Ketika President University Bicara Medsos untuk Calon Mahasiswa

Suasana Social Media One Day (Ist)

President University mengajak para calon mahasiswa untuk memahami media sosial dari sisi positif. Kid Zaman Now, istilah untuk anak muda saat ini membuat media sosial (medsos) sebagai salah satu sarana dalam mengekspresikan diri. Namun, terkadang ekspresi yang dibuat justru menjadi satu hal negatif, bahkan menjadi bumerang bagi diri mereka sendiri.

Ratusan para calon mahasiswa yang berasal dari beberapa wilayah di Jabodetabek tampak mulai memenuhi ruangan Ballroom P7 di Kuningan City, Jakarta terkait dengan pemahaman, bagaimana cara menggunakan media sosial secara bijak, aman dan mendatangkan manfaat baik dari segi sosial maupun ekonomi.

Country Industry Head Indonesia and Malaysia at Twitter Dwi Adriansah menjelaskan, Indonesia sebagai salah satu penduduk terbesar di dunia, media sosial menjadi salah satu sarana dalam mengekspresikan diri. Bahkan dirinya meyakini, seluruh peserta yang hadir telah menjadi pengkonsumsi media sosial.

“Saya yakin semua yang hadir di sini, sudah menggunakan media sosial. Di Indonesia, salah satu penduduknya paling cerewet di media sosial manapun,” ujar Adriansah dihadapan calon mahasiswa penerima beasiswa President University, Kamis (5/7/18).

Lebih jauh dia mengungkapkan, dari segi umur, orang yang menggunakan media sosial dari platform yang ada, harus lebih dari 13 tahun. Untuk itu, dirinya menggarisbawahi ada hal yang harus dipelajari dalam menggunakan media sosial secara tepat.

“Yang bisa dipelajari di media sosial, kita ingin tahu segala sesuatu. Media sosial adalah public domain, dimana suara kita bisa didengar. Orang bisa berinteraksi dan menjadi percakapan,” terangnya. Dirinya mencontohkan, media sosial yang cukup banyak penggunanya di Tanah Air, yakni twitter.

Ya, Twitter dari kacamatanya di Indonesia, mulai dari orang terkenal sampai orang biasa banyak yang menggunakan. “Bagaimana teman bisa melihat konten yang relevan. Kita harus hati-hati karena Twitter menjadi salah satu percakapan yang bisa menimbulkan masalah,” tuturnya.

Kesempatan ini pun dimanfaatkan oleh President University untuk mengenalkan diri di hadapan para calon mahasiswa tentang President University terkait dengan fasilitas dan kelebihan dibandingkan perguruan tinggi yang lain.

Antusiasme peserta yang hadir dapat terlihat dari pendaftaran yang cukup padat, serta pendaftaran yang telah dilakukan sejak jauh hari. Bahkan, President University dalam kesempatan ini juga memberikan apresiasi kepada para calon mahasiswa dengan memberikan souvenir dan doorprize yang cukup menarik. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)



About author



You might also like

World Heritage

Menpar Arief Yahya Promosikan Kopi Indonesia di ITB Berlin

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist) Kenikmatan kopi Indonesia turut dipromosikan dalam pameran pariwisata terbesar di dunia, Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin, Jerman. Promosi dilakukan langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya

Travel Operator

Malam Tahun Baru Tingkat Hunian Tanjung Lesung 100%

Malam tahun baru 2018 menjadi kabar baik bagi Tanjung Lesung di Banten sebab tingkat hunian di destinasi wisata yang termasuk dalam 10 Bali baru itu penuh mencapai 100%. Hal tersebut

SightSeeing

Akhir Maret, Bisa Golf di Tanjung Lesung

Berita Foto: Manajemen PT Banten West Java (BWJ) merencanakan pada akhir Maret ini di Tanjung Lesung sudah bisa dipakai untuk main golf trial pertama (Ist) 

All About Indonesia

Menimba Ilmu di Tiongkok untuk Masa Depan Indonesia

Dunant Halim, Associate Professor in Mechanical Engineering Faculty Director of Teaching  The University Ningbo China (UNNC) (duduk kanan) (Ist) Tiongkok kini semakin diperhitungkan dunia. Negeri Tirai Bambu ini juga semakin

SightSeeing

Sambut Ramadan bersama Mercure Jakarta Sabang

Ramadan 1439 H di Hotel Mercure Jakarta Sabang (Ist) Ramadan 1439 H telah tiba. Menyambut bulan suci ini, Hotel Mercure Jakarta Sabang menawarkan berbagai paket Ramadan yang dapat wisatawan nikmati

Heritage

Jakarta Tujuan Favorit Wisman

Toko Merah di kawasan Kota Tua Jakarta (Ist) Jakarta memang dikenal macet. Namun, itu tidak membuat wisatawan mancanegara (wisman) membatalkan kunjungan ke Ibukota Republik Indonesia ini. Sebut saja kawasan Kota