Memotret Perempuan Sasak Menenun Subahnale

tenun-sasak-5

Ilustrasi tenun Subahnale (Ist)

Lantunan kalimat tasbih Subhanallah (Maha Suci Allah SWT) tak berhenti diucapkan dari mulut wanita suku Sasak di Desa Sekarara, Lombok, Nusa Tenggara Barat ketika melihat hasil menenun.

Ya, kalimat tasbih itu merupakan asal muasal kain tenun khas Lombok yang bernama tenun Subahnale. Adapun kain tenun khas Lombok yang bernama tenun Subahnale ini termasuk jenis usaha kecil dan menengah (UKM).

Menariknya pengulangan lafaz Subhanallah merupakan wujud emosional mereka ketika membuat tenun Subahnale. Pasalnya, kain itu memiliki tingkat kerumitan tinggi dan dikerjakan dengan cara manual menggunakan alat tenun tradisional. 

Kain Subahnale memiliki kekhasan sendiri ketimbang kain tenun lain. Kain itu memiliki motif segi enam, yang di dalam setiap motif tersebut, berisi berbagai corak, mulai dari bunga hingga bentuk abstrak. Motif yang terbangun di dalam tenun tersebut pun tidak dibuat sembarangan lantaran itu merupakan warisan yang diberikan leluhur suku Sasak sejak masa lalu.

Hal itulah yang juga menjadi nilai tambah bagi tenun Subahnale. Proses membuat kain Subahnale dilakukan dengan cara menyusun setiap helai benang secara horizontal. Jenis benang yang digunakan adalah benang katun.

Sementara pewarnaan benang masih menggunakan pewarna alami yang berasal dari tumbuhan. Waktu penggarapan setiap tenun Subahnale tidak bisa ditentukan. Namun pada umumnya, setiap helai kain itu dikerjakan paling cepat selama satu bulan.

Lamanya waktu penenunan itu dipengaruhi oleh tingkat kesulitan dari motif, serta ukuran setiap tenun. Ukuran kain tersebut sesuai dengan fungsinya, mulai dari untuk hiasan hingga untuk pakaian.

Bunga, seorang warga asli Desa Sekarara mengatakan, tenun Subahnale sangat bernilai bagi perempuan keturunan suku Sasak. Tenun itu merupakan mahar yang wajib diberi wanita kepada setiap pria yang meminangnya.

Karenanya setiap wanita Sasak diwajibkan untuk bisa membuat kain tersebut. “Kalau tidak bisa membuat kain Subahnale, belum bisa menikah. Harus bisa dulu,” ujarnya kepada wartawan di Desa Sekarara, Lombok, NTB beberapa waktu lalu.

Bunga menjelaskan, pembuatan tenun biasa dilakukan mulai pertengahan tahun hingga akhir tahun. Sebelumnya, para wanita Sasak membantu para pria bercocok tanam di ladang. Kebiasaan itu juga dilakukan nenek moyang suku Sasak, yang terus dipraktikkan hingga kini.

Ia menuturkan, tenun Subahnale merupakan salah satu sumber pendapatan para masyarakat Desa Sekarara. Bunga mengaku bisa memperoleh pemasukan sebesar Rp1 juta hingga Rp2 juta setiap bulan dari menjual tenun tersebut.

Namun, ia menjelaskan, tiap harga satu tenun tergantung dari ukuran dan kerumitan. Oleh karena itu, ia menyebut, harga satu helai tenun Subahnale bisa berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah. 

Profesi Langka

Di era kemajuan teknologi dan perkembangan pariwisata Indonesia, penenun di Desa Sekarara mulai berkurang. Para remaja keturunan Sasak kini lebih memilih bekerja di sektor pariwisata atau pergi ke ibu kota.

Bunga menuturkan, putrinya juga merupakan salah satu yang merasakan kemajuan pariwisata di Lombok. Ia pun memberi izin putrinya untuk bersekolah di Sekolah Menegah Kejuruan Perhotelan yang ada di Lombok.

Bunga berharap sang anak bisa mendapat kesejahteraan ekonomi dengan kedepannya tak menutup bisa kerja di hotel, tak hanya sekadar mengandalkan tenun atau hasil tanam. “Kalau disekolahkan ke SMK Perhotelan bisa kerja di hotel. Di Lombok sekarang banyak hotel yang butuh pekerja,” ujarnya.

Hingga kini, penenun yang ada di Desa Sekarara hanya berjumlah puluhan. Padahal dahulu, setiap perempuan keturunan sasak wajib menjadi penenun untuk menjaga nilai budaya leluhur. Kendati demikian, ia yakin, kemajuan pariwisata di Lombok akan berdampak positif bagi kelestarian tenun Subahnale.

Menurutnya, perkembangan pariwisata akan mendongkrak perhatian pemerintah untuk menjaga aset budaya tersebut. “Wisatawan asing juga suka dengan tenun khas Lombok ini,” ucapnya.

Garap Kuliner Khas Indonesia

Sementara Irma Sustika, seorang entrepreneur perempuan Indonesia tengah mengupayakan karya wanita Indonesia bisa menjadi pilihan ikon untuk oleh-oleh terbaik khas Nusantara. Dalam media sosial, facebook yang dilihat patainanews.com, Minggu (11/9/2016), Irma menulis, ” Teman-teman… bantu vote produk produk alumni inkubator bisnis womampreneur community dibawah ini menjadi ikon oleh-oleh terbaik di wilayah masing masing, ya”.

Irma menuturkan, industri yang tidak ada matinya itu pariwisata! Selama masih ada manusia di bumi ini, selama itu juga industri ini tetap ada. Dan, lanjutnya, dimana pariwisata bergerak, disitu juga seharusnya produk lokal karya usaha kecil tumbuh.

Menurutnya, karena pariwisata dan produk UKM itu saling melengkapi di mana pariwisata daerah bertumbuh, di situ juga UKM bergerak menggerakan ekonomi masyarakat setempat. “Itulah kenapa saya sering menyampaikan ke sahabat-sahabat womanpreneur community sebagai pelaku UKM perempuan. Jadikan produk Anda ngangenin wisatawan,” paparnya.

Irman juga menulis, “Lapis borneo tarakan kaltara, potensi master oleh-oleh terbaik tarakan, Kaltara http://masteroleholeh.com/gallery/tuwocisomo/fb. TAMARIND CAKE / Cake asam jawa, potensi master oleh oleh terbaik Semarang. http://masteroleholeh.com/gallery. Klapertart durian potensi master oleh oleh terbaik Jawa Timur. http://masteroleholeh.com/gallery “. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

World Heritage

Sinergi Kemenpar, AP I, AP II, AirNav Indonesia Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Foto bersama (Ist) Kementerian Pariwisata bersama PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II dan AirNav Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia serta

Culture

Whitesky Aviation Luncurkan Helicity untuk Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan CEO PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja (Ist) Menjawab kebutuhan perkembangan transportasi yang kian pesat, PT Whitesky Aviation meluncurkan Helicity (Helicopter

Destinations

PATA Travel Mart 2016 Resmi di ICE

PATA Travel Mart 2016 (Ist) PATA menyatakan secara resmi penyelenggaraan PATA Travel 2016 di Indonesia pada September mendatang akan digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) yang terletak di BSD City,

Tour Package

9 Maret Libur Nasional, GMT 2016 Bakal Meriah

Jadwal GMT 2016 (Ist) Fenomena alam langka, gerhana matahari total (GMT) 2016 yang akan melewati Indonesia pada 9 Maret mendatang diperkirakan bakal tambah meriah lantaran pada hari itu sudah ditetapkan

Slideshow

Takalar Optimistis Pariwisata Maju

Direktur Marketing dan Business Development PATA Indonesia Chapter Agus H Canny (ketiga dari kiri) bersama tim dari Pemkab Takalar (Ist) Pemerintah kabupaten Takalar optimistis pariwisata di kabupaten yang terletak di

Slideshow

DPR Dukung MesaStila Challenge & Ultra 2015

Ridwan Hisjam jadi narasumber di Pendopo Kabupaten Malang Komisi X DPR mendukung penyelenggaraan lomba lari MesaStila Challenge & Ultra 2015 yang memunyai potensi wisata untuk mendatangkan wisatawan asing ke Indonesia