Masyarakat di Asia Pasifik Merayakan Valentine’s Day

valentine

Happy Valentine’s Day (Ist)

Menurut survei terbaru Mastercard bertajuk Consumer Purchasing Priorities, tahun ini akan menjadi Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) yang paling ramai dengan setengah dari masyarakat di Asia Pasifik berencana untuk merayakan Hari Kasih Sayang dengan makan malam istimewa (48 persen), dan memberikan hadiah kepada orang-orang yang mereka sayangi (44 persen).

Masyarakat di Tiongkok merupakan para konsumen yang sangat besar keinginannya untuk merayakan Hari Kasih Sayang dibandingkan negara-negara lainnya di wilayah Asia Pasifik, dengan tiga dari empat orang berencana untuk membeli hadiah untuk orang-orang yang mereka kasihi.

Negara-negara romantis lainnya di Hari Kasih Sayang ini meliputi Thailand (74 persen) diikuti negeri jiran, Malaysia dan Filipina dengan masing-masing 63 persen.

Disamping menjadi sebuah Hari Kasih Sayang yang amat ramai, liburan tahun ini juga akan menjadi sebuah liburan yang mewah, sebagaimana para konsumen berencana untuk menghabiskan rata-rata US$133 untuk pembelian hadiah Hari Kasih Sayang bagi orang-orang yang mereka sayangi.

Masyarakat di wilayah Greater China menjadi yang terdepan dari kelompok konsumen tersebut, dengan China (USD310) sebagai konsumen yang paling murah hati, diikuti oleh Hong Kong (USD282) dan Taiwan (USD271).

Para pria di Asia Pasifik berencana untuk mengeluarkan sekitar 25 persen lebih banyak daripada wanita untuk membeli hadiah Valentine.

Di berbagai wilayah di Asia Pasifik, kaum pria dan wanita menunjukkan cinta mereka dengan cara yang berbeda saat memilih hadiah yang akan dibeli.

Para pria lebih menyukai bunga sebagai hadiah (40 persen), sedangkan para wanita lebih memilih untuk membeli pakaian dan barang-barang yang terbuat dari kulit (28 persen).

Diantara kedua jenis kelamin (gender) tersebut, tiga hadiah teratas yang ingin dibeli pada saat Hari Kasih Sayang tahun ini adalah bunga (31 persen), pakaian dan barang-barang dari kulit (20 persen), dan perhiasan (17 persen).

Meski bunga menjadi hadiah yang paling banyak dipilih, menurut ‘Mastercard Love Index’ yang kedua tersebut dibuat dengan menganalisis transaksi kartu kredit, kartu debit, dan kartu prabayar dalam periode tiga tahun, popularitasnya mungkin tidak akan bertahan hingga tahun depan, seiring dengan penjualan bunga yang terus menurun di Asia Pasifik, terlihat bahwa terdapat penurunan sebesar 34 persen dalam transaksi antara tahun 2014 hingga 2016.

Sementara masyarakat di Asia Pasifik masih menghargai hadiah yang dipilih dengan sentuhan pribadi, dengan transaksi sebesar 85 persen yang dibuat per orang di Hari Kasih Sayang.

Siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (14/2/2017), pada waktu yang bersamaan, Mastercard Love Index juga mengungkapkan bahwa teknologi dapat membantu melesatkan panah asmara di Asia Pasifik, terlihat dari adanya peningkatan sebesar 81 persen pada penjualan online dalam tiga tahun terakhir.

Georgette Tan, Senior Vice President, Communications, Asia Pasifik Mastercard mengatakan, “Ketika tiba waktunya untuk mengekspresikan cinta pada Hari Kasih Sayang, para konsumen di Asia Pasifik masih terpaku pada hadiah-hadiah tradisional favorit mereka, termasuk bunga dan pergi ke luar untuk makan malam istimewa. Dirayakan oleh seluruh budaya, Hari Kasih Sayang terus menjadi salah satu hari Mastercard News Release Page 2 dengan pengeluaran terbesar di dunia, dimana para anak muda dan juga dewasa menikmati kegembiraan yang dikaitkan dengan hari istimewa tersebut”.

Kendati Hari Kasih Sayang menjadi satu hari yang penuh cinta, namun hari tersebut bukan menjadi hari yang diinginkan untuk melakukan pernikahan, dimana 64 persen masyarakat di Asia Pasifik tidak akan mempertimbangkan untuk melaksanakan hari pernikahan pada Hari Kasih Sayang tersebut.

Sebaliknya, orang-orang romantis di Vietnam (76 persen), China (68 persen), dan Taiwan (51 persen) percaya bahwa hari tersebut merupakan hari terbaik untuk melamar atau menerima lamaran pernikahan. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

All About Indonesia

Polygon Perkuat Posisi di Pasar Asia

Taipei International Cycle Show 2017 (Ist) Perubahan perekonomian global berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini dipengaruhi oleh gejolak politik, sosial budaya hingga teknologi. Pada akhirnya mendorong persaingan industri

World Heritage

SheTrades Workshop: Digital Marketing and E-Commerce

Irma Sustika (Ist) Womanpreneur Community (WPC), komunitas perempuan Indonesia mengenai entrepreneurship sekelas usaha UMKM mendapat kabar baik untuk menembus pasar dunia lantaran WPC menerima undangan khusus dari ITC UN (International

Travel Operator

Menteri Pariwisata Hadiri Parade Barong Ider Bumi di Banyuwangi

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya di sela-sela #MudikPenuhPesona tetap punya energi untuk beraktivitas. Dia menghadiri parade Barong Ider Bumi di Desa

Tourism

‘PR 101 Series’ H3 Jakarta

Himpunan Humas Hotel Jakarta (H3 Jakarta) (Ist) Himpunan Humas Hotel Jakarta (H3 Jakarta) pada 30 September lalu baru saja selesai menyelenggarakan acara PR 101 series ‘Hospitality PR: Optimizing Competence’ di THE

Tourism

Melihat GMT 2016 di Palembang

Ilustrasi logo Hotel Aryaduta Palembang (Ist) Hotel Aryaduta dinilai sebagai lokasi yang tepat untuk bisa mengamati gerhana matahari total (GMT) 2016 di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Hal tersebut mencuat selama

Airlines

Sumsel Incar Turis Tiongkok

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga (kanan) bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus meningkatkan daya tarik destinasi wisata yang ada di