Masyarakat Banyuwangi Sambut Baik Marina di Pantai Boom

tari gandrung banyuwangi

Tari Gandrung khas Banyuwangi (Ist)

Masyarakat Banyuwangi menyambut baik kerja sama pemerintah kabuputen Banyuwangi dan PT Pelindo III yang akan membangun marina di Pantai Boom. Komunitas Peduli Pariwisata Kabupaten Banyuwangi (KOPIWANGI) menilai adanya marina di Pantai Boom Banyuwangi yang direncanakan mulai beroperasi pada 2017 mendatang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk turis asing ke kabupaten yang disebut the Sunrise of Java ini sehingga bisa berdampak positif terhadap warga setempat, yakni ada perputaran ekonomi dari turis ke masyarakat.

Ach Haris Efendy, Ketua KOPIWANGI menjelaskan hal tersebut ketika dihubungi patainanews,com, Kamis (17/9/2015). “Menurut kami bagus juga, akan banyak kelemahan dan juga kelebihan,” katanya.

Haris menuturkan bahwa kelebihannya, disini akan ada turis serta ada perputaran ekonomi dari turis ke masyarakat. “Jadi, turis asing akan semakin banyak yang datang ke Banyuwangi dan ekonomi masyarakat akan meningkat seiring kunjungan turis asing ke Banyuwangi,” paparnya.

Sementara kelemahannya adalah jika masyarakat Banyuwangi belum siap penuh, akan ada pihak-pihak luar, bisa dari luar daerah maupun luar negeri yang mengambil keuntungan dari adanya pelabuhan ini.

Namun, lanjutnya sepertinya kelebihan lebih besar dari kelemahan. Jadi, menurut saya bagus lah ada pelabuhan marina. Seperti diketahui, Banyuwangi akan memiliki marina berkelas internasional lantaran pembangunan marina di kabupaten yang letaknya di Jawa Timur ini mengacu sejumlah marina di dunia, termasuk Marina Port Vell Yacht Club, Barcelona dan Yacht Club de Monaco, Monaco.

Keseriusan itu dilakukan manajemen PT Pellindo III yang menginvestasikan Rp200 miliar untuk membangun marina di kabupaten yang letaknya di ujung timur Jawa ini.

Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto ketika dihubungi patainanews.com, Senin (14/9/2015) menjelaskan bahwa dua marina itu adalah referensi untuk rencana marina di Banyuwangi.

“Implementasi di Banyuwangi dibuat bertahap dengan mengakomodasi budaya lokal dan pertumbuhan pasar,” ucapnya. Djarwo mengatakan, dermaga yang dibangun juga difasilitasi pendukung untuk yacht.

“Nanti akan dibangun secara bertahap,” ujarnya. Adapun kawasan Pantai Boom Marina Banyuwangi akan dibangun di area seluas 44,2 hektar, dengan konsep berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan.

Kompleks marina modern yang dibangun akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti zona marina, zona residensial, dan zona rekreasi. Pada tahun ini rencananya akan dimulai dengan pendalaman kolam untuk marina, pembuatan dinding penahan tanah serta penataan lahan untuk kawasan wisata.

Dan, tahun depan pembangunan akan dikembangkan pada pulau kecil yang ada di kawasan Pantai Boom Banyuwangi. “Untuk tahun depan resort dan marina di pulau kecil yang berada di tengah Pantai Boom akan dibangun. Ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun 2017,” kata Djarwo.

Ia juga merencanakan akan menggelar Fremantle to Banyuwangi Yacht Race & Rally pada 2017 mendatang dengan Banyuwangi sebagai tuan rumah. “Nanti akan ada 200 kapal pesiar dari berbagai negara yang akan datang di Banyuwangi,” ujarnya.

Proses pembangunan marina ini, Pelindo III melakukan komparasi kajian dengan studi banding konsep beberapa marina yang ada di dunia. Di antaranya Marina Port Vell Yacht Club, Barcelona dan Yacht Club de Monaco, Monaco.

Pembangunan marina juga akan melibatkan arsitek nasional, Ahmad Juhara. Dalam master plan pembagian kawasan tersebut akan dibagi atas zona marina, zona residensial dan zona rekreasi.

Untuk zona marina akan dilakukan di kawasan bagian barat seluas 9,6 hektar dengan luas kolam 4,75 hektar yang mampu menampung ratusan kapal pesiar. Marina ini juga akan dilengkapi shipyard dry berth eluas 2,3 hektar yang mampu menampung 75 yacht.

Zona marina juga dilengkapi repair and maintenance area, marina lounge dan hotel. Sedangkan zona residensial terdiri atas resort and villas serta zona rekreasi antara lain terdiri atas hidroponic farmland and aqua culture, visitor and education centre, camp ground, swimming and fishing pool, camp ground, kawasan retail, horse riding and restaurant, one day cruises, trekking area, promenade, landmark bridge. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Slideshow

Panggung Budaya Lokal dan Internasional

Acara wisuda di President University (Ist) President University untuk ke-11 kalinya melakukan acara wisuda, dan tahun ini mengusung tema ‘Digital Technology on Jobs, Education, and the Future of Work’, Sabtu

Festival

Vote Kezia Warouw, Menangkan Indonesia di Miss Universe 2016

Vote Kezia Warouw (Ist) Follow akun IG (Instagram) Kezia Warouw di @keziawarouw untuk mendukung Puteri Indonesia 2016 yang mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2016 yang dilangsungkan di Manila, Filipina.

Indonesiaku

Gubernur DKI Jakarta Dukung PATA Tavel Mart 2016

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di Jakarta. “Saya mewakili seluruh jajaran pemerintah provinsi DKI Jakarta mendukung penuh penyelenggaraan PATA Travel Mart

Destinations

Beragamnya Wisata Bahari di Kotabaru

Indahnya wisata bahari di Kotabaru (Ist) Jauh dari keramaian dan terlihat kesederahanaan yang menggambarkan desa di ujung barat Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan menjadi kearifan lokal yang patut jadi panutan. Tanjung

Hotel

Menteri Pariwisata Sapa 40 Pelaku Industri Pariwisata di Travex ATF 2017

Menteri Pariwisata Arief Yahya (dasi merah) (Ist) Selepas Ministrial Meeting dan Lunch Meeting dengan cruisers di Pan Pacific Hotel Singapore, 19 Januari 2017, Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung berkunjung ke

Hotel

JAS Siap Sambut ASIAN GAMES 2018

Presiden Direktur PT JAS Adji Gunawan (Ist) Penyelenggaraan ASIAN GAMES 2018 di Indonesia melibatkan tuan rumah bersama, yakni DKI Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan. Manajemen PT Jasa Angkasa Semesta Tbk