Melestarikan Tenun Ikat dan Parade Pesona Kebangsaan 2017

tenun ikat

Launchig Festival Tenun Ikat dan Parade Pesona Kebangsaan 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat (12/5/2017) (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Talu dan Bupati Ende Marselinus Y W Petu meluncurkan Festival Tenun Ikat dan Parade Pesona Kebangsaan 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat (12/5/2017).

Penyelenggaaraan Festival Tenun Ikat Sumba akan berlangsung di Kabupaten Sumba Barat Daya pada Juli mendatang, sedangkan Parade Pesona Kebangsaan akan berlangsung Kabupaten Ende pada Juni 2017. Kegiatan Festival Tenun Ikat diadakan mulai 31 Mei hingga 6 Juni mendatang di Tambaloka

Menpar Arief Yahya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Tenun Ikat dan Parade Pesona Kebangsaan 2017 menjadi sarana untuk mempromosikan potensi pariwisata serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTT, khususnya ke Pulau Sumba maupun Kabupaten Ende, selain sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan keunikan warisan budaya nenek moyang berupa tenung ikat.

“Parade Pesona Kebangsaan juga sebagai upaya melestarikan sekaligus mempromosikan Situs Sejarah Terpopuler Soekarno versi Anugerah Pesona Indonesia 2016,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Ia menjelaskan, portopolio bisnis pariwisata Indonesia bertumpu pada potensi budaya (culture) mempunyai porsi paling besar 60%, alam (nature) 35% dan manmade 5%. Potensi culture dikembangkan berupa wisata warisan budaya dan sejarah (heritage and pilgrim tourism) 20%; wisata belanja dan kuliner (culinary and shopping tourism) 45%; dan wisata kota dan desa (city and vilage tourism) 35%. Potensi alam (nature) dikembangkan dalam produk wisata bahari (marine tourism) 35%; wisata ekologi (eco tourism) 45%; dan wisata petualangan (adventure tourism) 20%, sedangkan buatan manusia man-made dikembangkan dalam wisata MICE (MICE and event tourism) 25%; wisata olahraga (sport tourism) 60%; dan obyek wisata yang terintergrasi (integrated area tourism) 15%.

Penyelenggaraan festival budaya ini, menurut Menpar Arief Yahya, bagian dari upaya memperkuat atraksi sebagai bagian penting dari unsur 3 A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas), “NTT merupakan destinasi kelas dunia karena memiliki ikon Komodo, Danau Kalimutu, dan Labuan Bajo yang ditetapkan sebagai destinasi prioritas dikembangkan sebagai Bali Baru,” katta Arief Yahya seraya mengharapkan agar penyelenggaraan event festival budaya tersebut terpogram dengan baik (tempat dan jadwal) ditetapkan dengan pasti karena akan membantu pada traveller untuk datang ke Sumba maupun Ende.

Sementara Gubernur Frans Lebu Raya mengatakan, pariwisata NTT bertumpu pada daya tarik alam (nature), budaya (culture) dan daya tarik wisata buatan (manmade), “Potensi ini terus dikembangkan dengan memperkuat unsur 3A untuk menarik kunjungan wisatawan. Tahun 2016 lalu kunjungan wisatawan ke NTT sebanyak 972.000 (832.000 wisnus dan 140.000 wisman) sebagian besar berkunjung ke Pulau Flores kemudian Pulau Timor, Alor, Sumba dan Rote Ndao,” kata Frans Lebu Raya.

Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Talu mengatakan, tenun Ikat Sumba dengan beragam corak dan varian warnanya yang khas dan unik telah mendunia sejak Abad 18 menjadi salah satu komoditi perdagangan Bangsa Eropa. “Dewasa ini tenun ikat Sumba semakin digemari oleh banyak kalangan (lokal, nasional, internasional) digunakan untuk berbagai kebutuhan fashion, interior, dekorasi, maupun asesoris. Tenun ikat motif Sumba sudah didaftarkan ke Unesco sebagai kekayaan milik Indonesia.

Oleh karena itu perlu dibangun kesadaran bagi masyarakat Sumba maupun masyarakat luas akan potensi, prospek serta upaya pelestarian dan pengembangan sehingga bukan saja menjadi nilai budaya, tetapi dapat menjadi nilai ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Markus Dairo Talu.

Festival Tenun Ikat Sumba 2017 akan diikuti sekitar 2.000 orang penenun dari empat kabupaten se-daratan Pulau Sumba yakni Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur. Para penenun ini akan memperagakan cara menenun dari memintal, mengikat benang, memberi warna hingga menentun menjadi kain tenun yang siap pakai.

Sementara itu Bupati Ende Marselinus Y W Petu mengatakan, dalam dua tahun terakhir Kabupaten Ende menyelenggarakan dua event pariwisata unggulan Parade Pesona Kebangsaan dan Sepekan Pesta Danau Kelimutu,” Kedua event ini layak untuk dipasarkan secara nasional dan Internasional,” kata Marselinus Y.W. Petu.

Penyelenggaraan Parade Pesona Kebangsaan yang akan diadakan pada 31 Mei – 1 Juni di Ende, menjadi agenda rutin tahunan berskala internasional dimaksudkan untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan serta meningkatkan semangat gotong royong sekaligus untuk memperkenalkan Kota Ende yang merupakan kota sejarah menjadi kota Pancasila, sedangkan penyelenggaraan Sepekan Pesta Danau Kelimutu dimaksudkan untuk mendorong percepatan pengembangan Kawasan Strategi Nasional (KSPN) Ende-Kelimutu dan sekitarnya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Cuisine

Tanjung Lesung, Sensasi Surga Tersembunyi di Banten

Menikmati sunset di Tanjung Lesung (Ist) Menikmati cantiknya matahari terbenam di sore hari dan melihat keindahan alam bawah laut tak melulu harus traveling mencari destinasi wisata lainnya sebab wisatawan bisa

Slideshow

Kepri Serius Kembangkan Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Rapat Koordinasi Pembangunan (Rakorbang) Provinsi Kepri (Ist) Kepri betul-betul istimewa di mata Menpar Arief Yahya. Bahkan, Senin, 3 April 2017, semua ‘panglima pariwisata’ dikerahkan ke Hotel

Destinations

Melihat GMT 2016 di Palembang

Ilustrasi logo Hotel Aryaduta Palembang (Ist) Hotel Aryaduta dinilai sebagai lokasi yang tepat untuk bisa mengamati gerhana matahari total (GMT) 2016 di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Hal tersebut mencuat selama

Slideshow

Jogja Fashion Rendezvous 2017, Ajang Menggabungkan Desainer Indonesia

JFR 2017 (Ist) Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2017 yang mengusung tema Sparkling rupanya menjadi ajang unjuk gigi 41 desainer Indonesia. Tak hanya itu, perhelatan JFR 2017 juga untuk memeringati ulang

Destinations

WPC Pastikan Ikut PATA Travel Mart 2017

PATA Travel Mart 2017 (Ist) Womanpreneur Community (WPC) memastikan ikut berpartisipasi dalam PATA Travel Mart 2017 di Makau. Adapun penyelenggaraan PATA Travel Travel Mart 2017 dimulai dari 13 hingga 15

Destinations

Joglosemar Siap Terima Delegasi IMF WB

Candi Borobudur ikon Joglosemar (Ist) Hasil survei identifikasi obyek-obyek wisata di Borobudur dan Greater Joglosemar yang akan ditawarkan kepada delegasi IMF World Bank (WB) pada Oktober 2017 menunjukkan kesiapan wilayah