Ketika Arief Yahya Melambungkan Pariwisata Indonesia

pak AY

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

Tidak ada kata terlambat bagi seorang Arief Yahya. Sejak 2014 lalu dirinya dipercaya Presiden Jokowi menjadi Menteri Pariwisata dalam Kabinet Kerja dan Arief Yahya pun langsung tancap gas agar pariwisata Indonesia bisa mengalahkan negeri jiran, Malaysia pada 2017 mendatang.

Ya, Arief Yahya tidak mengenal kata menyerah menghadapi Malaysia dan Thailand dalam upaya memajukan pariwisata Indonesia.

Tak hanya itu, Arief Yahya juga tengah mengupayakan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019 mendatang bisa terealisasi.

Menteri Pariwisata menjelaskan bahwa untuk mengalahkan Malaysia perlu perencanaan. Dan, itu sudah dibuktikan mulai tahun lalu ‘Wonderful Indonesia’, country branding Indonesia mulai berhasil menyingkirkan Malaysia dalam sejumlah pentas bergengsi pariwisata dunia.

Sebagai contoh, pada Juli lalu Wonderful Indonesia lagi-lagi sukses memboyong dua penghargaan dari Travel Tourism Exhibition di Sydney, Australia.

Kemenangan ini semakin lengkap setelah sebelumnya Wonderful Indonesia juga menyabet penghargaan The Most Beautiful Diving Destination di Taiwan.

Dua penghargaan di Sydney itu terdiri dari kategori ‘Best Innovative Stand’ dan ‘10 sqm & Over.’ Di Sydney, dua pesaing utama Indonesia, Malaysia dan Thailand dipaksa pulang dengan tangan kosong. Tak ada award yang bisa dibawa pulang ke negaranya.

Kabar baik bagi dunia pariwisata Indonesia menjelang penyelenggaraan PATA Travel Mart (PTM) 2016 pada 7 hingga 9 September mendatang di ICE di BSD City, Banten lantaran pariwisata negeri ini mencetak prestasi membanggakan, yakni Indonesia diketahui merebut Tiga PATA Gold Awards 2016 di Macau.

Menteri Pariwisata Arief Yahya boleh tersenyum bangga. Wonderful Indonesia kembali menorehkan prestasi emas dalam PATA Gold Awards 2016 yang digelar di Macau.

Tiga awards bergengsi berhasil disabet, yaitu Marketing – Primary Government Destination, Heritage and Culture – Culture, dan Travel Journalism – Travel Photograph.

Informasi itu dilansir oleh PATA, asosiasi pariwisata Asia Pasifik yang bermarkas di Bangkok, Thailand melalui https://www.pata.org/pata-announces-2016-grand-and-gold-award-winners/.

“Award ini memiliki 3 makna, yang sering saya sebut sebagia 3C. Yakni menaikkan confidence sebagai bangsa, mengangkat credibility sebagai negara, dan berfungsi sebagai calibration untuk memotret seberapa hebat Wonderful Indonesia itu? Sudah sampai di mana jika dilihat dari kacamata global standard? Ternyata kita terus bisa bersaing,” ucap Arief Yahya.

Adapun pengumuman PATA Gold Awards 2016 itu dilakukan di Bangkok sudah sejak Kamis, 21 Juli 2016 lalu. Perhelatan yang didukung Dinas Pariwisata Pemerintah Macau (MGTO) dinilai dari 26 organisasi dan individu yang kategorinya terpisah.

Event ini adalah salah satu ajang yang punya kredibilitas kuat dan diakui oleh industri pariwisata di dunia. PATA berdiri sejak 1951 sebagai asosiasi nirlaba yang eksis diakui dunia menjadi katalisator bagi pengembangan travel dan turisme yang bertanggungjawab.

Keanggotaan PATA terdiri dari 95 badan turisme pemerintah, negara dan kota, 29 perusahaan penerbangan internasional, bandara dan jalur pelayaran, 63 institusi pendidikan,dan ratusan perusahaan industri travel.

Sedangkan presentasi dan penyerahan penghargaan PATA Gold Awards akan dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada Jumat, 9 September 2016.

Di PATA Gold Awards, PATA memberikan 4 Grand Awards dan 29 Gold Awards. Ke-4 Grand Awards itu mencakup empat kategori: Pemasaran, Pendidikan dan Pelatihan, Lingkungan, dan Pusaka dan Budaya. Sukses

Indonesia meraih 3 Gold Awards tahun ini bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan branding Wonderful Indonesia dalam pentas kompetisi pariwisata dunia.

Sementara Malaysia mendapat 2 Gold Awards, Singapura mendapatkan 1 Grand Award dan 1 Gold Award, sedangkan Thailand memborong 1 Grand Award dan 5 Gold Award.

Dalam PATA Gold Awards 2016, Wonderful Indonesia mendapatkan apresiasi untuk program Gerhana Matahari Total (GMT atau Total Solar Eclipse) berhasil memenangkan penghargaan kategori Marketing – Primary Government Destination.

Kementerian Pariwisata dinilai berhasil melihat potensi turisme yang besar dalam peristiwa alam yang terjadi pada 9 Maret 2016.

“Kala itu, kami menggunakan istilah Destinasi Waktu!,” jelas Arief Yahya. Mengapa disebut Destinasi Waktu? “Karena orang dari seluruh penjuru dunia mengejar waktu 2-3 menit saja saat GMT itu terjadi. Dari terang, gelap, terang lagi, di siang bolong. Itu peristiwa dunia yang langka, 350 tahun sekali, dan lokasinya juga belum tentu dapat daratan. Yang kita promosikan adalah 2-4 menit yang paling bermakna di dunia! Hanya ada di 12 kota di Indonesia. Maka orang berbondong-bondong ke 12 titik itu sehingga tiket pesawat dan penginapan penuh di mana-mana,” jelasnya.

Berbagai cara dilakukan Kemenpar kala itu untuk kampanye GMT. Media nasional maupun internasional, astronom, fotografer, dan videographer semua dikerahkan untuk mengabadikan dan menjadi saksi sejarah langka itu.

Kampanye juga dengan mengadakan kompetisi fotografi, video serta penulisan Gerhana Matahari Total. “Show music dan pentas kesenian juga mewarnai titik-titik strategis GMT ,” kata dia.

PATA Gold Awards 2016 itu penting bagi branding Wonderful Indonesia. Menerapkan strategi ‘jemput-bola’, tahun 2016 Indonesia berhasil meningkatkan raihan penghargaan ketimbang tahun 2015 yang hanya mendapatkan 1 Gold Awards.

Arief Yahya menyebut, kedepan wajib berusaha meraih awards lebih banyak dari berbagai ajang pariwisata tingkat regional maupun tingkat global, seperti ITB Berlin, UNWTO, WTM, dan ajang pariwisata lainnya.

“Kemenangan itu direncanakan!” tegas Arief Yahya. Untuk mampu memenangkan berbagai penghargaan bergengsi di bidang pariwisata mesti ada upaya sistematis, terstruktur, terukur, dan terkendali untuk meraih kemenangan yang diinginkan.

“Istilahnya kalibrasi (calibration). Kalau mengikuti kriteria yang berstandar internasional, yang sudah teruji dan terbukti di destinasi kelas dunia, itu sudah pasti baik. Otomatis, objek wisata kita juga available dengan wisman yang sudah berpengalaman internasional juga, kata dia.

Selain itu, penghargaan juga membuat pariwisata Indonesia semakin confidence, percaya diri bahwa kualitas layanan dan atraksi yang dimiliki tidak kalah dari negara lain.

Melihat potensi pariwisata Indonesia, memang tidak boleh merasa rendah diri apalagi merasa rendah. AY, sapaan akrab Menteri Pariwisata mengemukakan, award juga mendongkrak kredibilitas kita di dunia internasional.

Apalagi award itu diperoleh dengan cara-cara yang fair, betul-betul karena kualitas, dan dikeluarkan oleh lembaga yang kredibel.

AY pun bertekad bahwa Indonesia harus menjadi leader, pemimpin di regional ASEAN dan menuju ke global. Penghargaan dari ASEANTA dan UNWTO itu adalah bukti bahwa jika serius, tidak ada yang tidak bisa.

Mengejar award, dengan segala kriteria itu, secara otomatis akan mendekatkan diri pada standar dunia. Ada 14 pilar yang kita pakai sebagai acuan, yang juga dijadikan alat ukur competitiveness index oleh World Economic Forum (WEF).

Jadi, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Membangun destinasi dengan standar dunia, membuat destinasi wisata semakin bagus, bisa dikompetisikan di tingkat dunia dan berpotensi menang.

Ia menargetkan untuk menemukan destinasi baru yang akan diformat menjadi calon-calon jawara. “Sekaligus ajang kompetisi yang fair. Kita punya banyak potensi, kok?” sebutnya.

AY menyebut 10 destinasi unggulan yang akan menjadi 10 ‘Bali baru’. Dari Danau Toba, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Pulau Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.

”The PATA Gold Awards 2016 jatuh kepada pemenang yang melakukan terobosan berbagai cara baru yang kreatif dan yang efektif dalam memajukan industri pariwisata saat mengikuti prinsip-prinsip berkelanjutan, dalam kontribusi yang berharga untuk menginspirasi praktek yang baik dalam industri pariwisata di Asia-Pasifik,” ujar Direktur Kantor Pariwisata Pemerintah Macau Nona Maria Helena de Senna Fernandes, seperti dikutip dari situs resmi PATA. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Travel Operator

Destinasi Wisata di Indonesia semakin Diminati Wisnus

Presiden Jokowi di kawasan Mandalika, Lombok yang akan semakin diminati wisatawan Nusantara (Ist) Wisatawan Nusantara (wisnus) rupanya semakin menyukai pergi berlibur ke berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia. Adapun

Cuisine

Menteri Pariwisata Upayakan Candi Borobudur Semakin Diminati Wisatawan Milenial

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menpar Arief Yahya mengupayakan agar destinasi wisata Candi Borobudur semakin diminati wisatawan milenial melalui berbagai dukungan dan promosi wisata yang efektif untuk menjaring kunjungan anak

Hotel

Aston Cirebon Hotel Diminati Wisatawan

Aston Cirebon Hotel (Ist) Potensi wisata yang terus berkembang di Cirebon, Jawa Barat membuat minat wisatawan semakin banyak yang tertarik datang ke Kota Wali ini sehingga daerah yang berbatasan langsung

Slideshow

2019, KEK Lampung Diwujudkan

Semarak parade budaya Lampung Culture & Tapis Carnival 2019 (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Lampung dapat segera diwujudkan pada tahun ini.

Culture

Mempertahankan Budaya Lokal

Bupati Bogor Nurhayanti (kanan) Pada era globalisasi sekarang ini, negeri ini terus menghadapi serbuan budaya asing yang mengikis budaya lokal, termasuk budaya seni yang telah diwariskan nenek moyang. Pada momen

Heritage

Sinergi Pelaku Bisnis Pariwisata Indonesia dengan Menteri Pariwisata Majukan Pariwisata Nusantara

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (Ist) President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo memberikan apresiasi terhadap kinerja Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menggembirakan dalam upaya mengembangkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia