Memperkuat Pluralisme di Cap Go Meh 2018 Singkawang

WhatsApp Image 2018-03-02 at 22.07.34

Festival Cap Go Meh 2018 Singkawang (Ist)

Sukses besar diraih penyelenggaraan Festival Cap Go Meh 2018 Singkawang.

Klimaksnya dari aksi para Tatung, Jumat (2/3/2018). Mereka mampu membius para wisatawan dengan aksi ekstremnya dan keindahan tariannya. Parade ini pun menjadi penegas soliditas toleransi dan pluralisme Kota Seribu Kelenteng tersebut dalam event yang masuk Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) 2018.

“Harus diingat bahwa budaya dan tradisi bangsa Indonesia sangat beragam. Hal ini merupakan warisan yang penting dan harus dipertahankan. Perayaan Cap Go Meh Singkawang ini salah satunya yang wajib dilestarikan, ini juga bentuk keberagaman bangsa Indonesia,” ungkap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang hadir mewakili Presiden RI Jokowi.

Perayaan Cap Go Meh Singkawang tahun ini sangat spesial. Ada empat rekor MURI yang diraih. Selain gerbang Cap Go Meh terbesar, ada tiga kriteria terbanyak, yakni ada kriteria replika naga, lampion, dan Tatung. Rekor MURI ini pun menjadi penyedap parade 1.129 Tatung yang dimulai pukul 07.00 WIB.

Lukman Hakim juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini. “Kerukunan itu sumber kekuatan bangsa. Singkawang ini sangat potensial untuk menarik wisatawan lebih banyak,” ucapnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com.

“Penyelenggaraan tahun ini luar biasa. Kami juga sangat bahagia karena masyarakat merasakan imbasnya. Kota kami penuh, hotel kami ramai, destinasi wisata kami bergairah, dan kami akan menjadikan Singkawang menjadikan kota toleransi nomor satu di Indonesia,” tambah Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie dalam sambutan resminya.

Tjhai juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Kemenpar yang telah mendukung salah satu dari 100 CoE Kemenpar 2018 tersebut. Di panggung utama, terpampang jelas ucapan terima kasih dari masyarakat Singkawang untuk Kemenpar terhadap dukungannya.

Baliho besar itu persis di depan panggung utama tempat Menteri Agama beserta Istri dan Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrawi dan Istri menyaksikan acara puncak yang heboh tersebut. Untuk urusan atraksinya ? Benar-benar keren.

Beragam aksi luar biasa memang ditunjukkan para Tatung. Usai berkumpul di Balai Kota, mereka lalu menuju ke Jalan Diponegoro. Di sana mereka mengikuti prosesi upacara pembukaan. Prosesi ini sangat meriah dengan beragam tarian. Mulai dari nusantara sampai tarian Tionghoa.

Pembukaan dilakukan oleh Menteri Agama didampingi Menpora Imam Nahrawi. Usai dibuka oleh Menteri Agama, para Tatung pun langsung unjuk aksi. Menggunakan beragam jenis logam tajam, mereka pun unjuk kebolehan. Mulai dari menusukan besi ke pipi hingga berpose di atas parang tajam.

Aksi mereka dilakukan di atas tandu. Kerennya tidak ada luka atau tetesan darah dari tubuh para Tatung tersebut. Unsur mistik dengan dirasuki roh leluhur memang sangat kuat di sini. Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Sapto Haryono juga menyambut gembira acara puncak yang heboh.

Kata Sapto, rangkaian perayaan Cap Go Meh Singkawang merupakan simbol penghormatan pluralisme. Meski berbeda tapi menghargai satu sama lain. Pria yang juga pernah menjadi dosen beberapa akademi pariwisata itu mengatakan, acara ini merupakan kearifan lokal yang harus dilestarikan, sebagai daya tarik wisata.

Untuk itu, perlu mendapat dukungan semua pihak terkait, yakni unsur penthahelix.  Selain itu, imbuh Sapto, agar terkomunikasikan dengan baik semua sasaran dan target pariwisata, event harus melibatkan semua komponen masyarakat untuk menjadi agen promosi.

“Dan jangan lupa, untuk memanfaatkan media sosial sebagai wahana promosi karena promosi dengan cara ini low budget high impact. Disamping itu juga, pemerintah daerah perlu memperhatikan amenitas dengan memperbaiki kualitas destinasinya, dengan memperbanyak fasilitas yang dibutuhkan oleh wisatawan, misalkan standar toilet umum di tempat-tempat objek wisata dengan cara co-branding dengan industri tanpa menggunakan APBD,” kata Sapto.

Sapto juga berpendapat, Co-branding dengan industri juga harus dioptimalkan untuk penyelenggaran event-event melalui CSR-nya, itu yang perlu diperhatikan sejalan dengan nawa cita presiden, dimana kedepannya akan menjadi core bisnis di tanah air. 

“Dan berhasil atau tidaknya nawa cita presiden dan target pariwisata itu butuh kesungguhan kabupaten kota, dalam hal ini komitmen kepala daerah yang punya destinasi di kabupaten atau kota. Kami di pusat hanya menjadi fasilitator saja untuk mendukung kesuksesan pariwisata,” beber Sapto. 

Dalam acara puncak tersebut menjadi event yang ditunggu, wisatawan memadati di sepanjang rute parade Tatung ini. Tua, muda hingga anak-anak pun membaur menjadi satu. Meski berdesak-desakan, mereka tetap aktif memainkan kamera handphone-nya.

Memotret peserta parade hingga aneka aksi selfie. Selain Diponegoro, parade ini melewati kawasan Sejahtera, Budi Utomo, Salam Diman, Setia Budi, Niaga juga Pai Bakir. “Perayaan event ini juga memiliki keunikan luar biasa dan setiap tahun harus ada inovasi dan harus terus ada yang baru,” saran Sapto.

Untuk menjadi seorang Tatung tidak harus berusia dewasa. Anak-anak pun jadi. Festival Cap Go Meh tahun ini memberikan kesegaran dengan Tatung anak-anak. Meski muda, namun aksi mereka layaknya Tatung dewasa. Hanya saja, mereka ini belum diijinkan memainkan benda tajam.

Sementara Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana mengatakan, festival ini milik semua kalangan. “Secara penyelenggaraan aksi Tatung dan Festival Cap Go Meh ini sangat meriah. Sukses besar. Event dikemas sangat rapi dengan beragam paket hiburan. Bukan hanya itu saja, Cap Go Meh ini memberikan inspirasi dengan beragam prestasinya,” jelas Pitana yang juga diamini Sapto.

Sukses digelar, Festival Cap Go Meh 2018 Singkawang pun mendapat dua jempol dari Menteri Pariwisata Arief Yahya. Sebab pariwisata mampu jadi bagian perekat persatuan bangsa. “Kami ucapkan selamat dan terima kasih kepada Singkawang atas penyelenggaraan festival ini. Inovasi untuk penyelenggaraan tahun depan beserta rekor-rekor MURI lainnya tetap dinanti, selain itu, event ini semakin mengkumandangkan bahwa walaupun kita berbeda, namun tetap satu jua,” pungkasnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Destinations

Ingin Tambah Cantik, Jangan Ragu ke Tanjung Lesung

Kolintang di acara seminar kecantikan di Menara Batavia, Jakarta (Ist) Semua perempuan tentunya ingin merasa lebih cantik lagi. Dan, semua perempuan bisa menjadi lebih cantik lagi jika jalan-jalan ke Tanjung

Slideshow

Awal Tahun, El John Mulai dengan Modelling Week 2018

  Moriska Momo, The Supermodel Indonesia 2017 memberikan pengarahan kepada para peserta The Supermodel Indonesia 2018 (Ist) Pembukaan EL JOHN Modelling Week 2018 digelar di Hotel Twin Plaza, Palmerah, Jakarta

Nature

Aceh Menuju The World’s Best Halal Cultural Destination 2016

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya memompa semangat para ‘CEO (Chief Executive Officer)’, pengambil kebijakan di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) di Hotel Hermes, Banda Aceh, Senin, 19

All About Indonesia

Kaya Destinasi Wisata Bahari, Pemerintah Perlu Perhatikan Keamanan Transportasi Laut

Destinasi wisata bahari di Indonesia (Ist) Regulasi transportasi laut dan udara sudah menggunakan mazhab internasional. Hampir semua aturan sudah dibuat oleh Kementerian Perhubungan. Bahkan, SPM pelayanan angkutan penumpang kapal laut

World Heritage

Pastikan Nonton Russia 2018 di Hotel Sofyan

Hotel Sofyan (Ist) Piala Dunia 2018 sudah di depan mata. Sofyan Hotel bekerja sama dengan Traveloka menghadirkan siaran langsung Piala Dunia. Tidak sekadar menonton siaran langsung bersama, para tamu bakal

Tour Package

25 Agustus, Pacu Jalur 2016 di Riau Dimulai

Ilustrasi Pacu Jalur (Ist) Sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Riau, baik kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, Pemerintah Provinsi Riau gencar mempromosikan event pariwisata unggulan daerah. Salah satu event