Melalui Tour de Jakarta 2016, Polygon Dukung Pengembangan Sport Tourism

polygon dukung sport tourism

Tour de Jakarta 2016 (Ist)

Tidak bisa dipungkiri, pariwisata sampai saat ini masih menjadi industri yang bisa menggerakkan ekonomi dengan cepat dan efisien. Berbagai varian pariwisata yang terus dikembangkan menjadikan sektor ini sebagai salah satu andalan dalam perekonomian daerah dan nasional, salah satunya adalah wisata olahraga (sport tourism).

Sport tourism sendiri merupakan event olahraga yang menggabungkan pariwisata dengan menonjolkan keindahan alam dan kekhasan budaya lokal.

“Sebagai bagian dari program pemerintah dalam memperkenalkan potensi destinasi wisata hingga ke khalayak mancanegara, sport tourism mampu secara efektif menjadi sarana promosi” tegas Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Tren dan perkembangan sport tourism ini yang memicu lahirnya Tour de Jakarta yang diadakan, Sabtu (30/7/2016) lalu. Tour de Jakarta sendiri merupakan ajang balap sepeda internasional yang diadakan Ikatan Penggiat Olahraga Sepeda Indonesia (IPSI) untuk mengenalkan serta melestarikan budaya dan kuliner Betawi, serta tentu saja untuk meningkatkan pariwisata di Jakarta.

Berbeda dengan pelaksanaan lomba balap sepeda yang lain, Tour de Jakarta diadakan di tengah-tengah jalanan ibu kota. Pebalap melintasi sebanyak 13 putaran di sepanjang Jalan Thamrin dan jalan Jendral Sudirman.

Tour De Jakarta sendiri tahun ini mampu menyedot perhatian  13 Tim balap sepeda dari dalam negeri dan 6 tim dari luar negeri yang telah mendapat Lisensi UCI (Union Cycliste Internationale).

Seluruh pebalap menyelesaikan 13 putaran, dimana tiap putaran akan menempuh jarak 14 km sehingga total jarak tempuh sekitar 175,5 KM. 

Tiga kategori yang dilombakan dalam event ini, yakni kategori Perorangan, Beregu, dan Intermediate Sprint. Para pebalap menunjukkan performa terbaik baik dalam tim maupun individu.

Hasil Akhir, podium pertama kategori individu dalam Tour de Jakarta 2016 kali ini ditempati Pegasus Continental Cycling Team , podium kedua Terengganu Cycling Team, dan podium ketiga oleh National Team Indonesia.

Untuk kategori Beregu, podium pertama ditempati oleh National Team Indonesia, podium kedua oleh Trengganu Cycling Team, dan podium ketiga oleh 7 Eleven- Sava RBP.

Saleh Harrif juga merupakan pemenang dalam kategori Intermediate Sprint. “Tour de Jakarta 2016 terinspirasi dari Tour de Singkarak di Sumatera Barat. Begitu pun tour balap sepeda lain seperti  lomba balap sepeda Tour de Ijen dan Tour de Flores. Kalau dulu TDJ murni lomba balap sepeda, sekarang sejak Kemenpar mendukung even ini dikombinasikan dengan tourism menjadi sport tourism seperti yang sukses dituai TdS, ” ucap Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Segmen Pasar Personal Kemenpar Raseno Arya.

Maka beberapa kesenian khas Jakarta, seperti Ondel-ondel dan Tanjidor ditampilkan sehingga menambah keseruan dalam Tour De Jakarta 2016.

Salah satu industri sepeda yang juga concern mendukung sport tourism di Indonesia adalah Polygon, yang juga merupakan salah satu yang mendukung terselanggaranya acara ini.

“Polygon saat ini memang fokus untuk mendukung sport tourism di Indonesia salah satunya melalui acara ini. Kami menyadari bahwa sektor pariwisata Indonesia memang menjanjikan sehingga akan terus mengembangkan event yang berkaitan dengan sport tourism di Tanah Air,” tegas Fendi Widhiatmoko selaku Head of Marketing Communications Polygon Bikes Indonesia dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (1/8/2016).

Polygon diketahui sejak 2012 silam juga sudah turut mendukung kegiatan Tour de Jakarta.  “Ini merupakan salah satu acara yang kita support sejak tahun 2012 terutama untuk mendukung para atlet balap sepeda dalam negeri menjadi pembalap profesional dan menjadi yang terbaik terus membanggakan Indonesia serta sarana promosi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan terhadap pariwisata DKI Jakarta,” tegas Ronny Liyanto, Direktur Polygon Bikes Indonesia. (Gabriel Bobby)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About author



You might also like

World Heritage

Cultural Identity di IFW 2018

Budaya khas Nusantara dan kearifan lokal menjadi alasan tersendiri bagi wisatawan mancanegara ketika tertarik berkunjung ke negeri ini lantaran budaya khas Nusantara dan kearifan lokal negeri ini mendukung pariwisata Indonesia.

Investments

Tiga Bank BUMN Dukung Kinerja PT Pelindo III

Logo PT Pelindo III (Ist) PT Pelabuhan Indonesia III menggandeng BNI, Bank Mandiri, dan BRI untuk meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan. Ketiga bank BUMN tersebut akan menyediakan layanan perbankan untuk memudahkan transaksi keuangan

Travel Operator

PHRI NTB Apresiasi Gubernur NTB Majukan Wisata Halal

Penyerahan Pataka PHRI dari ketua bidang organisasi BPP PHRI Maulana Yusran kepada Ketua PHRI BPD NTB Lalu Abdul Hadi Faishal sesaat setelah dikukuhkan menjadi Ketua Phri NTB preiode 2016-2021 di

World Heritage

Wonderful Indonesia Promosi di Thailand

Wakil Ketua Tim Percepatan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Budaya Kemenpar Tendi Nuralam (kanan) berbincang dengan Managing Director Global Tour Chiang Mai Jessada Owatwaroj di Furama Hotel Chiang Mai (Ist)

Festival

Korsel Kritik Menteri Pariwisata untuk Majukan Pariwisata Indonesia

Foto bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama delegasi Indonesia, termasuk Presiden Direktur PT Jababeka Tbk Budianto Liman (keempat dari kiri) dengan Minister of Culture, Sports and Tourism of Republic of

Culture

Angel Traveler Promosikan Pariwisata Indonesia di PATA Travel Mart 2017

Logo Angel Traveler (Ist) Angel Traveler, homestay berbasis masyarakat yang ada di Belitung memastikan ikut PATA Travel Mart 2017 di Makau. Kepastian ini diungkapkan Tantri Soetjipto, Pembina-Cofounder Womanpreneur Community (WPC)