Kota Budaya, Daya Tarik Turis Asing ke Yogyakarta

lusi alampersada tour

Lusi Evie Marya

Predikat kota budaya yang diberikan pada Yogyakarta mengacu pada keberadaan Keraton Yogyakarta yang dipandang sebagai pusat kebudayaan Jawa dan menjadi tujuan wisata dari turis asing dari berbagai negara.

“Predikat kota budaya juga didukung oleh berbagai kegiatan kebudayaan, seperti sekatenan, pertunjukan-pertunjukan Ramayana, gamelan maupun wayang kulit. Potensi-potensi budaya ini jika dikelola dengan baik akan menjadi aset pariwisata yang cukup handal dan mampu menarik wisatawan untuk datang ke Yogyakarta sehingga Yogyakarta akan lebih banyak dikunjungi wisatawan,” tutur Direktur Utama AlamPersada Tour & Travel Lusi Evie Marya ketika dihubungi patainanews.com, Senin (17/8/2015).

Seperti diketahui, Yogyakarta masih terus berkembang menjadi kota budaya berbasis pendidikan dan menjadi daerah tujuan wisata kedua setelah Bali. Lusi menjelaskan bahwa sebagai pelaku bisnis pariwisata nasional, dirinya melihat Yogyakarta telah berhasil mengembangkan kota budaya berbasis pendidkan.

“Mengemas pertunjukan-pertunjukan yang menjadi daya tarik dan identitas kota Yogyakarta. Dan, yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta sehingga Yogya menjadi daerah tujuan wisata kedua setelah Bali,” paparnya.

Yogyakarta, lanjutnya sebagai kota budaya berbasis pendidikan dan kota pariwisata karena sudah lama kota Yogyakarta menjadi daerah tujuan wisata, baik wisatawan domestik maupun turis mancanegara.

“Hampir setiap hari terutama pada saat musim liburan, banyak sekali wisatawan yang mengunjungi Prambanan, Keraton, Pantai Parangtritis, dan Malioboro untuk melakukan perjalanan wisata, baik wisata umum maupun studi wisata. Jika predikat kota budaya yang berbasis pendidikan dan pariwisata ini tetap dipertahankan dan ditambah lagi dengan penyempurnaan berbagai sektor pariwisata, dapat dipastikan akan mampu menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Yogyakarta,” paparnya. (Gabriel Bobby)

 

 

 

 

 

 

 

About author



You might also like

Slideshow

Sleeper Car Dikelola PT KAI

Harga promo sleeper car (Ist) Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengelola sleeper car, yakni gerbong kereta yang penumpangnya bisa mengatur tempat duduknya sampai ke posisi tidur. Semula sleeper

Nature

WWF Indonesia Gandeng PATA Indonesia untuk Signing Blue

Wisata bahari di Indonesia kian berkembang. Bahkan, kini muncul kegiatan dengan minat khusus pada bahari. Kendati demikian tanpa disadari dalam setiap kegiatan pariwisata, termasuk wisata bahari berpeluang menimbulkan dampak negatif,

SightSeeing

Chef Benny Perkuat Grandkemang Jakarta

Chef Benny (Ist) Grandkemang Jakarta memperkenalkan Executive Chef baru Benny Sarta, yang baru saja bergabung ke dalam tim. Chef Benny memulai kariernya langsung setelah lulus dari kuliah. Ia memiliki cita-cita

Destinations

Wisatawan Asing Tertarik Festival Perang Air di Riau

Wisatawan asing dari berbagai negara diperkirakan akan kembali datang ke Festival Perang Air di Riau pada tahun ini lantaran pada tahun lalu cukup banyak turis asing yang tertarik menikmati Festival

SightSeeing

Aston Cirebon Hotel Diminati Wisatawan

Aston Cirebon Hotel (Ist) Potensi wisata yang terus berkembang di Cirebon, Jawa Barat membuat minat wisatawan semakin banyak yang tertarik datang ke Kota Wali ini sehingga daerah yang berbatasan langsung

Tourism

Tingkatkan Kunjungan Wisman, Pemerintah Perlu Perhatikan Kantong Destinasi Wisata Penyumbang Wisman

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan (Sumsel) Irene Camelyn Sinaga (kanan) bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Meski pemerintah tengah giat mempromosikan dan mengembangkan 10 destinasi wisata unggulan yang