Kuliah di President University, Casparina Mahir TI

Casparina - Youth Exurcusion Singapore 2016

Casparina Theresia Renwarin (Ist)

Tidak banyak putra daerah yang ingin melihat dunia luar namun tidak demikian dengan Casparina Theresia Renwarin, gadis kelahiran tanah Papua.

Ririn, begitu ia kerap disapa, di usia 17 tahun ketika lulus SMA YPPK Taruna Bakti, Jayapura tahun 2012 silam memutuskan terbang ke tanah Jawa untuk menimba ilmu di President University jurusan Banking & Finance.

Di kampus yang berada di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, tempat berlokasinya 1700 perusahaan multinasional dari 30 negara, Ririn berkesempatan keliling ke luar negeri.

Pada Agustus 2013, Ririn mengikuti acara Campus Exchange ke Eropa selama 2 minggu. Di Eropa tepatnya di negeri Kincir Angin, yaitu Belanda, gadis 22 tahun ini memperdalam kemampuannya berbahasa Inggris, yang kemudian dilanjutkan mengunjungi Jerman dan Belgia.

Satu tahun kemudian dari Eropa Barat Ririn terbang ke Eropa Timur, tepatnya di Rusia mengikuti Global Volunteer Programme di AIESEC, akronim Perancis, Association internationale de sétudiant senscienceséconomiqueset commerciales atau International Association of Students in Economic and Commercial Sciences, yaitu sebuah organisasi kepemudaaan yang ada di 126 negara yang fokus pada pengembangan kepemimpinan para pemuda, dan menjadi ambassador di luar negeri untuk menjalankan social project.

“Dari Juli hingga September 2014 saya berada di kota Saint Petersburg untuk mengajar Bahasa Inggris dan Matematika kepada anak-anak dari usia 7 hingga 18 tahun,” ungkap anak pertama dari 3 bersaudara ini dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Dari Eropa Timur, Ririn ganti menjelajah Asia Barat, yaitu di New Delhi pada Maret 2015 lalu. Selama 6 bulan di India, Ririn magang di perusahaan TI bernama Denave Pvt Ltd.

“India sebagai negara TI terbesar di dunia setelah Amerika Serikat, sehingga saya ingin cari pengalaman di sini karena rencananya kedepan ingin membuka bisnis semacam start up company yang bergerak di e-commerce,” ungkap Ririn.

Begitu diwisuda pada Mei 2016, Ririn terbang ke Singapura untuk mengikuti kompetisi Business Idea se-Asia Tenggara, dan hebatnya menang juara pertama.

Tidak lama berselang, Ririn kembali ke New Delhi untuk mengikuti training selama 1 tahun di perusahaan software perhotelan. “Awal-awal di India, saya mengalami sedikit masalah dengan makanan dan budayanya, namun sekarang saya sudah mulai betah,” ujar Ririn yang malu-malu mengakui sedang dekat dengan seseorang di sana sehingga membuatnya lebih betah.

Meski meninggalkan Indonesia sudah lebih dari 2 tahun, Ririn tidak pernah melupakan keluarganya. Untuk mengatasi rasa kangen tiap hari Ririn berkomunikasi melalui telepon.

“Sejak pertama meninggalkan tanah Papua dan kuliah di President University, komunikasi saya dengan keluarga sangat lancar. Saya tahu President University dari sepupu, yang mengatakan ada sekolah internasional. Dan saya sejak dulu ingin sekali berkomunikasi dengan orang luar negeri,” ujar Ririn yang berpesan  kepada mahasiswa President University untuk aktif melihat dunia luar agar memiliki networking yang luas sehingga nantinya akan mempermudah saat mengembangkan bisnis.

Ririn yang memiliki moto ‘Kerja keras akan selalu memberikan hasil yang memuaskan’ masih ingin terus memperdalam ilmunya mengenai TI, terutama yang mendukung bisnis e-commerce.

Di India, Ririn banyak kenal pakar TI melalui workshop-worshop. “Pertumbuhan bisnis TI di India saya akui sudah luar biasa. Banyak aktivitas belanja sudah menggunakan online sehingga lebih praktis dan efisien dimana dengan non cash bisa mengurangi penggunaan kertas,” ujar putri seorang lawyer ini yang berencana akan mengambil S2 di Australia.

Meski masih muda dan berasal dari daerah Indonesia Timur yang dianggap tertinggal tidak membuat Ririn minder, bahkan hal tersebut mendorong dirinya untuk lebih maju. 

Semoga akan lahir lagi Ririn-Ririn dari tanah Papua yang bisa membuat Indonesia bangga. (Gabriel Bobby)





About author



You might also like

Slideshow

Kaya Destinasi Wisata Bahari, Pemerintah Perlu Perhatikan Keamanan Transportasi Laut

Destinasi wisata bahari di Indonesia (Ist) Regulasi transportasi laut dan udara sudah menggunakan mazhab internasional. Hampir semua aturan sudah dibuat oleh Kementerian Perhubungan. Bahkan, SPM pelayanan angkutan penumpang kapal laut

World Heritage

Menikmati Pantai Angsana yang Cantik di Tanah Bumbu

Pesona bawah laut di Karang Anjir, salah satu spot menarik melihat terumbu karang di Pantai Angsana (Ist) Pemerintah memanfaatkan momen Idul Fitri 1437 H dengan menggelar Pesona Lebaran 2016. Pemudik

Airlines

Helicity Garap Pariwisata Bandung

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan CEO PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja (Ist) Manajemen PT Whitesky Aviation merencanakan pada tahun ini menggarap rute perjalanan traveling menggunakan

Nature

Sail Selat Karimata 2016, Wisata Bahari yang Bakal Jaring Wisatawan

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kanan) (Ist) Gong perhelatan Sail Selat Karimata 2016 sebentar lagi bakal ditabuh. Ada empat provinsi di Indonesia yang dipastikan ikut meramaian aktivitas berbasis wisata

World Heritage

Wisata Budaya Jawa Mengajak Wisman ke Yogya

Lusi Evie Marya Budaya asli Indonesia, termasuk budaya Jawa patut diacungi jempol lantaran menjadi alasan bagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke negeri ini, selain mereka datang untuk menikmati keindahan

Culture

Sumbar yang Kaya Potensi Wisata Jadi Tuan Rumah HPN 2018

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Sumatera Barat (Sumbar) kaya akan potensi wisata alam dengan ditambah masih kuatnya nilai adat leluhur yang dipegang masyarakatnya. “Sumatera