Memperkuat Peran SDM Kemaritiman Membangun Wisata Bahari Indonesia

kelapa 2 ke-2

Kepulauan Seribu, salah satu wisata bahari di Indonesia (Ist)

Presiden Jokowi sudah memulai dengan konsep Tol Laut sebagai solusi untuk mengatasi persoalan konektivitas antarpulau di Indonesia. Jokowi memaparkan bahwa keberhasilan nenek moyang bangsa Indonesia yang didapat karena berhasil memanfaatkan potensi yang ada di lautan.

“Mengambil kearifan leluhur kita, saya melihat laut sebagai peluang, bukan sebagai hambatan. Maka itu kita menggagas tol laut,” demikan Presiden Jokowi dalam video YouTube yang diunggah pada 19 Februari 2017. Tak hanya Tol Laut, Jokowi juga memasang target bisa mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia hingga 2019 mendatang dan pariwisata disebut menjadi leading sector pembangunan nasional.

Karenanya pemerintah pun juga menyiapkan wisata bahari sebagai andalan untuk menjaring wisman tertarik berkunjung ke negeri ini. Tentunya dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang cakap guna mendukung upaya pemerintah merealisasikan target Presiden Jokowi dan penegasan pariwisata sebagai sektor andalan yang harus didukung semua sektor lain, termasuk yang terkait langsung terutama infrastruktur dan transportasi.

Menariknya wisata bahari di Tanah Air diperkirakan bakal didukung SDM yang mumpuni mengenai pariwisata dan kemaritiman. Program-program pendidikan dan pelatihan dalam dunia maritim ditawarkan melalui jalur formal dan non formal.

Informasi yang dikumpulkam patainanews.com, jalur formal terdapat pada 178 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bawah wewenang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), 25 pendidikan tinggi (PT) di bawah wewenang Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dan empat pendidikan tinggi terkait dengan Kemeterian Perhubungan (Kemenhub).

Selain jalur formal, Kemenhub juga mengoperasikan jalur non formal yang menyediakan pelatihan yang mengarah pada pemberian sertifikasi dan re-sertifikasi mengingat sertifikasi memiliki masa berlaku. Sementara Kementerian Pariwisaita memiliki Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, dan Politeknik Pariwisata Negeri (Poltekpar) Palembang.

Adapun wisata bahari tersebar di Nusantara. Sebut saja Tanjung Lesung, Banten yang termasuk dalam 10 Bali baru, 10 destinasi wisata prioritas yang dipromosikan pemerintah hingga ke mancanegara, dan Raja Ampat di Papua sehingga SDM yang ada bisa disebut lengkap karena sinergi antara SDM yang memahami kemaritiman dan SDM pariwisata.

Wisata bahari negeri ini rupanya diminati turis asing sebab banyak di Indonesia spot untuk diving dan snorkeling.  Sebagai upaya mendukung pertumbuhan pariwisata nasional, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut memberikan keringanan tarif jasa kepelabuhanan untuk kapal yacht, super yacht, dan kapal cruise.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut A Tonny Budiono menyebutkan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang mendatangkan devisa untuk negara sehingga harus didukung oleh semua pihak termasuk Kementerian Perhubungan dalam hal kemudahan sarana dan prasarana transportasi khususnya transportasi laut.

Dirjen Tonny menyebutkan bahwa keberadaan kapal-kapal wisata tentunya dapat mendukung dan meningkatkan sektor pariwisata Indonesia dan pihaknya telah mengeluarkan surat pemberian keringanan (discount reduksi) tarif jasa kepelabuhanan bagi kapal Yacht, Kapal Super Yacht dan Kapal Cruise No: PP 002/5/14/ DJPL-17 pada 24 Mei 2017 yang ditujukan kepada para Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I hingga Pelindo IV.

“Keringanan jasa kepelabuhanan dimaksud dilakukan untuk menarik kapal-kapal pesiar agar bersandar di Indonesia dan tentunya dapat bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan di negara tetangga khususnya negara ASEAN,” urai Tonny dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (11/7/2017).

Dirjen Tonny meminta kepada PT Pelindo I sampai Pelindo IV untuk memberikan keringanan tarif jasa kepelabuhanan terhadap kapal-kapal yacht, super yacht, dan cruise yang bersandar di pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo.

Pemberian keringanan itu, kata Tonny sesuai dengan Peraturan Menteri (PM) No. 6 Tahun 2013 tentang Jenis, Struktur, dan Golongan Tarif Jasa Kepelabuhanan bahwa pemberian keringanan (diskon/reduksi), tarif diferensiasi, tarif progresif, tarif reward, dan penalty diberikan oleh Badan Usaha Pelabuhan Secara Langsung.

Dengan demikian, Dirjen Tonny juga berharap agar kedepannya sektor pariwisata dapat terus berkembang pesat untuk menunjang perekonomian negara. Selanjutnya Dirjen Tonny juga menegaskan agar kendati diberikan keringanan (discount reduksi) tarif jasa kepelabuhanan, keselamatan pelayaran juga harus diutamakan tanpa kompromi.

“Jadi disamping pemberian keringanan tarif jasa kepelabuhanan untuk kapal Yacht, Super Yacht dan Cruise, kami tetap mengingatkan agar keselamatan pelayaran untuk diutamakan tanpa kompromi. Saya meminta jajaran Ditjen Perhubungan Laut untuk bekerja profesional dan disiplin agar pelayanan kapal wisata di pelabuhan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tutup Tonny. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Culture

Promosi Wisata Bahari Undang Turis Asing ke Indonesia yang Sejahterakan Masyarakat Negeri

Wisatawan menikmati wisata bahari di Kepulauan Seribu (Ist) Indonesia dinilai sebagai pilihan tepat untuk tujuan wisata bahari lantaran negeri ini adalah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan

All About Indonesia

Panggung Budaya Lokal dan Internasional

Acara wisuda di President University (Ist) President University untuk ke-11 kalinya melakukan acara wisuda, dan tahun ini mengusung tema ‘Digital Technology on Jobs, Education, and the Future of Work’, Sabtu

Slideshow

Menariknya Candi Sukuh untuk Wisatawan

Indonesia selama ini dikenal memiliki kebudayaan dan peninggalan seni budaya yang beragam. Mulai dari seni bangunan, kriya, bahasa, norma kehidupan sosial, adat istiadat dan beragam seni budaya yang tak terhitung

Travel Operator

PATA Indonesia Chapter Transfer Ilmu Pariwisata untuk Mahasiswa STP Bandung

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo dan Ina Veronika Ketua Program Studi Bisnis  Perjalanan STP Bandung (Ist) Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwista (STP) Bandung mendapat kesempatan untuk menimba ilmu langsung dari

Cuisine

Jalan-Jalan ke Sumatera Utara Jangan Lupa Danau Toba

Danau Toba (Ist) Mulai hari ini, patainanews.com mencoba untuk mengulas 15 destinasi wisata favorit 2017 di Indonesia yang tersebar di Nusantara untuk panduan wisatawan. Adapun 15 destinasi wisata 2017 versi

Cuisine

‘Wonderful Indonesia’ Berjaya di ITB Berlin

Wonderful Indonesia berjaya di ITB Berlin (Ist) Internationale Tourismus Boerse (ITB) Berlin, Jerman dikenal sebagai pameran wisata terbesar di dunia. Di ajang promosi wisata bergengsi ini, Indonesia meraih gelar juara.