Membangun Infrastruktur demi Kemajuan Pariwisata Indonesia

Angkasa Pura 1

Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur yang dikelola PT Angkasa Pura I (Ist)

Potensi pariwisata Indonesia diakui memang tak kalah dengan yang dimiliki negara lain sehingga menarik minat wisatawan asing berkunjung ke beragam detinasi yang tersebar mulai dari kawasan timur Indonesia hingga ujung barat negeri ini.

Sehingga diperlukan infrastrukur sebagai penunjang kemajuan pariwisata Indonesia. Karenanya pemerintah pun terus melakukan peningkatan infrastruktur dalam menyambut wisatawan mancanegara yang datang ke negeri ini.

Tak hanya itu, manajemen PT Angkasa Pura (AP) I yang mengelola sejumlah bandar udara (bandara) di negeri ini pun diketahui terus meningkatkan infrastruktur guna peningkatan layanan yang diberikan terhadap wisatawan asing.

Demikian dikatakan M Asrori, Marketing and Business Development Director PT AP I dalam paparan workshop kepariwisataan dengan mengangkat tema ‘Gong 21: Menggapai Pariwisata Kelas Dunia Wonderful Indonesia Goes World Class’ di Jakarta belum lama ini.

“Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali adalah contoh bandara yang dikembangkan AP I dalam upaya ikut mendukung memajukan pariwisata Indonesia sebab Bali sampai saat ini masih menjadi favorit wisatawan asing yang datang ke Indonesia,” paparnya.

Asrori menjelaskan bahwa pihaknya serius mengembangkan infrastruktur di sejumlah bandara yang dikelola di AP I. Tak ketinggalan Kepala Dinas Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Guntur Sakti menuturkan bahwa pemerintah daerah mendukung upaya Menteri Pariwisata Arief Yahya memajukan pariwata Indonesia.

Guntur mengatakan bahwa Batam dan Bintan dan destinasi lainnya yang ada di Kepri terus dikembangkan sehingga akan menarik minat wisatawan asing datang ke sana.

Ia menjelaskan, saat ini turis dari Singapura dan Malaysia masih mendominasi kunjungan ke Kepri. “Kami tengah mengupayakan wisatawan asal Tiongkok juga tertarik ke Kepri,” ucap Guntur.

Sementara pada kesempatan yang sama, President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo mengungkapkan bahwa upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia perlu menggandeng wholesaler berskala internasional. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Cuisine

Kementerian Pariwisata Promosi Danau Toba di Yogyakarta

Pembukaan Table Top misi penjualan destinasi wisata prioritas Danau Toba di Yogyakarta Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar kegiatan misi penjualan destinasi pariwisata prioritas Danau Toba,

Heritage

Jakarta Layak Sejajar dengan Kota Besar di Dunia

Suasana welcome dinner AJTM 2018 Pemerintah provisi DKI Jakarta bersama ASITA Jakarta menyelenggarakan jamuan makan malam bagi peserta Asita Jakarta Travel Mart ( AJTM) 2018 dari berbagai daerah di Balaikota

Festival

Sinergi Menteri Pariwisata dengan Kepala Daerah Bangun 10 Destinasi Pariwisata Prioritas

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kanan) menandatangani komitmen dalam bentuk kesepakatan bersama Gubernur dan Menteri Pariwisata untuk 10 destinasi pariwisata prioritas (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya melakukan Rakornas bersama dengan

Slideshow

WKB Melestarikan Kuliner Indonesia

Kuliner khas WKB (Ist) Mendengar nama Tegal, Jawa Tengah identik dengan warung tegl (warteg). Dan, banyak warga setempat yang merantau ke sejumlah kota, termasuk Jakarta untuk membuka warung tegal (warteg)

Tour Package

CEO PATA Indonesia Chapter Suntik Semangat Mahasiswa STP Bandung

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo dan  Dwiesty Dyah Utami, Sekretaris Program Studi Industri Perjalanan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung foto bersama dengan mahasiswa STP Bandung Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung,

Nature

KEK Tanjung Lesung Masuk 10 Destinasi Wisata Fokus Pemerintah

Pemerintah akan fokus untuk menggenjot 10 destinasi pariwisata di Indonesia. Keputusan tersebut diambil usai rapat koordinasi beberapa menteri di Kantor Koordinator Kemaritiman. “Ada 222 lokasi yang akan dikembangkan. Tapi kita