Mahasiswa Poltekpar Memilih Jadi Entrepreneur

WhatsApp Image 2017-06-03 at 12.57.23 (1)

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) saat ground breaking Poltekpar Palembang (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya betul-betul memikirkan masa depan mahasiswa Politeknik Pariwisata Negeri (Poltekpar), terutama yang berminat menjadi entrepreneur atau berwira usaha di sektor pariwisata.

“Saya minta 10% lulusan semua sekolah tinggi di bawah Kemenpar untuk dididik menjadi entrepreneur,” kata Menpar Arief saat ground breaking Poltekpar Palembang, 31 Mei 2017.

“Jangan khawatir, saya akan dampingi kalian agar bisa bersaing dalam bisnis di bidang pariwisata! Saya akan buat incubator buat anak-anak yang serius mau merintis bisnis. Karena hanya dengan cara ini bisa menaikkan kesejahteraan pelaku industri pariwisata,” kata Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Memang, sebut Menteri Arief, 100% lulusan sekolah pariwisata itu terserap oleh pasar. Sudah terjamin bakal mendapatkan pekerjaan, seperti di hotel, restoran, cafe, travel agent, dan sebagainya. Ada 40% yang langsung ditawari pekerjaan ke luar negeri.

Sementara sisanya 60% di dalam negeri. Namun, lanjut Menpar Arief, gajinya tidak sebesar industri financial seperti perbankan, pertambangan minyak dan gas, properti atau di dunia telekomunikasi. Rata-rata GM hotel itu Rp75 juta hingga Rp100 juta per bulan atau Rp1,2 M setahun.

“Jauh jika dibandingkan Telco yang CEO-nya bisa Rp10 M sampai Rp12 M setahun. Karena itu harus dengan entrepreneur, angka itu bisa dikejar,” jelas Arief. Tiga poin penting dalam sambutan Menpar Arief Yahya dihadapan mahasiswa Poltekpar, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Deputi Bidang Kelembagaan Kepariwisataan Ahman Sya, Kadispar Sumsel Irene Camelyn Sinaga, Ketua STP Bandung Anang Sutono, Ketua Poltekpar Palembang Komang, dan beberapa pejabat di Sumsel.

Pertama, dia berharap Poltekpar kelak menggunakan global standart. Kalau ingin menjadi global player, harus menggunakan global standart. “Minimal MRA, Mutual Recognition Arrangement, atau standart regional ASEAN, dan tersertifikasi. Sehingga lulusan Poltekpar bisa bekerja di Singapura, Malaysia, Thailand, dan negara lainnya,” ujarnya.

Idealnya, lanjut Menpar Arief menggunakan standart TedQual Certification. Yakni Tourism Education Quality yang sudah diberi label UNWTO. United Nation World Tourism Organization. Kedua, Poltekpar Palembang ini punya empat jurusan, yakni kuliner, divisi kamar, tata hidang dan pengelolaan event atau acara.

“Saya minta khusus Palembang ini ada Program Studi Sport Event atau Sport Tourism, karena Sumsel sudah ditetapkan sebagai Provinsi Sport Tourism sehingga punya laboratorium sebesar Jakabaring Sport Center 325 hektar ini,” kata Arief Yahya. Luasan itu setara dengan Nusa Dua Bali, 350 hektar.

Ketiga, Menpar Arief berharap lebih banyak mahasiswa yang merencanakan untuk menjadi entrepreneur. Saat ini, peminat calon mahasiswa pariwisata di bawah sekolah Kemenpar ini ada 21.000. Yang diterima kapasitasnya hanya 3.000. Berarti komposisinya sudah bagus, makin diminati, masih dipandang “menjanjikan” oleh publik.

“Saya sudah menghitung, kemarin jumlah lulusan STP Bandung sebagai contoh, ada 4000 mahasiswa, lalu diadakan job fair, pekerjaan yang kosong dan siap diisi, jumlahnya 15.000. Jadi jumlah job opportunity nya jauh lebih besar daripada lulusan mahasiswanya,” lanjut Arief Yahya.

Jadi, kata dia, jika hanya ingin menjadi pegawai, jangan khawatir, Anda terserap 100%. Saya hanga ingin 10% nya bekerja sendiri sebagai entrepreneur,” kata Arief Yahya. Sedangkan Gubernur Alex Noerdin menyebut 2018 Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games.

“Saya ingin anak-anak Poltekpar nantinya yang menjadi liaison officer,” sebut Alex. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Destinations

Long Weekend ke Palembang Nonton Musi Jazz Palembang

Musi Jazz Palembang (Ist) Pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) jeli melihat waktu. Memanfaatkan libur long weekend, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel kabarnya akan menampilkan Dwiki Dharmawan, Lea Simanjuntak, dan Rizky

Hotel

Pavilion Indonesia di PATA Travel Mart 2016 Menarik Perhatian

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kanan) memimpin media briefing PATA Travel Mart 2016 yang dihadiri wartawan media massa nasional dan media massa internasional dari berbagai negara (Ist) Menteri Pariwisata

Festival

Kehabisan Tiket Pesawat ke Sumatera, Jangan Khawatir Naik Bus ALS Saja

Bus ALS (Ist) Libur Lebaran 2018 sudah di depan mata tapi wisatawan sudah kehabisan tiket pesawat untuk pulang ke rumah yang ada di Pulau Sumatera? Jangan khawatir. Tenang saja, moda

Airlines

Masyarakat Bali yang Terbuka Disukai Wisman

Peni Cameron (kaus kuning) (Ist) Bali selama ini memang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara (wisman) ketika mereka berkunjung ke Indonesia. Beragam potensi wisata, budaya dan kearifan lokal yang ada di

Destinations

Gratis Masuk Jungleland dengan Taksi Blue Bird

Amelia Nasution, Marketing Director PT Blue Bird (kiri) dan Darsono, Direktur PT Jungleland Asia Traveling ke Jungleland kini bisa gratis dengan menggunakan taksi merek Blue Bird. Ya, Jungleland secara resmi

Airlines

Wonderful Noon Kibarkan Joglosemar

Peserta Wonderful Noon (Ist) Agenda Kementerian Pariwisata yang melibatkan penggiat digital selalu sukses berkibar jadi trending topic nasional. Setelah GenPi Jateng dan GenPi Aceh, Rabu (3/5/2017), giliran blogger, vlogger dan