Kualitas SDM Pariwisata Indonesia Ditingkatkan

pari 2

Wisatawan yang tengah menikmati wisata bahari di Indonesia butuh SDM pariwisata negeri ini yang berkualitas (Ist)

Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini, tak bisa dipungkiri arus tenaga kerja asing dari negara lain sudah tidak dapat dicegah lagi. Karenanya diperlukan instrumen atau sistem yang bisa melindungi tenaga kerja tersebut, terutama SDM di bidang pariwisata sehingga sertifikasi terhadap SDM Pariwisata Indonesia mendesak untuk dilakukan.

Jika tidak dilakukan, mereka akan tergerus tenaga kerja pariwisata asing. Satu yang tengah digodok dan sudah disepakati adalah ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professional (MRA-TP). Nantinya sistem MRA ini akan berlaku di semua negara-negara ASEAN.

“Jadi, MRA itu isinya adanya saling mengakui antara 10 negara anggota ASEAN akan kualifikasi dari SDM-nya, terutama di bidang pariwisata. Tenaga kerja ini nantinya akan mendapat sertifikat dari Tourism Professional Sertification Board (semacam BNSP), sebagai pengakuan atas kompetensi yang dia kuasai,” jelas I Gusti Putu Laksaguna, Chairman ATPMC saat jumpa pers di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Secara teknis, standarisasi atau penyetaraan kompetensi dalam sistem MRA ini juga perlu dilakukan agar tenaga kerja di masing-masing negara punya kompetensi yang sama sehingga saat dibutuhkan, para pemberi kerja bisa mencari tenaga kerja sesuai dengan level kompetensinya.

“Akan ada 5 level, mulai dari level 1 itu setara dengan sertifikat 2, kemudian berturut-turut level 2 sertifikat 3, sampai level 4 setara diploma, dan level 5 itu advanced diploma. Di masing-masing level tentu kompetensi yang diajarkan berbeda. Di level 1, mulai dari basic misalnya diajarin jadi waiters, sampai di level 5 materinya sudah sophisticated atau manajerial,” terang Putu.

Pemberian sertifikat kepada SDM pariwisata ini berfungsi sebagai pengakuan terhadap keahlian yang mereka kuasai. Sertifikat ini akan berlaku di seluruh negara anggota ASEAN. Dalam sistem ATPRS (ASEAN Tourism Professional Registration System) nantinya akan ada opsi match making yang akan mempertemukan antara para job seekers alias para tenaga kerja, dengan job opportunities dari para pemberi kerja, yaitu pihak industri pariwisata.

“Sistem ini tinggal di klik, nanti akan keluar lowongan yang dibutuhkan serta tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai level kompetensinya di masing-masing negara. Semua orang yang sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan, yang punya kualifikasi yang sama akan didaftarkan. Nantinya si pemegang sertifikat setelah lulus akan mendaftarkan diri secara volunteer di database ini,” tuturnya.

Selain memberikan pengakuan, sertifikat ini di sisi lain akan memberikan perlindungan sekaligus barikade terhadap arus tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Karena menurut amanat undang-undang, pihak industri sudah tidak boleh sembarangan untuk bisa merekrut tenaga kerja asing.

“Ini juga sekaligus sebagai barikade terhadap tenaga kerja asing. Pihak industri tidak bisa sembarangan memasukkan orang, harus ada sertifikat dan sesuai kompetensinya. Aturannya kalau dari negeri sendiri tidak mencukupi, baru bisa mengambil dari negara lain. Kalau jumlahnya sudah cukup, ngapain ambil dari negara lain. Ini amanat UU Tenaga Kerja,” ungkap Putu.

Pada kenyataannya, jika sistem ini dicurangi, para pemberi kerja bisa komplain ke National Tourism Profesional Board (NTPB) di masing-masing negara asal tenaga kerja, sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan monitoring terhadap proses pemberian sertifikat keahlian kepada tenaga kerja.

“Jika si pemegang sertifikat pada kenyataannya tidak sesuai dengan kompetensinya, bisa komplain ke NTPB di masing-masing negara. Faktor trust dari pemberi kerja pasti akan turun dengan negara itu, dan pasti tidak akan mau lagi pakai tenaga kerja dari sana. Makanya tidak bisa sembarangan mengeluarkan sertifikat ini, harus dari lembaga resmi dan sesuai kompetensi dari tenaga kerja,” urainya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Festival

Cari Tahu Candi Borobudur di Borobudurpedia

Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo (kedua dari kanan) (Ist) Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah memiliki sejarah panjang di Indonesia sehingga beragam informasi sudah lama beredar mengenai candi Buddha

Slideshow

Dukung Wisata Bahari di Indonesia, Pelindo III Bangun Marina di Pantai Boom Banyuwangi

Manajemen PT Pelindo III menyatakan komitmen penuh untuk ikut mengembangkan wisata bahari di Tanah Air sebagai upaya mendukung upaya pemerintah yang tengah bekerja keras merealisasikan target Presiden Jokowi bisa mendatangkan

SightSeeing

Lion Air Group Permudah Wisatawan Akses ke Destinasi Wisata Terpencil

Penerbangan perdana Wings Air dari Manado ke Morotai (Ist) Salah satu maskapai grup Lion Air yang fokus untuk penerbangan jarak pendek, Wings Air resmi membuka beberapa rute penerbangan baru di

Hotel

Putri Pariwisata Indonesia 2017 akan Promosikan Kuliner Nusantara

Putri Pariwisata Indonesia 2017 akan ikut mempromosikan kuliner khas Nusantara (Ist) Kuliner khas Nusantara semakin dikenal dunia sejak Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama ketika berkunjung ke Indonesia menyebut Nasi

Slideshow

Jababeka Longlife City Finalis 4th APAC Eldercare Innovation Awards 2016

Penghargaan untuk PT Jababeka Tbk Asia Pacific dalam 4th Eldercare Innovation Awards 2016 (Ist) Asia Pacific Eldercare Innovation Awards diadakan oleh Ageing Asia Pte Ltd untuk memberikan penghargaan tahunan kepada organisasi di

Slideshow

29 April, Batas Pendaftaran PATA Gold Awards 2016

Logo PATA (Ist) Mau mendapatkan penghargaan bergengsi PATA Gold Awards 2016? Segera mendaftar lantaran pendaftaran untuk jadi calon penerimanya dibuka hingga 29 April mendatang. Penghargaan PATA Gold Awards 2016 akan diberikan