Logo Dewan Pers Jangan Dijadikan Kartel Media Massa

hoax

Ilustrasi hoax (Ist)

Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) telah menjadi bagian dari verifikasi media abal-abal, media penyebar hoax dan media buzzer.

“Kami pun memantau, mengedukasi serta meyakini anggota kami bekerja secara profesional sesuai kode etik jurnalistik,” ujar SS Budi Rahardjo, Ketua FPMDI, Minggu (15/1/2017).

Karenanya FPMDI mendukung Dewan Pers dan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemberantasan media abal-abal penyebar berita palsu.

“Kami mengingatkan, sebaiknya juga diikuti dengan literasi media secara sinergis, jangan reaksional dan parsial,” ujar Budi Jojo, panggilan akrab SS Budi Rahardjo.

Upaya penyadaran melek media massa bukanberarti perusahaan media digital yang belum melengkapi standar perusahaan pers lebih jelek mutu profesionalnya.

“Banyak dari anggota kami yang belum bisa menggaji sesuai standar perusahaan pers, tapi bekerja profesional,” ujarnya. Bahkan, sebaliknya, “Kami melihat, banyak media kartel, bekerja untuk kepentingan politik tertentu saat ini.

“Anggota Forum Pimpinan Media Digital Indonesia dan Asosiasi Media Digital Indonesia terdiri dari start up (media massa kecil) yang tengah dirintis hingga perusahaan media digital yang sudah bisa menggaji jurnalis serta karyawannya sesuai upah standar upah minimum,” jelas Budi Jojo.

“Kami lindungi karena bekerja profesional, mewacanakan aspirasi masyarakat, dengan kaidah jurnalistik yang benar,” ujarnya sambil menjelaskan sikap deklarasi Forum Pimpinan Media Digital Indonesia dan Asosiasi Media Digital.

Budi Jojo menyebut, hendaknya Dewan Pers tidak terlalu mengutamakan verifikasi administrasi standar perusahaan pers dimana harus menggaji 13 setahun sesuai UMR.

Maksudnya, di era media digital kriteria media digital yang ideal jangan dengan basis usaha media massa beberapa tahun lalu. “Media digital berkembang dan teruslah mengikuti zaman,” ujar Budi Jojo mengingatkan, bahwa banyak dari anggota Forum Pimpinan Media Digital terdiri dari jaringan media konvensional cetak yang kemudian melebarkan sayap ke digital.

“Banyak juga dari kami para startup,” jelasnya. Tentu saja, lanjutnya, kami sudah paham dan taat kode etik jurnalistik, dengan standar perusahaan pers termasuk jurnalisnya sudah lulus kompetensi.

Mengenai perusahan pers yang sudah menetapkan jurnalistik berkualitas serta menjauhkan berita hoax, Forum Pimpinan Media Digital Indonesia punya catatannya.

“Jangan juga dengan adanya logo Dewan Pers, membatasi suplai dan kompetisi informasi. Kami menolak jika logo Dewan Pers menyebabkan kartel di bidang media,” ujarnya.

Ketua Forum Pimpinan Media Digital Indonesia ini setuju jika Dewan Pers memverifikasi media untuk memberantas media abal-abal.

“Bukan media kecil yang tengah dirintis tapi komitmen bekerja profesional. Karena berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara,” tutur Budi Jojo.

“Jangan jadikan logo Dewan Pers sebagai tanda kartel media,” tegasnya. Forum Pimpinan Media Digital Indonesia akan menolak monopoli berita dari kartel atau kekuatan-kekuatan pemilik modal besar.

“Kami juga membina beberapa rekan-rekan media startup yang baru merintis tapi punya komitmen bekerja profesional sesuai kode etik jurnalistik,” imbuhnya. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

About author



You might also like

World Heritage

Masyarakat NTB Apresiasi Presiden Jokowi Resmikan KEK Mandalika

LA Hadi Faishal (Ist) Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) menanti pembangunan KEK Mandalika yang sempat terbengkalai selama 29 tahun. Masa penantian yang cukup panjang itu cukup sudah dan terbayar lunas

World Heritage

Yogyakarta yang Kental akan Budaya Jawa

Wisatawan asing di Yogyakarta (Ist) Berkunjung ke Yogyakarta sepertinya tak terasa lengkap jika tak menyempatkan diri untuk bermalam, bahkan menginap satu malam. Menikmati suasana malam ketika di Yogyakarta, baik itu

World Heritage

Pastikan Ikut Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) (Ist) Kementerian Pariwisata mengajak arsitek Indonesia untuk ikut Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017. Jadi, peluang terbuka untuk desainer rancang bangun interior desain mengikuti sayembara dalam

Heritage

Menpar Arief Yahya Promosikan Kopi Indonesia di ITB Berlin

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist) Kenikmatan kopi Indonesia turut dipromosikan dalam pameran pariwisata terbesar di dunia, Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin, Jerman. Promosi dilakukan langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya

Airlines

Melihat Destinasi Wisata Indonesia Melalui Wisata Kebun Kopi

Madame Coffee Diah Ayu Olif (tengah) dalam event Ngopi dan Diskusi bersama pakar dan pemerhati kopi Indonesia dengan tema ‘Perempuan, Kopi dan Cinta’ di Jakarta, Senin (19/12/2016) (Ist) Indonesia memang

Slideshow

‘Sabang adalah Destinasi Wisata Bahari Dunia’

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dwisuryo Indroyono Soesilo (tengah) Sabang Marine Festival (SMF) 2018 dipastikan diikuti sebanyak 22 kapal yacht dari mancanegara. Event tersebut berlangsung di