Malang Raya Didorong Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kiri) (Ist)

Malang Raya yang mencakup Kabupaten Malang, Lumajang, Kediri, dan sekitarnya di Jawa Timur didorong untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia demi mendukung lebih banyak terwujud destinasi alternatif selain Bali.

Upaya pengembangan Malang Raya sebagai destinasi wisata kelas dunia diwujudkan melalui berbagai strategi dan sinergi antar berbagai pemangku kepentingan. Tiga unsur utama pendukung pariwisata yakni 3A atraksi, amenitas, dan aksesibilitas di antaranya fasilitas bandara ditingkatkan menjadi bandara internasional.

“Bila saat ini ada bandara internasional Juanda di Sidoarjo nanti akan didukung dua bandara besar di Kediri dan Bandara Abdul Rahman Soleh di Pakis Malang yang ditingkatkan menjadi bandara internasional,” kata Menpar Arief Yahya ketika me-launching Malang Beach Festival (MBF) 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa (19/3/2019).

Menpar Arief Yahya didampingi Wakil Bupati Malang M Sanusi pada kesempatan itu menjelaskan, Malang Raya didukung oleh kawasan wisata kelas dunia yakni kawasan wisata Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (BTS) dikelola oleh Badan Otoritas Pariwisata (BOP) BTS dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Singosari di Kabupateh Malang yang ditargetkan dapat dikunjungi 1 juta wisatawan.

“Kawasan wisata TN BTS di Kabupaten Lumajang dan Malang ini dikenal sebagai biosfer dunia dan banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. BTS telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Jumat (22/3/2019).

Untuk atraksi di Malang Raya, menurut Arief Yahya, sudah tidak diragukan lagi dengan terselenggaranya secara rutin festival budaya masyarakat Tengger Kasodo, Malang Flower Festival yang sudah masuk dalam daftar 100 Calender of Event Wonderful Indonesia, dan Malang Beach Festival yang segera menjadi event unggulan kelas dunia.

Sementara Wakil Bupati Malang M Sanusi mengatakan, MBF menjadi ikon baru pariwisata Kabupaten Malang. “MBF 2019 menyajikan event olahraga wisata pantai dan wisata budaya yang digelar di lima lokasi pantai unggulan pada September hingga November 2019 mendatang,” katanya.

Penyelenggaraan MBF 2019, kata M Sanusi, akan diawali dengan perhelatan ‘petik laut ‘ yang berlangsung di Pantai Sendangbiru pada 27 September mendatang. Sehari kemudian pada 28 September 2019 digelar Kirab Budaya yang berlangsung di Pantai Ungapan.

“Seperti tahun sebelumnya, gelaran acara Kirab Budaya ini untuk merayakan hari jadi Kabupaten Malang,” katanya. Adapun kegiatan MBF 2019 dimeriahkan dengan acara Malang Beach Cullinary dan Malang Beach Run yang akan berlangsung di Pantai Nganteb pada 12 Oktober 2019. Acara yang sangat istimewa dari MBF tahun ini adalah Malang Night Surfing yang akan berlangsung di Pantai Wediawu pada 2 November 2019. Hal ini akan menarik apalagi karena Spot night surfing masih langka di Indonesia yakni hanya ada di Bali dan Pantai Wediawu, Kabupaten Malang.

Dari seluruh rangkaian acara MBF 2019 akan ditutup dengan event paralayang yang akan berlangsung di Pantai Modangan pada 23 hingga 25 November 2019. “Paralayang ini akan start dari penggungan sekitar Lawang dan mendarat di Pantai Modangan, Kabupaten Malang. Kegiatan paralayang ini bisa dilaksanakan di malam hari saat terang bulan. Kegiatan para layangan seperti di dunia hanya ada di Selandia Baru dan Malang sehingga layak menjadi event internasional,” katanya.

Menpar Arief Yahya mengingatkan untuk menjadikan event sport tourism seperti Malang Beach Fesival maka harus memperhatikan 5 C yakni culture value, commercial value, commitment CEO, communications value, dan continuing. “Sport tourism memiliki kelebihan dari media value sehingga menjadi ajang promosi yang sangat efektif,” kata Menpar Arief Yahya.

Kabupaten Malang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Provinsi Jatim. Dari 367 event yang akan digelar di Jatim pada tahun ini, ada sekitar 10 event unggulan dari daerah Malang Raya.

Event yang digelar sepanjang tahun itu diharapkan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jatim yang tahun ini ditargetkan mencapai 1 juta kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) dan 55,76 juta wisnus (wisatawan nusantara) atau meningkat dibandingkan capaian kunjungan pada 2018 sebanyak 830.968 wisman dan 70,27 juta wisnus. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Hotel

Kepulauan Seribu Promosi Wisata Lewat Film Layar Lebar

Suasana di Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu  Sebagai upaya mempromosikan potensi wisata dan kearifan lokal yang ada di Kepulauan Seribu, maka pemerintah daerah Kepulauan Seribu akan membuat film layar lebar

SightSeeing

Amazing Hotel Siap Sukseskan ASIAN GAMES 2018

Logo ASIAN GAMES 2018 (Ist) Manajemen Amazing Hotel Management (AHM) tampak antusias untuk ikut mensukseskan penyelenggaraan ASIAN GAMES 2018. Adapun Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan

World Heritage

Promosi Digital Tourism Efektif

Menteri Pariwwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) Promosi pariwisata Indonesia secara digital pada masa kini dinilai efektif sebab seiring semakin berkembangya tekonologi yang bisa memudahkan wisatawan bisa mengetahui destinasi wisata yang

Tourism

Mengenang Pesawat T50i Golden Eagle di Lombok

LA Hadi Faishal (kiri) (Ist) Wakil Ketua PHRI NTB LA Hadi Faishal mengaku bersedih dan mengucapkan turut berduka cita terhadap musibah kecelakaan pesawat tempur T50i Golden Eagle di Daerah Istimewa

Airlines

Sungailiat Triathlon Diminati Peserta Mancanegara

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) 18 negara dipastikan mengikuti event Sungailiat Triathlon 20!6 di Bangka, Bangka Belitung. Adapun event akan digelar Sabtu (23/4/2016) di Sungaliat sekaligus menyambut HUT ke-250 Kota

Cuisine

1 Oktober, Indonesia Siap Sambut Hari Kopi Internasional

Kopi Luwak Ratu (Ist) Masyarakat Indonesia diketahui termasuk penggemar kopi. Karenanya negeri ini siap menyambut Hari Kopi Internasional nanti 1 Oktober. Menjadi kebanggaan dengan perayaan Hari Kopi Internasional lantaran kopi