Mempertahankan Wastra Tradisional yang Diminati Wisatawan Mancanegara

Ella-1

Ella V Brizadly (Ist)

Kain tradisional asal negeri ini, batik memang semakin diminati masyarakat dunia. Namun, tak hanya batik yang merupakan wastra kebanggaan Indonesia lantaran masih ada lainnya, seperti tenun, songket, ulos, dan lurik.

Sebagai anak bangsa, Ella V Brizadly pun tertarik mempertahankan wastra tradisional warisan kebanggaan negeri ini dengan membangun PRibuMI…yang ternyata diminati wisatawan mancanegara yang tengah berkunjung ke Indonesia.

“Memang benar, produk-produk PRibuMI…tidak hanya saja diminati oleh customer dalam negeri. Banyak dari customer PRibuMI… juga berasal dari mancanegara. Lucunya karena PRibuMI…tidak pernah memasang iklan di media manapun hanya melakukan marketing digital melalui media sosial seperti website dan Fan Page, dan kebanyakan customer mengetahui tentang produk-produk PRibuMI…ya dari sana,” paparnya ketika dihubungi patainanews.com akhir pekan lalu.

Disamping itu, lanjutnya, karena kualitas produk nan prima serta service terhadap customer yang memuaskan membuat tingkat kepercayaan customer semakin meningkat dan mereka dengan senang hati untuk mengenalkan PRibuMI…dari mulut ke mulut.

“PRibuMI…sangat merasakan kekuatan word of mouth bagi brand awareness kami, dan ini merupakan bagian penting bagi sebuah industri fashion yang mempersembahkan produk-produk fashion berbasis budaya Indonesia,” tuturnya.

Ella menjelaskan bahwa banyak dari customer mancanegara sangat menyukai koleksi produk fashion PRibuMI…seperti tas, sepatu, dan small leather goods. Menurutnya, mereka sangat tertarik dengan aplikasi kain-kain tradisional Indonesia yang dikombinasikan dengan material kulit berkualitas tinggi dan kemudian diubah menjadi produk fashion berselera tinggi, bergaya modern, bernilai seni, dan tetap dengan cita rasa Indonesia.

“Ada unsur budaya didalam setiap produk PRibuMI…dan hal itulah yang mereka kagumi. Disamping itu craftsmanship setiap produk-produk PRibuMI…terjaga dengan kualiti kontrol. Ini salah satu bentuk nyata bahwa PRibuMI…tidak hanya saja menjalankan bisnis tetapi juga melestarikan dan memperkenalkan salah satu budaya bangsa yaitu kain-kain keelokan dari kain-kain tradisional. Menceritakan bahwa Indonesia tidak hanya saja memiliki batik tetapi banyak jenis kain tradisional seperti tenun, songket, ulos, lurik, dan lainnya,” paparnya. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

SightSeeing

Lagi, Promosi Pariwisata Indonesia di Rusia

KBRI Moskow bersama Direktorat Eropa III Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jumat (23/2/2018) menggelar rapat persiapan Festival Indonesia (F() ketiga di Moskow, Rusia pada 3 hingga 5 Agustus 2018 (Ist) KBRI

Culture

Festival Unik di Lembah Baliem

Indonesia memang kaya akan pesona, baik destinasi wisata dan keragaman budaya asli Nusantara yang membentang mulai dari ujung timur hingga barat negeri ini. Dan, Festival Budaya Lembah Baliem 2015 akan

Hotel

Trinity: The Nekad Traveler Promosikan Pariwisata Lampung

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali mendukung hasil karya anak bangsa. Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu mendorong film berjudul Trinity:

Festival

Presiden Jokowi Optimistis Target 20 Juta Wisman Tercapai

Presiden Jokowi (Foto: Agus Suparto/Tim Komunikasi Presiden) Presiden Jokowi tengah menanti matahari terbit di Dermaga Pantai Waiwo, Raja Ampat, Jumat, 1 Januari 2016. Ditemani wartawan yang mengikuti perjalanannya dari Jakarta,

All About Indonesia

Polygon Perkuat Posisi di Pasar Asia

Taipei International Cycle Show 2017 (Ist) Perubahan perekonomian global berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini dipengaruhi oleh gejolak politik, sosial budaya hingga teknologi. Pada akhirnya mendorong persaingan industri

Festival

Selamat HUT ke-8 Kereta Wisata

Selamat HUT ke-8 PT Kereta Api Pariwisata (Ist) Manajemen, staf dan redaksi patainanews.com mengucapkan selamat HUT ke-8 PT Kereta Api Pariwisata 8 September 2017. Tak bisa dipungkiri peran kereta wisata