Kota Tua Jakarta, Manhattan of Asia

AY di kota tua

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kemeja putih) dan President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (jas biru) menjadi narasumber dalam diskusi Sosialisasi Kota Tua Jakarta Menuju UNESCO World Heritage 2017 di Gedung OLVEH di kawasan Kota Tua Jakarta (Ist)

Sebagai upaya mempopulerkan dan mempromosikan pariwisata Kota Tua Jakarta, maka Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai branding yang menarik untuk Kota Tua Jakarta adalah Manhattan of Asia.

Menurut AY, sapaan akrab Menteri Pariwisata, selain mempromosikan pariwisata, Kota Tua Jakarta juga dikenal sebagai pusat bisnis di Jakarta.

Tak hanya itu, sejumlah upaya dilakukan pemerintah untuk merevitalisasi Kawasan Kota Tua Jakarta. Salah satu caranya adalah dengan membentuk Badan Otoritas Pariwisata.

AY mengemukakan, Badan Otoritas Pariwisata terbukti menjadi salah satu cara untuk mengembangkan destinasi wisata di Indonesia.

Setelah Borobudur dan Danau Toba, kini Menpar berencana untuk membentuk Badan Otoritas Pariwisata di Kawasan Kota Tua Jakarta. Hal itu pun diungkapkan oleh Menpar Arief Yahya saat diskusi Sosialisasi Kota Tua Jakarta Menuju UNESCO World Heritage 2017 di Gedung OLVEH di kawasan Kota Tua Jakarta, Rabu (23/3/2016).

Adapun patainanews.com menjadi media partner dalam diskusi Sosialisasi Kota Tua Jakarta Menuju UNESCO World Heritage 2017. Selain Menteri Pariwisata, hadir beberapa narasumber lainnya, termasuk President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo.

“Pokoknya Kota Tua ini harus dikelola single otoritas. Saya usulkan buat badan otoritas,” ucap AY. Sejauh ini, proses revitalisasi Kota Tua Jakarta masih dilakukan dari bawah ke atas, yakni melalui pameran hingga perencanaan revitalisasi yang dilakukan oleh sektor swasta ke pemerintah.

Fakta lainnya, banyak dari gedung bersejarah di Kota Tua dimiliki oleh perorangan hingga BUMN sehingga ada banyak kepala.

Menurut AT, strategi tersebut akan memerlukan waktu lama. Cara tercepat adalah melakukan proses top down, dari Presiden ke bawah.

“Kalau caranya bottom up sekarang nggak akan pernah selesai. 50 Tahun nggak selesai. Menurut saya hanya presiden yang bisa,” ujarnya.

Karenanya AY pun mengusulkan agar dibentuk Badan Otoritas Pariwisata untuk mengembangkan Kota Tua Jakarta. Berkaca dari Badan Otoritas Danau Toba dan Borobudur, Perpres yang dikeluarkan Presiden terkait Badan Otoritas Pariwisata akan membuat proses revitalisasi Kota Tua Jakarta berjalan lebih cepat lantaran semua pihak akan tunduk pada Perpres dan bekerja dalam satu manajemen badan otoritas.

“Ketika ada Perpres bahwa Kota Tua harus direstorasi, maka semua akan tunduk pada satu manajemen,” tuturnya. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Culture

Empat Wisman Menikmati Kereta Wisata Priority ke Yogyakarta

President Director PT KA Pariwisata Totok Suryono (kedua dari kanan) didampingi direksi lainnya dalam press conference kereta wisata kelas Priority (Ist) Empat wisatawan mancanegara (wisman) diketahui ikut serta dalam perjalanan

Airlines

PATA Pastikan ICE Venue PATA Travel Mart 2016

Manajemen ICE yang diwakili Head of Exhibition Sales Hendrik Engelking (kiri), dan Head of Sales and Marketing Siti Karmila (ketiga dari kiri), serta President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (batik)

World Heritage

Halimah Munawir Lestarikan Budaya Jawa

Halimah Munawir (kiri) bersama Bupati Bogor Nurhayanti (Ist) Budayawan Halimah Munawir yang selama ini dikenal begitu peduli memberkan perhatian terhadap kekayaan budaya Nusantara dalam berbagai kesempatan ternyata juga dalam kehidupan

Destinations

MICT Sepakati Bisnis US$400 Juta

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi salah satu panelis ‘Redifining The Role of Goverment in Developing New Tourist Destination’ dalam rangkaian kegiatan Manado International Conference on Tourism Investment di Sintesa Peninsula

SightSeeing

Akeyla Sinergi dengan KRIJA Indonesia Promosikan Budaya Nusantara

Sinergi antara Akeyla dengan KRIJA Indonesia (Ist) Desainer cilik yang tengah naik daun dengan segudang prestasi, Akeylanaraya Alyandina bersama Enny Kwan, pemilik Red Cherry Clay & Art Workshop yang mengusung

Culture

Batik RI, dari Keraton hingga Rakyat Biasa yang Digemari Warga Dunia

Proses membatik (Ist) 2 Oktober 2009 menjadi bagian yang penting dalam sejarah perjalanan negeri ini. Ya, lembaga dunia, PBB mengakui Batik Indonesia sebagai warisan budaya. Menarik memang mengenal batik Indonesia