Lari Bersama Dikna Faradiba dengan Latar Belakang Alam di Ijen Green Run 2017

2034eeca-eeaf-4bf9-9c8f-301e96b2ae92

Bupati Baynyuwangi Abdullah Azwar Anas (kaus putih) (Ist)

Destinasi wisata Banyuwangi semakin mendunia. Apalagi dengan rencana sport event yang bertajuk Banyuwangi Ijen Green Run 2017, yang akan digelar Minggu, 23 Juli mendatang.

“Ya, silakan ikut bergabung, berolahraga sambil berwisata alam,” ajak Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siara pers yang diterima patainanews.com, Selasa (18/7/2017). Tidak muluk-muluk, Menpar Arief mengajak netizen dan seluruh masyarakat untuk berpartisipasi di event cross country ini.

Treknya menantang, alamnya bagus, cuaca lagi cerah, mudah mendapatkan kombinasi antara langit biru dan pepohonan hijau di lereng Ijen, Banyuwangi. “Saya tahu betul Banyuwangi! Saya hafal betul Gunung Ijen, berkali-kali naik sampai ke Blue Fire. Karena itu saya rekomendasi untuk ikut lari di alam bebas Banyuwangi Ijen Green Run 2017 ini,” kata Menteri Arief yang sekaligus mengajak komunitas netizen mempromosikan event ini melalui hastag #PesonaIjenGreenRun.

Kegiatan sport yang akan diselengarakan di Bumi Blambangan itu adalah ajang wisata berpadu olahraga lari alam bebas (trail run) 2017 akan digelar pada 23 Juli 2017. Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, “Di Banyuwangi Ijen Run kami akan tampilkan spot cantik di sepanjang rute yang siap menyambut para pelari. Mulai dari rimbun perkebunan kopi, cengkeh, dan pinus, hutan, sungai, persawahan hingga suasana khas perdesaan. bakal seru dan menantang karena para pesertanya akan diajak menelusuri dataran dan lereng Gunung Ijen yang terkenal keindahannya”.

“Para peserta akan ditantang dengan rute tanjakan serta melintasi berbagai bentang alam kawasan Gunung Ijen Banyuwangi. Bisa dibayangkan asyiknya. Pagi hari kita berlari menaklukkan lereng Ijen sambil menembus kabut. Belum lagi mata disejukkan dengan pemandangan terasering sawah yang membentang kehijauan,” ujar Anas, sapaan akrab Bupati Banyuwangi, Selasa (18/7/2017).

Lebih lanjut Anas menjelaskan, Banyuwangi Ijen Green Run tahun ini melombakan tiga kelas, yakni 5 kilometer, 15 kilometer, 27 kilometer. Titik awal Ijen Green Run bertempat di rest area Jambu, Desa Tamansari, kecamatan Licin, Banyuwangi. Acara akan dimulai dimulai pagi hari pukul 06.00.

“Para pelari akan melintasi lereng, tanjakan curam, belantara perkebunan, hutan mahoni, lansekap sawah nan hijau, dan menyeberangi sungai dengan latar Pegunungan Ijen yang menjulang gagah. Pelari pun selain disuguhi pemandangan yang indah, mereka juga akan merasakan hawa segar udara pegunungan,” ucapnya.

Yang lebih seru, ada kejutan di even sport tourism Banyuwangi Ijen Green Run 2017. Event sport tourism ini tak hanya diikuti atlet saja lantaran Miss Southeast Asia Tourism Ambassador 2016 Dikna Faradiba juga akan mengikuti ajang sport tourism ini.

Jika ambil bagian, maka wisatawan bisa menikmati pesona kaki Gunung Ijen sambil ditemani puteri kecantikan yang sukses menyambar empat gelar Miss Tourism International (MTI) 2016. Bagi Banyuwangi, jurus pemikat ini diyakini bakal membawa impact yang sangat bagus sebab Dikna merupakan endorser yang menarik dikarenakan namanya sudah berkibar di jajaran elit putri kecantikan Asia Tenggara.

Bayangkan, Best National Costume Miss Tourism International 2016, Miss Glowing Glojas Tourism International 2016, Most Prolific in Social Media, serta Miss Southeast Asia Tourism Ambassador 2016/2017 sukses disambar Dikna di MTI 2016.

Namanya bahkan ikut nangkring di top 5 MTI 2016. Hingga saat ini, 467 pelari dari mancanegara maupun berbagai daerah di Indonesia, telah mendaftarkan diri melalui online. Mereka datang dari berbagai kabupaten/kota. Diantaranya dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Kediri, Madiun, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Denpasar, Buleleng, Badung, Jember, Pasuruan, Situbondo. Selain itu, ada peserta dari Bekasi, Tangerang, dan Palangkaraya.

Sementara dari luar negeri, peserta yang mendaftar tercatat dari Jerman, Thailand, Kenya, dan beberapa negara lainnya. Event-event serupa di Gunung Tambora, Rinjani, Bromo, Semeru, dam beberapa gunung lainnya sudah sering digelar event semacam ini.

Potensi-potensi wisatanya jadi dikenal. Ijen juga punya magnit sebagai destinasi pariwisata alam yang khas. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Heritage

Sumsel Optimistis Usung Sport Tourism

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (ketiga dari kiri) (Ist) Booth Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di ajang Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair 2018 kedatangan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)

Slideshow

Masyarakat di Asia Pasifik Merayakan Valentine’s Day

Happy Valentine’s Day (Ist) Menurut survei terbaru Mastercard bertajuk Consumer Purchasing Priorities, tahun ini akan menjadi Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) yang paling ramai dengan setengah dari masyarakat di Asia

World Heritage

Bangga Wonderful Indonesia Berkibar di Mancanegara

Kenova Arundhati selama ini mencintai Batik khas Nusantara (Ist) Branding Wonderful Indonesia diketahui semakin berkibar di kancah internasional sehingga ikut memberikan dampak positif, yakni mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara

Nature

Triathlon Semakin Digemari di Indonesia

Festival Pesona Tanjung Lesung (Ist) Olahraga triathlon rupanya kini semakin digemari di Indonesia. Penggemar olahraga yang menggabungkan renang, sepeda, dan lari ini kian berkembang di Tanah Air. Menariknya olahraga ini

Cuisine

28 April, Budi Daya Salak Birus di Tanjung Lesung

Wisata bahari seperti diving juga bisa dilakukan di Tanjung Lesung (Ist) Manajemen PT Banten West Java (BWJ) Tourism Development merencanakan pada 28 April mendatang melakukan budi daya Salak Birus kepada

Culture

Pariwisata Indonesia Butuh SDM Andal

CEO Batik Fractal Nancy Margried (Ist) Keindahan alam, termasuk potensi wisata bahari yang ada di beragam destinasi wisata di Indonesia sepertinya tak tertandingi oleh negara lain. Kendati demikian, untuk mempertahankan