Kesadaran Wisatawan Indonesia untuk Berasuransi Rendah

WhatsApp Image 2017-11-08 at 06.27.30

Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2018 yang diinisiasi oleh Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar), Rabu (1/11/2017) (Ist)

Jumlah perjalanan wisatawan Indonesia setiap tahunnya selalu meningkat, baik ke destinasi wisata yang tersebar di Nusantara maupun ke luar negeri. Hanya saja di tengah meningkatnya angka tersebut, kesadaran wisatawan Indonesia untuk mengasuransikan perjalananya masih rendah.

Padahal asuransi perjalanan merupakan bagian penting yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam satu perjalanan wisata. Asuransi perjalanan sudah dianggap sangat penting untuk menekan risiko di dalam perjalanan, seperti sakit, kecelakaan, hingga kematian.

Hal tersebut dikatakan Country CEO AXA Indonesia yang juga President Director AXA General Indonesia Paul Henri Rastoul saat menjadi salah satu pembicara di ajang Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2018 yang diinisiasi oleh Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar), Rabu (1/11/2017) .

“Indonesia baru mencakup 5 persen kesadaran masyarakatnya dalam mengambil asuransi perjalanan. Masih dibawah Singapura 75 persen dan Malaysia 20 persen,” ujar Paul Henri. Paul menyebutkan, traveling bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Bahkan, tidak sedikit yang menjadikannya sebagai kebutuhan. Data menyebutkan di tahun 2016 lalu jumlah masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri mencapai 7 juta orang. Meningkat 6 persen dibanding tahun 2015 silam.

Sementara hingga pertengahan tahun 2017, jumlah masyarakat Indonesia yang bepergian di lingkup domestik telah mencapai 200 juta orang. Target pemerintah sendiri, hingga akhir tahun 2017 mencapai 265 juta orang. Belum lagi tingkat perjalanan umrah yang selalu meningkat setiap tahunnya.

Data dari Kementerian Agama menyebutkan, tahun 2015 silam jumlah jamaah umrah Indonesia mencapai 717 ribu orang. Dan meningkat 14 persen di tahun 2016 menjadi 818 ribu jamaah umrah. “Angka tersebut tentunya menjadi peluang, hanya saja PR-nya adalah edukasi market. Selama ini masyarakat Indonesia membeli asuransi perjalanan hanya untuk melengkapi persyaratan visa,” kata Paul.

Lantas bagaimana cara untuk dapat menumbuhkan awareness masyarakat terhadap asuransi perjalanan? Paul mengatakan, salah satunya adalah kerja sama yang simultan antara regulator, industri dan biro perjalanan untuk mengadopsi satu program untuk dilakukan secara bersama yang dapat meningkatkan kesadaran tentang asuransi terhadap masyarakat.

Selain itu edukasi terhadap pasar bahwa asuransi perjalanan tidak hanya meng-cover kesehatan dan kejadian personal selama perjalanan. “Tapi juga pengalaman yang tidak menyenangkan yang mungkin didapat konsumen saat bepergian,” ujarnya.

Tidak ketinggalan adalah pemanfaatan teknologi di tengah berkembangnya Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bahwa penerapan teknologi terbaru yang dibangun para ‘pemain’ akan dapat meningkatkan kepuasan konsumen pada masa mendatang dan akan menumbuhkan peluang pengembangan pasar asuransi perjalanan. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Travel Operator

Kemenpar akan Perkuat Branding 10 Destinasi Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Jumpa Pers Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba ‘Indonesia Kerja Nyata’ di Gedung Sapta Pesona Kemenpar (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya dan jajarannya di Kementerian Pariwisata

Cuisine

Libur Lebaran Keliling Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (ketiga dari kiri) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta masyarakat tidak perlu takut berwisata. Terkait dengan situasi pasca bom Solo, Arief Yahya mengatakan bahwa kondisi berbagai

Festival

120 Turis Kapal Pesiar Superstar Libra Kunjungi Pulau Samosir

Turis dari Malaysia, Taiwan dan Singapura (Ist) Desa Tomok Samosir kedatangan turis dari Malaysia, Taiwan dan Singapura. Ini menjadi bersejarah dan sangat bernilai karena ini adalah kapal pesiar pertama yang

Tourism

Pemprov NTB Harus Perhatikan Pantai Kuta Lombok

Wisatawan mancanegara tidak terlihat khawatir ketika melintas dan melihat ada penjagaan ketat saat puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di Lombok yang dihadiri Presiden Jokowi pada 9 Februari 2016  Pemerintah

Slideshow

Dukung Pengembangan KEK Tanjung Lesung, Rano Karno Kepala Daerah Inovatif

Wisatawan di Tanjung Lesung (Ist) Gubernur Banten Rano Karno meraih penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2016 dalam bidang pembangunan infrastruktur yang digelar salah satu perusahaan media nasional, di Bandung, Kamis malam

Airlines

Group Dharmawangsa Dukung KEK Tanjung Kelayang

Peletakan batu pertama pembangunan hotel di KEK Tanjung Kelayang tahap pertama oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur dan Konsorsium Belitung Maritime, Tanjung Binga, Tanjung Kelayang. Jumat (2/9/2016) (Ist) Menteri Pariwisata