di kampung halaman, tahun ini

Slideshow

Menelusuri Jejak Wisata di Soppeng

Wisatawan Nusantara berkunjung ke wisata air panas alami Lejja di Soppeng (Ist) Pariwisata di Soppeng yang ada di Sulawesi Selatan tak kalah menarik dengan destinasi wisata lainnya yang ada di

SightSeeing

Kemenpar Dukung BRI Dorong Pertumbuhan Pariwisata

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizky Handayani (kanan), Direktur Konsumer Bank BRI Handayani (tengah) (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung program BRI Online Travel Fair ke-22 yang diinisiasi oleh

Airlines

Desain Batik Fractal untuk Kang Emil

Walikota Bandung Ridwan Kamil dan istri Atalia Praratya mengunjungi stan Bandung di Indonesia Expo, Jambi (foto @meiwan_kartiwa) Walikota Bandung Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil dan istri Atalia Praratya mengunjungi stan Bandung di

Destinations

French Boyscout Camp di Tanjung Lesung

Selain kaya akan keindahan destinasi alam, di Tanjung Lesung wisatawan juga bisa menikmati wisata bahari, seperti diving (Ist) Anak sekolah Perancis yang ada di Jakarta menggelar program French Boyscout Camp