Masyarakat Magelang Dukung Borobudur Kiblat Buddha Dunia

candi borobudur 1

Wisatawan mengunjungi Candi Borobudur (Ist)

Warga Magelang, Jawa Tengah menyambut antusias rencana pemerintah menjadikan Candi Borobudur sebagai kiblat wisata bagi umat Buddha dari seluruh dunia.

Hal tersebut disampaikan seorang warga Magelang, Joko Susilo (46) ketika dihubungi patainanews.com, Selasa (20/10/2015). “Warga Magelang mendukung rencana tersebut. Pada prinsipnya, kami mendukung upaya pemerintah agar Candi Borobudur bisa menjadi kiblat wisata bagi umat Buddha dari seluruh dunia. Sebenarnya apa pun kebijakan pemerintah pusat mengenai Candi Borobudur, kami mendukung,” tuturnya.

Joko menjelaskan bahwa dengan adanya rencana tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Magelang. Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang ingin menjadikan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang bisa menjadi kiblat wisata bagi umat Buddha dari seluruh dunia.

“Kami ingin bikin Borobudur jadi Mekkah-nya orang Buddha. Ibaratnya buat orang Islam, harus naik haji dulu sebelum meninggal,” katanya di Jakarta belum lama ini.

Menurutnya, Candi Borobudur jauh lebih indah ketimbang Angkor Wat di Kamboja. Oleh karena itu, Ramli ingin Candi Borobudur menjadi tujuan religius umat Buddha.

“Kalau orang Kristen sebelum meninggal ke Yerusalem, orang Islam naik haji dulu ke Mekkah, nah orang Buddha kudu ke Borobudur,” ujarnya. Dengan begitu, Bobobudur kemungkinan akan lebih banyak digunakan untuk kegiatan religius.

“Tapi kita harus perbaiki,” katanya. Dia juga menyinggung sejumlah upaya peningkatan pariwisata Indonesia lain, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Kepulauan Seribu di DKI Jakarta.

Menurut dia, Indonesia sudah tidak bisa lagi terus menjual Bali. “Bali itu sudah oversold. Kita perlu kembangan kawasan wisata baru dan kami menetapkan ada 10 lokasi baru,” ujarnya.

Sebanyak 10 tujuan wisata itu, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Bromo (Jawa Timur), Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Morotai (Maluku), Yogyakarta, Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Belitung (Bangka Belitung), dan Tanjung Lesung (Banten).

Pengembangan tujuan-tujuan wisata itu, menurut dia, penting dilakukan guna meraih target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019 mendatang.

“Jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia itu 10 juta orang, target kami dalam lima tahun itu 20 juta orang per tahun sehingga yang kerja langsung di sektor itu bisa meningkat dari tiga juta orang menjadi tujuh juta orang. Begitu pula, pekerja tidak langsungnya akan bisa naik dua kali lipatnya,” katanya. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

World Heritage

Dampak Erupsi Gunung Agung, Pemerintah dan Pengusaha Hotel Bersama Urus Wisatawan

Gunung Agung di Bali (Ist) Presiden Jokowi menyampaikan pesan khusus mengenai para wisatawan yang terdampak erupsi Gunung Agung di Pulau Dewata, Bali. Kepala Negara berpesan supaya mereka dilayani secara baik.

Travel Operator

Menanti Operasional Bandara Kertajati untuk Meningkatkan Kunjungan Wisman ke Jabar

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menanti operasional Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat guna meningkatkan kunjungan turis, termasuk wisatawan mancanegara (wisman) ke berbagai destinasi wisata yang

Heritage

Pariwisata Indonesia Jadi Trending Topic

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist) Nama Danau Toba nge-hits di dunia maya. Netizen dari seluruh penjuru Indonesia tak henti-hentinya bercuit di Twitter. Semua tanpa diminta, tanpa direka-reka, kompak mempromosikan

SightSeeing

Festival Keraton Nusantara XI Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Cirebon

Wisatawan di Keraton Kasepuhan Cirebon (Ist) Penyelenggaraan Festival Keraton Nusantara ( FKN ) XI memberikan dampak langsung terhadap geliat ekonomi masyarakat serta meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon, Jawa Barat

SightSeeing

Kesempatan untuk WPC Tampil di Pentas Dunia

Halal Bihalal WPC Back For Good (Ist) Womanpreneuer Community (WPC), komunitas pengusaha perempuan bernasis usaha kecfil dan menengah (UKM) semakin memperlihatkan eksistensinya sekaligus membawa nama Indonesia di kancah internasional. Ya,

SightSeeing

Hari Batik Nasional, Ayo Pakai Batik!

Hari Batik Nasional 2 Oktober (Ist) Batik, kain tradisional khas Nusantara yang merupakan salah satu bentuk kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia pada masa lalu dan sudah mulai dikenal sejak kerajaan Majapahit.