Lontong Balap, Kuliner Khas Arek Suroboyo yang Legendaris

Lontong-Balap

Lontong Balap (Ist)

Setiap daerah memiliki kuliner khas. Begitu juga Surabaya. Salah satu makanan khas Kota Pahlawan ini adalah lontong balap yang sudah terkenal di mana-mana.

Jika berkunjung ke Surabaya, kurang lengkap jika tak mencoba makanan asli Surabaya yang satu ini. Lontong balap berbeda dengan makanan lontong pada umumnya.

Lontong balap dicampur dengan kecambah dan sambal petis khas Jawa Timur. Ditambah aroma kuah berwarna cokelat semakin menggoda orang untuk segera menyantapnya.

Lontong Balap adalah kuliner khas Surabaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur, khususnya ‘arek Suroboyo’. patainanews.com ketika berkunjung ke Surabaya pada Selasa (1/12/2015) juga berkesempatan mencoba lontong balap.

Jika Anda penasaran asal-usul nama lontong balap, ada banyak versi yang bisa menjawabnya. Konon, para penjual lontong balap harus adu cepat untuk tiba di tempat tujuan dan mendapat pembeli.

Sementara versi lain, dulu lontong balap tidak dijual dengan gerobak dorong. Penjualnya memakai gentong berukuran besar dan berat untuk menampung kuah dan bahan-bahan lain.

Karena gentong itu berat, maka penjualnya harus berjalan cepat seperti orang balapan. Bukan hanya itu, ada versi sejarah lontong balap yang tak kalah lucu.

Menurut beberapa orang, dulu penjualan lontong balap terpusat di satu tempat. Hanya saja, para penjual itu menggunakan alat makan secara bersamaan.

Karenanya pemakaiannya harus beradu cepat. Adapun lontong balap sudah ada di Surabaya sejak lama.   Lontong balap memang wajar membuat semua orang ingin ikut menyantapnya.

Kuah beningnya yang menjadi kecokelatan setelah dicampur kecap manis segar dinikmati saat siang maupun malam. Belum lagi isian di dalamnya.

Ada campuran tahu, lontong, dan setumpuk taoge dalam seporsi lontong balap. Satu unsur yang paling unik adalah lentho goreng. Lentho merupakan semacam tempe keras yang dibuat dari kacang tolo yang direbus dan dihaluskan.

Adonan itu kemudian diberi singkong parut, kecap, dan putih telur, lalu digoreng sampai kering. Lentho merupakan salah satu pencuri rasa di lontong balap.

Uniknya, lentho tidak menjadi lembek meski telah bercampur dengan kuah. Kuah lontong balap sendiri merupakan campuran air kaldu, bumbu, dan bawang goreng.

Penyajian lontong balap biasanya dimulai dengan menata lontong, tahu, lentho, serta tumpukan tauge.  Semua diguyur dengan kuah, ditambah kecap manis.

Terakhir, bubuhkan bawang goreng. Selain menyegarkan, lontong balap juga merupakan paduan rasa manis, asin, dan gurih.

Aromanya memang tidak terlalu kuat dan menggoda, namun begitu dicicip, segar kuahnya membuat ingin menghabiskan seporsi sampai licin tandas.

Taugenya juga masih segar. Sebagai tambahan, lontong balap juga biasa disantap ditemani beberapa tusuk satai kerang. Lontong balap bisa ditemui di banyak tempat di Surabaya.

Kuliner itu memang sudah merambah pusat perbelanjaan. Namun rasanya lebih nikmat menyantap lontong balap yang harga seporsi sekitar Rp10 ribu itu di pinggir jalan.

Bagi pencinta pedas, ada sambal petis yang membuat sensasi menyantap lontong balap lebih nikmat. (Gabriel Bobby)

 



About author



You might also like

Slideshow

Garap Wisatawan, ASITA dan JungleLand Sepakat Kerja Sama

President Director PT Jungleland Asia Claudia Ingkiriwang (kemeja putih) dan Hasiyanna S Ashadi, Ketua ASITA Jakarta menindaklanjuti dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara JungleLand dengan ASITA DKI Jakarta di JungleLand, Sentul,

Slideshow

Tanjung Lesung Berbagi dengan Sesama

Karyawan Tanjung Lesung Sarah Saki secara simbolis menyerahkan donasi kepada anak-anak panti asuhan Putra Nusa (Ist) Karyawan PT Banten West Java (BWJ) yang mengelola destinasi wisata Tanjung Lesung di Banten

Slideshow

Wisatawan ke Sanrobengi Lihat Sumur Jodoh

  Pulau Sanrobengi (Ist) Wisatawan asal Jepang dan turis dari Tiongkok suka mengunjungi Pulau Sanrobengi di Takalar, Sulawesi Selatan. Mereka datang untuk melihat pasir putih dan sumur jodoh yang ada

Culture

Membanggakan, ‘Wonderful Indonesia’ Berjaya di India

Logo ‘Wonderful Indonesia’ (Ist) Country branding ‘Wonderful Indonesia’ menyabet penghargaan dari Outbond Travel Mart (OTM) di Mumbai, India. Padahal selama ini tidak ada penerbangan langsung dari India ke Indonesia, baik

SightSeeing

4 Agustus, Traveling Sendiri ke Yogyakarta dengan Kereta Wisata

Wisatawan bisa traveling dengan Kereta Wisata (Ist) Mulai 4 Agustus mendatang, wisatawan yang ingin traveling ke Yogyakarta dengan menggunakan layanan Kereta Api Wisata sudah bisa digunakan tanpa harus melakukan carter

Slideshow

Polygon Peduli Lingkungan Indonesia

Polygon bersama komunitas Sea Soldier melakukan campaign ‘No Polution’  (Ist) Ekonomi global serta tuntutan pasar mendorong industri untuk melakukan pendekatan bisnis yang berbasis lingkungan. Interaksi antara bisnis dan lingkungan pada