Kunjungan Turis Malaysia akan Meningkat ke Lombok

WhatsApp Image 2017-10-21 at 21.17.58

Presiden Jokowi didampingi Menteri Pariwsata Arief Yahya (mengenakan Batik) (Ist)

Sikap tegas yang disampaikan Presiden Jokowi saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, Jumat 20 Oktober 2017 itu disambut gembira. Apalagi, deadline 6 bulan jika pemegang kontrak pembangunan amenitas di kawasan seluas 1.200 ha itu tidak ada actions himgga konstruksi, maka kontraknya pun akan dicabut!

“Iya, tidak ada alasan lagi untuk molor, karena target pariwisata juga makin melangit. Mandalika bisa menjadi atraksi dan sekaligus simpul amenitas pendukung NTB,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan ini.

Apalagi ke depan akses menuju ke Lombok akan semakin terbuka lebar. Adapun 3A, Atraksi, Akses, Amenitas memang tidak bisa dipisahkan dalam pengembangan destinasi dan industri. 3A itulah rumus Menpar Arief Yahya yang dijadikan patokan oleh semua destinasi dan daerah di Tanah Air.

Sejak dua tahun silam, Menpar Arief sudah mengumpulkan industri di Lombok De Praya Hotel. Termasuk dihadiri Kadispar NTB Lalu Faozal dan Ketua PHRI Hadi Faishal. “Saya masih ingat, ada 6 butir yang menjadi concern untuk mendongkrak Lombok sebagai destinasi family friendly atau halal tourism,” kata Arief Yahya.

Lombok harus punya karakter yang berbeda dari Bali. Harus memiliki brand tersendiri agar tidak selalu kena bayang-bayang Bali. Maka, dipilih wisata dengan konsep family friendly sehingga bisa menggarap pasar yang berbeda.

“Langkah pertama, dari sisi branding, memenangi World Halal Tourism Award 2015 dengan tiga penghargaan sekaligus. Tahun 2016, lebih kencang lagi, 12 awards diborong dari 16 yang dikompetisikan,” ungkap Arief Yahya. Lalu, pengembangan destinasinya, Menpar Arief membuat lighting Islamic Center di Mataram lebih keren!

Kalau malam, sudah tidak kalah dari Masjid Nabawi di Madinah. “Pemasarannya, disasar negara-negara seperti Malaysia dan Timur Tengah,” kata Arief Yahya. Lantas apa yang terjadi? “Luar biasa! Kami tumbuh pesat! Okupansi Resort sampai 86%, total resort dan city hotel, meskipun terus bertambah kapasitas kamarnya, masih di atas 65%. Terjadi kenaikan jumlah wisman hingga 24%,” aku Lalu Faozal, Kadispar NTB.

“Pak Menteri Arief membuat Lombok bergerak dengan speed tinggi! Pertama, branding wisata halalnya sangat mengena! Sekarang kami diserbu wisman dari Malaysia. Persis dengan yang dipikirkan Pak Menteri dua tahun silam saat bertemu di Hotel D’Praya,” kata Faozal.

Kedua, lanjut dia, KEK yang sudah 29 tahun ‘mati suri’ dan dihidupkan lagi di era Presiden Jokowi. Dijadikan Lombok Mandalika sebagai satu dari 10 prioritas itu membanggakan Lombok karena akan menjadi atraksi baru sekaligus menambah amenitas baru.

Ketiga, lanjut Faozal, perhatian Menpar Arief dengan Rinjani. Dari soal sampah sampai homestay, itu sangat mendorong NTB. “Apalagi Rinjani sudah diperjuangkan habis-habisan melalui Kemenpar menjadi geopark dunia yang dicatat resmi oleh UNESCo,” kata Faozal.

Ketua PHRI Hadi Faishal juga berkomentar sama. Sebagai pengelola hotel, dia paling merasakan wisman Malaysia yang semakin banyak ke Lombok. “Ini serius, silakan dicek. Nama Pak Menpar Arief Yahya itu sangat populer di Malaysia. Terutama Negeri Sembilan, Malaka dan Kinabalu. Kebetulan kami baru MoU dengan mereka, mereka sendiri yang memuji-muji Pak Menteri,” kata Hadi Faishal.

PHRI NTB baru selesai MoU, kerja sama promosi di Malaysia. “Dari pidato pihak kerajaan dan Tourism Board-nya, saya simpulkan mereka kagum dengan pemikiran dan strategi Pak Menteri Arief. Kami juga diuntungkan karena ketika kami datang, orang Malaysia sudah tahu Lombok dari promosi Kemenpar,” kata Hadi. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Nature

Lady Biker Anggun dengan Batik

Berita Foto: Kain tradisional khas Nusantara kini bisa dikenakan kapan saja oleh siapa saja, termasuk turis mancanegara dalam berbagai acara. Wanita Indonesia akan semakin terlihat menarik ketika mengenakan batik. Bahkan,

Festival

Gelar Pesona Khazanah Ramadan, NTB Bidik 5 Negara

Launching Pesona Khazanah Ramadan NTB (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung upaya pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengincar potensi kunjungan wisatawan mancanegara dari tiga negeri jiran ketika menggelar

Investments

HUT ke-23 Pelindo III, Dedikasi untuk Negeri

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memperingati hari ulang tahunnya yang ke-23 pada 1 Desember 2015. BUMN kepelabuhanan tersebut kini telah memiliki 17 kantor cabang yang mengelola 43 pelabuhan di tujuh

Tourism

Pemerintah Serius Promosikan Pariwisata Indonesia

Imelda Budiman (Ist) Dengan adanya program Wonderful Indonesia, sebenarnya saat ini pemerintah sudah sangat concern untuk memajukan berbagai wisata Indonesia secara merata. “Jadi, itu sudah merupakan upaya yang sangat bagus

Destinations

‘Mengubah Kehidupan Sosial yang Lebih Baik dengan Wisata Halal’

Penerima World Halal Tourism Awards 2016 (Ist) Kemenangan Indonesia di World Halal Tourism Awards 2016 membanggakan karena pariwisata negeri ini mampu menyabet 12 penghargaan sehingga ini menjadi modal berharga untuk mengembangkan

Heritage

Promosi Digital Tourism Efektif

Menteri Pariwwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) Promosi pariwisata Indonesia secara digital pada masa kini dinilai efektif sebab seiring semakin berkembangya tekonologi yang bisa memudahkan wisatawan bisa mengetahui destinasi wisata yang