Masuk Pasar Dunia Butuh Dukungan Pemerintah

nancy margried

Batik yang merupakan warisan wastra Nusantara memang digemari wisatawan asing dan telah menjadi kebanggaan warga dunia lantaran sudah diterima pasar internasional.

Kendati demikian, pemerintah dinilai tetap tak bisa lepas tangan karena para pengusaha batik nasional masih butuh perhatian dan dukungan untuk terus mengembangkan warisan wastra negeri ini.  

“Harapan pada pemerintah, ya meningkatkan infrastruktur produksi dalam negeri agar material produksi untuk batik tidak lagi harus impor,” ucap CEO Batik Fractal Nancy Margried ketika dihubungi patainanews.com, Senin (10/8/2015).

Nancy, begitu ia biasa disapa, menuturka bahwa karena masih banyak material impor sehingga produksi batik jadi mahal. “Itu mengakibatkan harga jadi kurang bersaing di pasaran internasional,” ucapnya.

Adapun Batik Fractal tengah fokus untuk pasar Amerika Serikat dan Kanada. Selanjutnya baru masuk ke negara lain.

Serius Garap Pasar Dunia

Batik Fractal rupanya serius menggarap pasar dunia sehingga berupaya bisa hadir di banyak negara lantaran batik diminati masyarakat dunia. Ya, Batik Fractal berani masuk pasar internasional, seperti Kanada karena batik ini dikenal memberikan sentuhan inovasi dalam proses desain batik.

Tak hanya itu, Batik Fractal pun juga berusaha memenuhi permintaan untuk ada di pasar Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. “Negara yang mau dituju kalau bisa sih ya semuanya. Tapi saat ini sedang fokus di Amerika Serikat dan Kanada,” tutur Nancy.

Ia mengaku bahwa kelebihan batik selama ini digemari wisatawan asing. Dan, Batik Fractal juga diminati turis asing yang berkunjung ke negeri ini. “Seperti pada sikap wisatawan pada umumnya, mereka tertarik pada batik Indonesia. Namun, khususnya untuk Batik Fractal, mereka tertarik karena adanya sentuhan teknologi dalam karya seni tradisional batik tersebut,” urainya.

Nancy menjelaskan, potensi pasar Batik Fractal sejak 2008 silam sudah menyentuh pasar global. Jadi, Batik Fractal mulai merambah pasar internasional, tak sebatas hanya ada di pasar dalam negeri saja.

“Namun, untuk mempersiapkan infrastruktur hingga bisa memasarkan produk ke pasar global dengan tersistemasi baru berjalan sejak tahun 2014. Kami bersyukur saat ini produk Batik Fractal sudah memasuki pasar ekspor dengan standar internasional,” paparnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Heritage

patainanews.com Mendukung PATA Travel Mart 2016 di ICE

PATA Travel Mart 2016 (Ist) patainanews.com mendukung penuh penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September 2016 demi

SightSeeing

Crossborder Music Festival Atambua 2019

Ajang Crossborder Music Festival Atambaua 2019 (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sukses menjaring wisatawan Timor Leste ke Indonesia lewat ajang CrossborderMusic Festival Atambua 2019 yang digelar di Lapangan Simpang Lima, Sabtu

Travel Operator

Wisman Tetap Kunjungi Bali

Wisatawan menikmati Festival Nusa Penida 2017 (Ist) Pariwisata di Bali kembali bergejolak. Festival Nusa Penida 2017 menarik minat wisman untuk hadir dan dibuat takjub dengan show spektakuler yang melibatkan 1.500

Tourism

BRI Gandeng Dwiki Darmawan Gelar Event Musik di Solo

Harmoni Pasar Klewer (Ist) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk berkolaborasi dengan Dwiki Darmawan dan Java Festival Production (JFP) menggelar event musik berskala nasional di Solo, Jawa Tengah. Event yang bertajuk

Festival

Indonesia Raya di Kereta Wisata

Penumpang menyanyikan Indonesia Raya di gerbong kelas Priority Argo Parahyangan (Ist) Dalam rangka merayakan Dirgahayu RI ke-74, direksi PT KA Pariwisata mengajak para penumpang kelas Priority Argo Parahyangan untuk meningkatkan

Festival

Homestay Kampung Warna-Warni Bejalen Bangkitkan Ekonomi Warga

Desa Wisata Bejalen (Ist) Heboh ‘Kampung Warna-Warni Kaliwerno Bejalen’ Ambarawa, Kabupaten Semarang ibarat durian runtuh bagi sedikitnya 10 homestay yang adi wilayah itu. Sejak April lalu, Desa Wisata tersebut membuat