Madrim Menanti Dukungan Menteri Pariwisata Promosikan Kopi Indonesia

Madrim sunda

Madrim Kusumah Andhini (Ist)

Oktober sepertinya menjadi bulan yang istimewa bagi pencinta kopi di Tanah Air.  Dimulai pada 1 Oktober lalu yang sudah ditetapkan sebagai Hari Kopi Internasional.

Dan, seorang pelaku bisnis kopi nasional, Madrima Kusumah Andhini pada 13 Oktober diundang KBRI Doha untuk mengikuti kegiatan ‘My Coffee My Identity’ di Doha Qatar pada bulan depan.

Karenanya Madrim berharap adanya dukungan dari Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ya, perempuan berparas cantik ini tengah menanti adanya dukungan dari Menteri Pariwisata untuk rencana keikutsertaannya di event di Doha pada 5 hingga 9 November mendatang.

Madrim menjelaskan, undangan yang ia terima dari KBRI Doha tembusannya untuk Menteri Luar Negeri dan Menteri Pariwisata. Menurutnya, peran pemerintah memang tak pernah bisa dilepaskan dalam pengembangan pariwisata Indonesia hingga ke mancanegara.

Kendati demikian, lanjutnya, pemerintah sepertinya tidak bisa berjalan sendiri sehingga diharapkan pemerintah mau mendukung apa yang dilakukan anak bangsa untuk mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.

“Karenanya dukungan Menteri Pariwisata Arief Yahya tak bisa dipungkiri sangat berarti sehingga sangat dibutuhkan untuk pengembangan wisata kopi di Tanah Air dan mempromosikan kopi asal Nusantara di pasar internasional, termasuk bagi pelaku bisnis kopi Indonesia yang akan ikut dalam ajang International Expo Coffee di Doha, Qatar,” urainya.

Ketua DPD Institut Lembang Sembilan (L9) ini ketika dihubungi patainanews.com baru-baru ini menuturkan bahwa pihak KBRI di Doha telah mengundang dirinya untuk mengikuti International Expo Coffee di Doha pada bulan depan.

Madrim yang juga Brand Ambassador of Wallonia-Belgia menjelaskan bahwa Institut L9 dibentuk oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan teman-teman JK di kediaman Jusuf Kalla di Jalan Lembang No 9 Jakarta.

Ia berharap adanya dukungan dari Menteri Pariwisata untuk dirinya bisa sukses dalam ajang tersebut lantaran membawa nama Indonesia dalam kegiatan berkelas dunia.

“Ini juga peluang untuk mengangkat kopi Indonesia di dunia,” ujar Madrim yang juga CEO Kopi Luwak Ratu ini. Madrim, sapaan akrab perempuan berparas cantik ini, mengatakan bahwa kegiatan serupa juga akan diadakan di Dubai.

“Pergerakan saya selama ini ke beberapa negara, baik dengan pemerintah maupun inisiatif pribadi karena ingin membuka pasar yang lebih besar untuk produk-produk UKM dan juga untuk mempromosikan nama Indonesia di mata internasional agar lebih dikenal,” paparnya.

Sebelumnya Madrim juga meminta dukungan dari Arief Yahya bagi pelaku bisnis kopi di Indonesia yang giat memperkenalkan kopi Indonesia di pasar internasional agar wisata kopi di dalam negeri bisa berkembang sehingga menarik minat wisatawan asing semakin banyak berkunjung ke negeri ini.

“Menteri Pariwisata Arief Yahya perlu memberikan dukungan terhadap wisata kopi di Indonesia dengan memberikan perhatian kepada perkebunan kopi di Tanah Air,” katanya.

Madrim menuturkan, wisatawan asing, seperti dari Eropa tak hanya sebatas menikmati kopi asli Indonesia di negeri mereka masing-masing, namun wisatawan dari Benua Biru ini juga bisa berkunjung ke negeri ini agar bisa langsung menikmati kopi khas Nusantara.

Menurut Madrim, wisata kopi di Indonesia dalam bentuk paket wisata perlu ditingkatkan untuk menarik kunjungan wisatawan. Hal tersebut ditengarai potensi wisata kopi Indonesia yang besar.

“Wisata kopi di Indonesia sudah dilirik wisatawan, termasuk turis asing tapi perlu ditingkatkan lagi. Belum ada paket wisata yang khusus wisata kopi Indonesia,” ucapnya.

Adapun Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia dengan kebun kopi yang tersebar di penjuru Nusantara. Sebagai bagian anak negeri, Madrim diketahui tengah berjuang untuk mempopulerkan Indonesia di mata dunia.

Tak sia-sia lantaran dirinya kini dipercaya sebagai Brand Ambassador of Wallonia-Belgia, yakni Duta Perdagangan Indonesia-Belgia agar bisa membawa beragam produk asal Indonesia berani menembus pasar Eropa dan internasional, termasuk kopi khas negeri ini.

“Belgia itu menjadi ibu kota Uni Eropa. Jadi, peran Belgia kini semakin kuat sehingga Indonesia perlu juga masuk pasar Eropa,” katanya. Ia mencontohkan kopi asal Indonesia diminati masyarakat Eropa.

“Kini tergantung respons seberapa besar kesadaran kita menjadikan kopi khas Nusantara sebagai komoditi asal Indonesia,” ucapnya. Madrim menuturkan bahwa sudah saatnya menjual kopi khas Indonesia dalam bentuk jadi, bukan lagi biji kopi mentah.

Menikmati Kopi Indonesia

Indonesia diminati wisatawan asing tak hanya sebatas keindahan alam saja, namun kekayaan kuliner negeri ini juga membuat lidah warga dunia ingin terus mencoba yang khas Nusantara. Rupanya kopi luwak diminati di Eropa.

Menurut Madrim, nasi goreng, sate, dan kopi luwak begitu terkenal di luar negeri. Ia mengatakan bahwa sate, nasi goreng dan kopi luwak adalah ikon kuliner khas Indonesia.

CEO Kopi Luwak Ratu ini mengemukakan bahwa dirinya mulai tertarik memperkenalkan kopi asal Indonesia, khususnya kopi luwak sejak 2011 silam melalui Maroko yang dikenal sebagai pintu gerbang masuk ke Afrika dan Eropa.

Ia menuturkan bahwa pada 2013 lalu ia kembali ke Maroko dengan dukungan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. “Kopi luwak asal Indonesia semakin dikenal di Eropa. Setelah masyarakat Eropa semakin banyak yang menyukai kopi luwak Indonesia, maka biasanya mereka akan bertanya dan mencari jenis kopi lain dari Indonesia. Jadi, mereka bisa saja berkunjung ke Indonesia untuk mencoba jenis kopi yang lain dari Indonesia itu,” paparnya.

Madrim berharap adanya dukungan yang besar dari pemerintah dalam berbagai hal sehingga kopi luwak asal Indonesia semakin dikenal di Eropa. “Tidak mudah memperjuangkan kopi luwak Indonesia sebagai bagian kuliner asal negeri ini yang semakin diminati di Eropa. Karenanya saya sadar perlu dukungan dari pemerintah agar kopi luwak semakin digemari di Eropa,” ucapnya. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Slideshow

Mengenal Bunda Maria, Bunda Segala Suku di Indonesia

Maria, Bunda Segala Suku di Indonesia (Ist) Sosok Bunda Maria yang selama ini dikenal di seluruh dunia sebagai Bunda Segala Bangsa ternyata juga bisa diwujudkan di Indonesia sebagai Bunda Segala

SightSeeing

Sentuhan Modern, Batik Fractal Serius Masuk Pasar Dunia

  Setelah diterima di pasar dalam negeri dan memutuskan untuk masuk pasar internasional lantaran banyak dicari wisatawan mancanegara ketika berkunjung ke Indonesia, maka manajemen Batik Fractal pun semakin serius memikirkan

Festival

Nihi Sumba Island Terpilih Hotel Terbaik Dunia 2017

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kiri) (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya didampingi Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole dan Managing Partner Nihiwatu James McBride bersama menyampaikan terpilihnya Nihi

All About Indonesia

Cesbbi Semakin Eksis ke Malaysia

Cessbi (Ist) Traveling ternyata bisa menciptakan peluang bisnis. Ya, bermula dari suka traveling bersama keluarga keliling berbagai destinasi wisata di Indonesia menimbulkan ide bisnis bagi Ayu Hermanu. Sosok satu ini

Slideshow

Pesona Kota Lama Semarang Memikat Wisatawan

Gereja Blenduk di Semarang (Ist) Semarang kaya akan destinasi wisata dan tetap mempertahankan budaya khas Jawa. Destinasi wisata yang terkenal di Semarang, seperti Kelenteng Sam Poo Kong yang banyak dikunjungi

Travel Operator

Kolaborasi Tanjung Lesung dan Tex Saverio untuk Kemanusiaan

Model memeragakan hasil karya Tex Saverio di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta (Ist) Destinasi wisata Tanjung Lesung yang ada di Pandeglang, Banten bersama Tex Saverio, desainer muda asli Indonesia ikut