Membangun Indonesia dengan Semangat Pancasila

WhatsApp Image 2017-10-01 at 17.15.12

Konferensi Studi Nasional (KSN) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang mengusung tema ‘Radikalisme dan Kesenjangan Sosial dalam Dimensi Pembangunan Nasional’, Sabtu, (30/9/2017) di aula hotel Clarion Makassar, Sulawesi Selatan (Ist)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menegaskan bahwa membangun Indonesia harus melalui semangat persatuan dalam bingkai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Hal tersebut dikatakan Menteri ESDM saat kegiatan Dialog Terbuka dalam acara Konferensi Studi Nasional (KSN) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang mengusung tema ‘Radikalisme dan Kesenjangan Sosial dalam Dimensi Pembangunan Nasional’, Sabtu, (30/9/2017) di aula hotel Clarion Makassar, Sulawesi Selatan.
Menurut Jonan, PMKRI tidak boleh merasa sebagai kaum minoritas di tengah perbedaan sebab membangun bangsa Indonesia semangatnya adalah Pancasila. Jonan juga mengajak semua angggota PMKRI agar bisa bersikap inklusif dalam melihat perbedaan yang ada di indonesia.
“PMKRI tidak boleh eksklusif dalam melihat perbedaan yang ada serta jangan merasa sebagai kaum minoritas,” ungkap Jonan dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini. Dalam sesi diskusi selama satu jam bersama peserta KSN PMKRI dari 33 cabang yang hadir, Jonan menjelaskan beberapa program yang sudah dijalankan maupun yang akan dijalankan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Sementara Ketua PP PMKRI Angelo Wake Kako pada kesempatan yang sama mengatakan, Forum KSN menjadi forum strategis bagi PMKRI untuk mengkaji permasalahan aktual bangsa, dan kali ini persoalan radikalisme dan kesenjangan sosial menjadi topik kajian PMKRI. 
Angelo menjelaskan bahwa dasar pijakan PMKRI mengusung tema Radikalisme dan Kesenjangan Sosial adalah menguatnya fundamentalisme, yakni Fundentalisme Pasar dan Fundamentalisme Agama dalam konteks kebangsaan saat Ini.  
Ketua PP PMKRI periode 2016 -2018 ini juga mengharapkan agar kiranya forum ilmiah KSN bisa menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategies guna perbaikan bangsa kedepan, serta PMKRI akan ikut terlibat secara nyata melalui aksi aksi nyata yang akan dijalankan di seluruh Indonesia. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

SightSeeing

Tata Ruang Pengaruhi Cirebon Menjadi Kota Destinasi Wisata

Yoseph Umarhadi (kanan) (Ist) Kota Cirebon, Jawa Barat harus segera berbenah diri mengingat Kota Sedulur Kabeh ini akan menjelma menjadi kota destinasi wisata dan perdagangan. Karenanya pengaturan tata ruang kota

Festival

Tidar Heritage Foundation Menutup 2017 Gelar Sedekah Bumi

Agung, koordinator THF (kiri) bersama Dalang Karto Wijaya, pimpinan Warisan Pusaka Jaya Group (Ist) Tidar Heritage Foundation (THF) menggelar pertunjukkan wayang kulit Betawi di depan pintu masuk Bekasi Power, Cikarang. Adapun

Hotel

Wisatawan Mancanegara Suka Traveling dengan Kereta Wisata

President Director PT KA Pariwisara Totok Suryono (kedua dari kanan) didampingi direksi lainnya dalam press conference kereta wisata kelas Priority (Ist) Wisatawan mancanegara (wisman) ternyata menyukai traveling selama mereka ada

Destinations

Miss Earth Indonesia 2017, Duta Lingkungan Hidup yang Ikut Promosikan Pariwisata Indonesia

Miss Earth Indonesia 2017 Michelle Victoria Alriani (Ist) Michelle Victoria Alriani resmi terpilih sebagai Miss Earth Indonesia 2017 pada malam puncak grand final Miss Earth Indonesia 2017. Keberhasilan Michelle, begitu

SightSeeing

Pentingnya Ground Handling dalam Pariwisata Indonesia

Presiden Direktur PT JAS Adji Gunawan (Ist) Pariwisata Indonesia sepertinya tak bisa dilepaskan dari peran ground handling. Namun, tak banyak yang tahu mengenai ground handling yang ternyata begitu nyata dalam

Travel Operator

PATA Travel Mart 2016 di ICE Majukan Pariwisata Banten

Nawang Wulan (Ist) Penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 pada September mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Banten diyakini akan memberikan dampak yang amat positif terhadap kemajuan pariwisata Banten. “Tentu