Membangun Kerja Sama Segitiga Emas Peninggalan Warisan Budaya

candi borobudur 1

Wisatawan berkunjung ke Candi Borobudur (Ist)

Candi Borobudur sebagai World Cultural Heritage merupakan daya tarik sebagai destinasi wisata bagi siapapun, baik domestik maupun asing sehingga Yogyakarta secara tidak langsung diuntungkan secara strategis karena posisi jarak dengan Borobudur relatif dekat dengan akses transportasi yang lebih mudah kendati secara administratif Borobudur terletak di Jawa Tengah, bukan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Demikian dipaparkan Achmad Charris Zubair, Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta ketika dihubungi patainanews.com akhir pekan lalu.

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata memanfaatkan ikon terbesar di kawasan Joglosemar, Jogja (Yogyakarta), Solo dan Semarang, yakni Candi Borobudur lantaran tiga daerah itu dianggap mempunyai potensi besar untuk menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan bahwa disepakati namanya Joglosemar dengan ikon terbesar di Borobudur yang ada di Magelang. Sementara Kepala Dinas Pariwisata Jawa Tengah Prasetyo Ariwibowo mengungkapkan, sinergi Yogyakarta-Solo-Semarang tidak bisa lagi berdiri sendiri.

Ketiganya harus dikoordinasikan, tidak dengan saling bersaing. “Tapi harus bersinergi. Akses besar datang dari Jogja. Pak Menteri (Arief Yahya) sudah menyepakati,” ucapnya.

Menurut Charris, tentu ini tidak harus menjadikan cemburu bagi Jateng kalau misalnya wisatawan stay-nya di Yogyakarta karena bagaimanapun yang namanya wisatawan membutuhkan kenyamanan dan rasa aman serta enjoy.

“Membangun kerja sama segitiga emas peninggalan warisan budaya serta sejarah dan keunikan sosiokultural serta alam yang indah Yogya Solo Semarang tentu merupakan keputusan proaktif kreatif untuk mengajak wisatawan berkunjung. Karena memang segitiga emas itu memiliki potensi sebagai destinasi luar biasa,” papar Charris.

Menurutnya, karena multiplier effect dari pariwisata itu begitu luar biasa dalam hal penciptaan lapangan kerja dan muaranya pada kesejahteraan masyarakat, maka program ini harus digarap sungguh-sungguh dengan mengesampingkan ego daerah.

“Pada umumnya wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta selain mengunjungi peninggalan dan pemandangan di Yogyakarta tentu akan berminat mngunjungi Borobudur karena image-nya yang sudah sedemikian luas sebagai, baik world cultural heritage maupun salah satu keajaiban bangunan dunia,” tuturnya.

Tapi, lanjutnya tentu destinasi di segitiga emas itu harus lebih ditingkatkan dengan didukung fasilitas transportasi memadai, akomodasi yang nyaman, keramahan dan pelayanan, kuliner dan kesenian yang khas.

“Ada Keraton Yogyakarta, Pakualaman, Surakarta dan Mangkunegaran. Juga peninggalan sejarah lama seperti Prambanan, Kraton Boko, Mendut dan juga kawasan heritage Mataram Kotagede,” urainya.

Ia menjelaskan bahwa di kawasan segitiga emas Joglosemar sudah amat terkenal dengan pemandangan alam yang indah luar biasa. “Tidak ada lokasi yang memiliki potensi destinasi yang begitu lengkap seperti ini. Kawasan sarat sejarah, bangunan bersejarah, masyarakat dengan adat budaya yang khas, kuliner yang khas serta pemandangan yang menakjubkan. Semua itu akan menjadi destinasi yg memikat, tinggal kita syukuri dengan menjaga, meningkatkan dan promosi terus-menerus dan muaranya kesejahteraan kita bersama,” tutupnya. (Gabriel Bobby)

 



About author



You might also like

Slideshow

Wisman Tiongkok Paling Banyak ke Indonesia

Data wisman ke Indonesia (Ist) Berbagai upaya Menteri Pariwisata Arief Yahya berpromosi melalui skema DOT, matching antara destinasi, originasi dan timeline mulai terasa. Strategi marketing dengan pola BAS, branding, advertising,

Hotel

Asnawi Bahar Imbau Anggotanya Go Digital

Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun ASITA yang ke-46. Arief Yahya menerima tumpeng dari Ketua Umum ASITA Asnawi Bahar (Ist) Ada yang istimewa dari Ulang Tahun Association of The

Destinations

Promosi Pariwisata Indonesia Lewat Foto

Pemerintah bisa memanfaatkan foto-foto mengenai pariwisata dan budaya Indonesia hasil karya berbagai fotografer negeri ini untuk mempromosikan pariwisata Nusantara hingga ke mancanegara. Demikian disampaikan kurator buku Magnificent Indonesia Risman Marah

Airlines

Solo ‘Dijual’ di Thailand

Bus Tingkat Werkudara di Solo (Ist) Tampilnya Solo pada festival Bo Sang Umbrella Festival 2017 yang digelar di Chiang Mai, Thailand pada 20 hingga 22 Januari mendatang diharapkan mampu semakin

Festival

Segera ke Cirebon, Ada 10 yang Menarik di Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan Cirebon (Ist) Cirebon di Jawa Barat memang punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan, termasuk turis asing. Destinasi yang tak terlalu jauh dari Jakarta dan Bandung ini memiliki beragam

Tourism

Hotel Santika Premiere ICE BSD City Semakin Siap Sambut PATA Travel Mart 2016

Sky Lounge 15 di Hotel Santika Premiere ICE BSD City (Ist) Hotel Santika Premiere ICE BSD City merupakan hotel berbintang 4 satu-satunya yang berada di area Indonesia Convention Exhibition (ICE)