Malaysia, Parameter Pariwisata Indonesia

rakornas

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya dinilai menjadikan Malaysia sebagai parameter agar pariwisata Indonesia bisa berkembang dan semakin banyak wisatawan asing yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata Nusantara yang beragam dan tersebar di Tanah Air

Ya, tentunya bukan tanpa alasan Menteri Pariwisata Arief Yahya ingin pariwisata negeri ini bisa mengalahkan negeri jiran, Malaysia tahun depan.

“Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadikan Malaysia sebagai parameter agar pariwisata Indonesia bisa berkembang dan semakin banyak wisatawan asing yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata Nusantara yang beragam dan tersebar di Tanah Air,” kata Riyan Bahriyansyah, Sekretaris ASITA DKI Jakarta kepada patainanews.com di sela-sela pembukaan International Halal Travel Fair (IHTF) 2016 dan Rakernas I ASITA di Lombok, Rabu (21/9/2016).

Riyan menjelaskan bahwa jika tidak ada parameter, maka pemerintah tidak bisa mengetahui sudah sejauhmana perkembangan pariwisata Indonesia dan memang diperlukan lawan yang tangguh untuk mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Adapun pemerintah menjadikan Malaysia dan Thailand menjadi lawan tangguh untuk merangsang pariwisata Indonesia berkembang.

Menariknya Wonderful Indonesia sudah sering mengalahkan Truly Asia Malaysia dalam berbagai event internasional sehingga tidak tertutup kemungkinan tahun depan pariwisata Indonesia bisa menyalip Malaysia.

Kendati demikian, Arief Yahya mengakui saat ini Wonderful Indonesia masih belum bisa mengalahkan Amazing Thailand. Riyan memberikan apresiasi pemerintah yang terus mempromosikan pariwisata Indonesia hingga ke mancanegara. 

Riyan yang juga CEO BEEHOLIDAY ini menuturkan bahwa ASITA dan asosiasi pariwisata lainnya bersama industri pariwisata nasional mendukung upaya pemerintah tahun depan pariwisata Indonesia bisa mengalahkan Malaysia.

Riyan mengakui strategi cerdas Arief Yahya untuk bisa mengalahkan pariwisata Malaysia pada 2017 mendatang memberikan semangat positif bagi dunia pariwisata nasional.

Ia mengakui Menteri Pariwisata Arief Yahya adalah orang pintar yang memiliki strategi khusus dalam memajukan pariwisata Indonesia.

“ASITA dan organisasi pariwisata lainnya bersama pelaku bisnis pariwisata Indonesia membangun sinergi dengan pemerintah supaya pariwisata Indonesia berkembang guna mencapai target pemerintah pada tahun 2017 mengalahkan pariwisata Malaysia,” paparnya.

Ia menjelaskan bahwa ASITA mendukung penuh upaya pemerintah merealisasikan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta turis asing hingga 2019 mendatang. (Gabriel Bobby)

 

 



About author



You might also like

Cuisine

Batik tak Akan Pernah Dilupakan

Batik Putra Fakhrudin (Ist) Batik merupakan kain khas Nusantara yang menjadi bagian budaya Indonesia yang beragam dan telah lama berkembang dan dikenal masyarakat negeri ini. Batik adalah ekspresi budaya yang

World Heritage

Yuk Menangkan Bandara Soekarno Hatta di Skytrax World Airport Awards

Menangkan Bandara Soekarno Hatta di Skytrax World Airport Awards (Ist) Siapa yang tidak bangga jika Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta lolos ke papan 50 besar dunia? Apalagi bisa lebih fantastis

Cuisine

Menteri Pariwisata Undang Diver ke Banyuwangi

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya mengundang mereka yang suka menyelam dari mana saja untuk menyaksikan keindahan bawah laut Banyuwangi, Jawa Timur pada 21 hingga 22

Culture

‘Pantai Indonesia Lebih Bagus’

Destinasi wisata bahari di Samber Gelap, Korabaru, Kalimantan Selatan (Ist) Wisata bahari yang menjadi andalan pemerintah sebagai upaya merealisasikan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia

Cuisine

Kenapa Harus Ikut PATA Travel Mart 2016?

PATA Travel Mart 2016 (Ist) PATA Travel Mart 2016 sudah didepan mata. Kenapa harus ikut PATA Travel Mart 2016? Temukan jawabannya di https://www.youtube.com/watch?v=EHgSRZUDTrY (Gabriel Bobby)  

Culture

Tanjung Lesung Diminati Korsel

  Menteri Pariwisata Arief Yahya (batik) (Ist) Hanya dua minggu berselang setelah Presiden Joko Widodo bertemu muka dengan Presiden Korea Selatan di Seoul, 15 Mei 2016 lalu, Menteri Pariwisata Arief