Lulusan SD Membangun Warteg Kharisma Bahari untuk Angkat Derajat Warteg

kuliner warteg

Kuliner di Warteg Kharisma Bahari (Ist)

Hanya bermodalkan ijazah sekolah dasar (SD) tak membuat sosok pria yang terbilang masih muda asal Tegal, Jawa Tengah ini menyerah pada kenyataan hidup di kota besar, Jakarta.

Adalah Sayudi, lulusan SD ini bekerja keras membangun usaha warung tegal (warteg) Kharisma Bahari. Ya, ijazah SD bukanlah penghalang bagi Yudika, begitu ia biasa disapa, untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Sebelum memulai usaha warteg, Yudika sempat menjadi pedagang asongan di Terminal Pulo Gadung. Didukung istri tercinta, ia akhirnya berhenti berjualan di terminal saat membuka warteg pertamanya dengan meminjam modal dari sang mertua.

Bapak tiga anak ini mengaku tertarik dengan ide sang istri karena ia menilai keluarganya memiliki dasar untuk usaha tersebut. Ia pun mendirikan Warteg MM.

Di kemudian hari, warteg itu berganti nama beberapa kali hingga akhirnya berganti nama menjadi Warteg Kharisma Bahari. “Nama Kharisma itu didapat tidak sengaja, tiba-tiba terpikir nama itu. Menurut saya, nama tersebut tidak pasaran dan mudah diingat. Kebanyakan nama warteg itu diambil dari nama anak atau nama pemiliknya,” ucapnya ketika ditemui patainanews.com di Warteg Kharisma Bahari di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (17/12/2015).

Peran Istri Besar
Dalam menjalankan Warteg Kharisma Bahari, suami dari Khotimah menuturkan bahwa peran istrinya sangat berpengaruh penting. Berkat sang istri yang pandai memasak, bisnisnya pun maju pesat. “Orang yang sangat berpengaruh dalam usaha saya ini adalah istri saya karena berkatnya usaha ini maju. Dengan tangannya, ia bisa membuat menu makanan yang enak dan bisa diterima masyarakat,” katanya.

Ayah tiga anak ini mengatakan, semua orang yang ingin memulai membuka usaha haruslah berpikir optimistis. “Jangan takut gagal saat memulai sebuah bisnis baru meski perasaan gagal itu kita rasakan. Dalam menjalankan usaha pasti ada rintangan. Tetap optimis adalah kunci dari keberhasilan,” ujarnya.

Dalam menjalankan usahanya, Yudika senang jika melihat para karyawannya lebih sukses dari dirinya. Saat ini banyak karyawannya yang mampu membuka usaha secara mandiri. Bagi Yudika karyawan bukanlah sebagai bawahan, namun sebagai rekan kerja.

“Orang yang sukses itu adalah orang yang bisa bermanfaat untuk orang lain,” tutupnya.

Diminati Orang Asing

Selama ini Tegal dikenal lantaran banyaknya warga setempat yang merantau ke sejumlah kota, termasuk Jakarta untuk membuka warteg sehingga perputaran uang di Tegal pun menjadi dinamis dengan adanya pengusaha warteg tersebut.

Dan, di Jakarta yang terkenal adalah Warteg Kharisma Bahari. Adalah Sayudi yang berani tampil beda mengembangkan Warteg Kharisma Bahari. Yudika menjelaskan bahwa dirinya mengembangkan Warteg Kharisma Bahari dengan konsep warteg yang bersih.

“Warteg Kharisma Bahari adalah pelopor warteg bersih di Jakarta,” ucap bapak tiga anak ini. Adapun kesan warteg selama ini kumuh sehingga hanya dari kalangan menengah ke bawah saja yang mau menikmati kuliner ala warteg.

Suami dari Khotimah ini pun menerapkan konsep warteg bersih untuk mengubah image warteg kumuh sehingga kini mulai diminati berbagai kalangan, termasuk orang asing yang ada di Jakarta.

“Banyak ekspatriat yang bekerja di Jakarta, khususnya di kawasan Jakarta Selatan yang memilih makan di Warteg Bahari,”ujarnya. Tak hanya itu, lanjutnya, sudah ada sejumlah wisatawan asing yang tengah berkunjung ke Jakarta juga tertarik untuk menikmati kuliner di Warteg Kharisma Bahari.

Yudika mengakui memang belum terlalu banyak turis asing yang ada di Jakarta yang mau makan di Warteg Kharisma Bahari. “Kuliner di Warteg Kharisma Bahari beragam yang bisa mencapai 50 jenis menu. Dan, itu bisa saja dikembangkan oleh mitra Warteg Kharisma Bahari sehingga kini mulai banyak pekerja asing dan turis mancanegara (wisman) yang lagi ada di Jakarta menikmati kuliner khas Warteg Kharisma Bahari,” paparnya.

Pria yang telihat bersahaja ini mengatakan bahwa Warteg Kharisma Bahari saat ini ada di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Depok.

“Omzet di Warteg Kharisma Bahari ada yang mencapai Rp5 juta dalam sehari,” tuturnya. Yudika menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada respons dari pemerintah kabupaten Tegal untuk bersinergi dengan Warteg Kharisma Bahari dalam mempromosikan aneka potensi wisata yang ada di Kabupaten Tegal, seperti wisata alam, wisata bahari, wisata sejarah dan religi, serta tentunya wisata kuliner.

Seperti diketahui, pemerintah tengah bekerja keras dalam upaya merealisasikan target Presiden Jokowi bisa mendatangkan 20 juta wisman ke Indonesia hingga 2019 mendatang. Sebagai putra daerah yang tergolong sukses di Jakarta, ia berharap Bupati Tegal Ki Enthus Susmono tertarik untuk bisa melibatkan Warteg Kharisma Bahari dalam upaya mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Tegal sehingga wisatawan asing dan turis domestik tertarik untuk datang ke Kabupaten Tegal.

Angkat Derajat Warteg

Yudika mengaku bersyukur Warteg Kharisma Bahari semakin berkembang. Menurutnya, keberhasilan Warteg Kharisma Bahari mengangkat derajat warteg sehingga tidak dipandang sebelah mata lagi oleh masyarakat.

Ia juga bersyukur pihak perbankan nasional kian percaya dengan keberadaan Warteg Kharisma Bahari dalam kerja sama, termasuk mengenai permodalan.

Yudika pun berharap bisa ada perhatian dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam peningkatan kualitas Warteg Kharisma Bahari. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Investments

Bedah Buku Crazy Marketing Dorong Pelindo III Berpikir Out of The Box

Dirut PT Pelindo III Ari Akshara (kemeja putih) (Ist) Manajemen PT Pelabuhan Indonesia III menyelenggarakan kegiatan bedah buku berjudul D’Gil! Marketing Think Like There Is No Box. Buku yang ditulis Ahmad

Hotel

Mengembangkan Destinasi Wisata Bahari Pantai Angsana, Mensejahterakan Masyarakat Desa Angsana

Wisatawan bisa snorkeling di Karang Anjir di kawasan Pantai Angsana untuk melihat terumbu karang dan biota laut lainnya (Ist) Destinasi wisata bahari Pantai Angsana di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan rupanya

Destinations

Batik Fractal Kebanggaan Indonesia, Hari Pahlawan Menang di Brasil

Presiden Jokowi ketika mengunjungi booth Batik Fractal di Bandung (Ist) Batik Fractal yang menjadi wakil Indonesia di Brasil menang dalam ISIF Asia Award 2015. Dan, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan

Festival

Wartawan Jepang Terpukau Banyuwangi

Wartawan Jepang menyusuri destinasi wisata Banyuwangi (Ist) Banyuwangi di Jawa Timur kembali menjadi sorotan dunia. Ada 18 media massa Jepang yang sedang mengarahkan liputannya ke kabupaten berjuluk Sunrise of Java

Slideshow

Pemprov Jateng Kembangkan Wisata Bahari

Teluk Penyu di Cilcacap Wisata bahari menjadi andalan pemerintah sejak Presiden Jokowi menargetkan mendatangkan sebanyak 20 juta wisatawan asing ke Indonesia. Karenanya pemerintah provinsi Jawa Tengah (Jateng) pun giat mengembangkan