Mempertahankan Arsitektur Nusantara Daya Tarik Wisman ke Indonesia

AY putih

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan penghargaan kepada para pemenang Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (25/10/2016).

Kegiatan sayembara yang diselenggarakan PT Propan Raya yang didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ini untuk membantu program pembangunan 100.000 homestay di 10 destinasi prioritas yang akan dimulai pada 2017 dalam upaya mewujudkan target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2019 mendatang.

Arief Yahya mengatakan, kegiatan sayembara ini sangat penting dalam upaya mengembalikan arsitektural tradisional yang khas dan saat ini sudah banyak yang hilang.

Padahal, karakter lokal tersebut akan membuat suatu kawasan memiliki identitas budaya yang akan menjadi atraksi tersendiri untuk memperkuat destinasi wisata.

“Desain homestay yang memiliki karakter lokal untuk memperkuat identitas budaya masyarakat di sekitar destinasi wisata ini belum lama ini saya presentasikan di markas UNWTO. Badan Pariwisata Dunia memberi perhatian serius terhadap upaya pelestarian kearifan lokal dalam mengembangkan pariwisata,” katanya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Rabu (26/10/2016).

Arief Yahya menjelaskan lebih jauh, Presiden Jokowi telah menetapkan pembangunan 10 destinasi prioritas sebagai ’10 Bali Baru’ dengan melibatkan peran serta masyarakat lokal dalam program desa wisata yang antara lain diwujudkan dalam usaha homestay yang pembangunannya akan dimulai tahun 2017 dan mencapai sebanyak 100.000 unit nanti tahun 2019.

Untuk mewujudkan rencana tersebut Kemenpar belum lama ini melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendukung skema pembiayaan oleh lembaga keuangan non-bank (perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun, pasar modal, dan sebagainya) untuk membiayai proyek-proyek pariwisata oleh pelaku usaha pariwisata, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, serta masyarakat (kelompok sadar wisata).

Pembangunan 10 destinasi prioritas, yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai tersebut, menurut Arief Yahya, diperkirakan membutuhkan dana investasi sekitar Rp200 triliun dimana 50% dilakukan pemerintah dan 50% oleh dunia usaha (swasta).

“Investasi yang dilakukan pemerintah akan difokuskan pada pengembangan infrastruktur dan fasilitas dasar, sedangkan untuk amenitas dan kelengkapannya diserahkan kepada swasta. Tahap awal adanya alokasi dana sebesar Rp10 triliun dari lembaga pembiayaan akan sangat membantu kepariwisataan,” kata Arief Yahya.

Antusiasme Arsitektur
Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara 2016 dengan hadiah total Rp1 miliar ini mendapat respons yang luar biasa dari berbagai arsitek di Indonesia.

Sejak diluncurkan pada Malam Arsitektur Nusantara Juli lalu hingga penutupan tercatat sebanyak 993 tim yang mendaftar melalui website http://arsitekturnusantara.propanraya.com.

Menurut Ketua Pokja Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata sekaligus ketua Panitia Sayembara Hiramsyah Sambudhy Thaib, karya yang terkumpul hingga batas akhir penyerahan 20 September 2016 menembus 728 buah.

“Antusias para desainer, arsitek, ahli gambar bentuk rumah dalam sayembara Desain Arsitektur Nusantara untuk rumah wisata (Homestay) benar-benar luar biasa. Sepanjang sejarah sayembara arsitektur di Indonesia, inilah yang terbanyak pesertanya,” tutur Hiramsyah Sambudhy Thaib.

PT Propan Raya sejak tahun 2013 secara konsisten mengadakan sayembara desain arsitektur nusantara bekerjasama dengan pemerintah serta mendukung pengembangan kota-kota kreatif di Indonesia.

“Kali ini kami dipercaya oleh Kemenpar untuk mengadakan kembali Sayembara Desain Arsitektur Nusantara untuk yang keempat kalinya dengan tema homestay,” kata Hendra Adidarma selaku Owner PT Propan Raya.

Menurut Pak Adi, demikian sapaan akrab Hendra Adidarma, Indonesia sangat kaya akan arsitektur tradisional yang beraneka ragam dan unik dari berbagai daerah di penjuru Nusantara yang mencerminkan kearifan budaya lokal dan beradaptasi dengan alam atau ramah lingkungan.

“Warisan budaya dan teknologi yang sudah ada tersebut, apabila dikembangkan dengan inovasi dan ide kreatif dapat melahirkan suatu karya arsitektur yang mengangkat bangsa Indonesia ke tingkat dunia,” tambahnya.

“Hingga saat ini, Propan bersama Pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan Sayembara Arsitektur Nusantara yang keempat kalinya sebagai ajang inspirasi, aspirasi dan apresiasi pada dunia Arsitektur khususnya Arsitektur Nusantara,” ungkap Yuwono Imanto selaku Direktur Propan Raya dan Panitia Pelaksana Sayembara.

Dari keempat Sayembara Arsitektur Nusantara, memang sayembara ini yang paling banyak antusiasnya. Hingga batas waktu penerimaan karya terdapat 728 karya yang masuk dari 439 tim dengan total anggota sebanyak 1279 orang, padahal dari segi waktu penyelenggaraan Sayembara Arsitektur Nusantara ini terbilang cukup singkat.

Dan dalam rangka menyambut pengumuman yang menegangkan, Propan menggelar kuis dengan menampilkan karya hasil sayembara via digital.

Hal ini tentunya selaras dengan misi Kemempar yang mengedepankan pariwisata Indonesia dengan Go Digital, salah satunya menggunakan sosial media, tambahnya.

Sebagai inisiator Sayembara Arsitektur Nusantara, Yuwono menyebutkan bahwa dari data karya sayembara tersebut di atas, maka sayembara Arsitektur Nusantara ini mendapatkan Piagam Penghargaan Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI) atas Rekor Sayembara Desain Arsitektur Rumah Wisata Nusantara dengan Karya Terbanyak.

Tentunya apresiasi yang setinggi tingginya perlu disampaikan kepada pihak penyelenggara Kemenpar, Propan Raya dan Bekraf, serta semua tim yang teriibat dan sudah bekerja keras hingga tercapainya penghargaan ini.

Terpisah, Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, terima kasih kepada pihak yang telah bekerjasama mengadakan perhelatan ini. Kata Triawan, arsitektur di bawah naungan Bekraf, maka Bekraf men-support sayembara ini agar para arsitek Indonesia jadi memikirkan karya desain yang berkarakter dengan kearifan lokal.

“Sehingga nantinya dapat membantu melestarikan arsitektur Nusantara, mengkinikan dan menduniakan arsitektur Nusantara menjadi kebanggaan bangsa kita, dan mendukung program Kementerian Pariwisata terkait dengan Homestay,” jelas Triawan.

Sebanyak 30 finalis dalam Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara 2016 akan mendapatkan hadiah total Rp1 miliar.

Untuk pemenang pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp50 juta, sedangkan pemenang kedua dan ketiga mendapatkan Rp25 juta. Karya para pemenang sayembara ini akan diikutsertakan dalam kegiatan roadshow ke instansi pemerintah terkait serta perbankan diantaranya BTN untuk pengimplementasian hasil sayembara ini yang akan dimulai pada 2017 mendatang. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Tour Package

Wisatawan Tertarik ke Pulau Bungin

Pulau Bungin (Ist) Pulau Bungin di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sering disebut sebagai pulau terpadat di dunia ternyata memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Daya tarik wisata di

Tourism

Forum Bisnis Cirebon

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat (batik kuning) dan President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo berpose bersama didampingi Ninik Irawan, Direktur PT Murni Wisata Mandiri (paling kiri) di Aston

Culture

BNI Ikut Promosikan Pariwisata Kota Tua

Gedung BNI di kawasan Kota Tua (Ist) Bank pelat merah, PT Bank Negara Indonesia (BNI) mengaku ikut serta mempromosikan destinasi wisata Kota Tua Jakarta sehingga wisatawan pun semakin tertarik berkunjung

Tour Package

Mengembangkan Destinasi Wisata Bahari Pantai Angsana, Mensejahterakan Masyarakat Desa Angsana

Wisatawan bisa snorkeling di Karang Anjir di kawasan Pantai Angsana untuk melihat terumbu karang dan biota laut lainnya (Ist) Destinasi wisata bahari Pantai Angsana di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan rupanya

All About Indonesia

Venue Pernikahan Berkonsep Intimate

Restoran Mandalika (Ist) Menikah merupakan salah satu hal sakral yang diinginkan setiap orang untuk terjadi sekali dalam seumur hidupnya dan tidak heran resepsi pernikahan menjadi agenda penting bagi para pengantin

Slideshow

Revolusi Mental melalui GERAKAN1000 Hadir di Kepulauan Seribu

GERAKAN1000 di Kepulauan Seribu (Ist) Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) sebagai suatu gerakan sosial bagi bangsa Indonesia bertekad mewujudkan tertanamnya nilai-nilai luhur keIndonesiaan sesuai tiga pilar Trisakti. Revolusi Mental adalah