Kukar Semakin Diminati Wisatawan

bupati kukar

Asdep Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar (tengah) Putu Ngurah memimpin Press Conference Erau Adat Kutai & 4th International Folk Arts Festival (EIFAF) di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta, Jumat (12/8/16) (Ist)

Pesta adat Erau dan International Folk Arts Festival (EIFAF) kembali digelar di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) pada 20-28 Agustus 2016.

Penyelenggaraan event tahunan yang kali ini mengangkat tema ‘Melalui EIFAF junjung budaya daerah dalam pergaulan budaya antarbangsa guna meningkatkan kunjungan wisatawan di Kutai Kartanegara’ dalam rangka melestarikan dan mengembangkan budaya daerah serta meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus untuk mendukung program Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia dalam mewujudkan target tahun ini 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 260 juta wisatawan Nusantara (wisnus) di Tanah Air.

Asdep Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Putu Ngurah mengatakan, Kemenpar memberikan apresiasi dan dukungan terhadap penyelenggaraan eventevent menarik di Tanah Air yang dapat mendatangkan kunjungan wisatawan, diantaranya EIFAF yang sudah berjalan cukup lama dan menjadi event unggulan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar).

Event EIFAF menjadi magnet yang kuat dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kukar yang tahun lalu sebanyak 1.450.748 orang atau naik dua digit,” kata Putu Ngurah dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Jumat (12/8/2016). 

Putu Ngurah mengatakan, Kukar menjadi salah satu destinasi pariwisata andalan untuk wilayah Kalimantan karena tiga unsur pendukung utama, yakni aktraksi, aksesibilitas, dan amenitas (3A) terus ditingkatkan kualitasnya sehingga daya saingnya meningkat.

“Atraksi budaya (culture) yang digelar dalam event EIFAF menjadi magnet yang kuat dalam menarik kunjungan wisman dan wisnus ke Kukar,” kata Putu Ngurah.

Sementara Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari mengatakan bahwa pesta adat Erau merupakan event tahunan dan masuk dalam kalender event pariwisata nasional yang penyelenggaraannya dilaksanan setiap Juli.

Namun pada tahun ini, karena bertepan dengan Ramadhan dan Idul Fitri 1437 H, maka pelaksanaan EIFAF diundur pada 20-28 Agustus atau setelah perayaan HUT Kemerdekaan RI.

“Penyelenggaraan EIFAF tahun mendatang, sebagaimana arahan dari Kesultanan Kutai akan kembali digelar setiap bulan Juli,” kata Rita Widyasari.

Rita Widyasari menjelaskan, pada awalnya upacara Erau digelar 2 tahun sekali dan prosesi ini berlangsung hingga tahun 2004 silam. Untuk sekian lama upacara Erau digelar setiap September dalam rangka memperingati hari jadi Kota Tenggarong sehingga membuat masyarakat mengira Erau identik dengan hari Jadi Kota Tenggarong.

“Dalam pakem Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sesungguhnya Erau dapat dilaksanakan kapan saja jika Sultan berkehendak. Pada tahun 2008 Erau sempat digelar pada bulan Desember. Namun, dengan pertimbangan bahwa pelaksanaan Upacara Erau telah menjadi agenda tetap daerah dan nasional serta menjadi magnet wisata Kukar, maka sejak 2009 hingga sekarang, Sultan berkenan untuk menyelenggarakan Upacara Adat Erau bertepatan dengan pelaksanaan waktu libur yakni pada bulan Juli sebagaimana disarankan oleh Kemenpar,” kata Rita Widyasari.

Prosesi upacara Erau bermula dari Kerajaan Kutai di ‘Jahitan Layar’ atau Kutai Lama pada Abad 13 yakni pada perayaan Tijak Tanah Raja Kutai dan pengangkatan raja pertama Kerajaan Kutai Aji Batara Agung Dewa Sakti.

Selanjutnya upacara Erau dilaksanakan pada saat penobatan raja dan putra mahkota, pemberian gelar kepada mereka yang telah berjasa bagi kemajuan kerajaan, maupun pada peristiwa lainnya di lingkungan kerajaan.

Masuknya Islam, Kerajaan Kutai berganti nama menjadi Kesultanan Kutai. Pada Abad 17 Kesultanan Kutai berhasil menaklukkan Kerajaan Martadipura (Kerajaan Hindu di Muara Kaman yang pada Abad 4 termasyhur dengan Maharaja Mulawarman) kemudian nama Kesultanan Kutai berganti menjadi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, sementara tradisi upacara Adat Erau terus dilanjutkan di lingkungan kesultanan. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

SightSeeing

Jokowi Presiden Paling Concern di Pariwisata

Presiden Jokowi (kemeja putih) (Ist) Dari tujuh presiden Republik Indonesia yang pernah memimpin negeri ini, hanya Joko Widodo yang paling respek dengan pariwisata. Sepuluh destinasi baru, yang dia populerkan dengan

SightSeeing

Pelindo III Jajaki Wisata MICE

Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto (Ist) Berakhir sudah rangkaian kegiatan Pre Launching Surabaya North Quay (SNQ) yang diselenggarakan PT Pelindo Properti Indonesia dan Radio Suara Surabaya di Gedung Terminal

Heritage

Kampung Wisata di Yogyakarta Diyakini Memikat Wisatawan

Istri Wakil Gubernur DI Yogyakarta GKBRAY A Paku Alam X membatik menandai pembukaan Festival Batik& Bathok Night di Kampung Wisata Budaya Langenastran disaksikan Ibu Purnomo Yusgiantoro di nDalem Dorojaten. (Ist)

SightSeeing

Jepang Suka Batik Indonesia

Canting batik (Ist) Beberapa orang Jepang yang mengikuti workshop ‘Experience The Wonderful of Indonesia Through Batik Workshop’ di ASEAN-Japan Centre, Tokyo mengaku suka dengan batik Indonesia. Salah satu peserta workshop

SightSeeing

Upaya Tanjung Lesung Mengundang Investor

Bisnis forum bertemakan Indonesia Tourism Investment yang bertempat di President Lounge Menara Batavia, Jakarta (Brian) PATA Indonesia Chapter, Administrator KEK Tanjung Lesung bersama dengan pemerintah kabupaten Pandeglang, Banten mengadakan bisnis