Mempromosikan Desa Wisata Melalui Famtrip

WhatsApp Image 2018-03-17 at 14.00.19

Rapat sinkronisasi program famtrip di Gedung Sapta Pesona, Jakarta (Ist)

Tim Percepatan Wisata Desa dan Kota yang dibentuk Kementerian Pariwisata memunyai terobosan dalam mengangkat potensi desa wisata di Indonesia, sejumlah Famtrip (Familiarization Trip) Travel Agent maupun media asing yang rutin digelar Kementerian Pariwisata akan dibawa mengunjungi sejumlah desa wisata di Indonesia.

Ketua Tim Percepatan Wisata Desa dan Kota Vitria Ariani menjelaskan bahwa program famtrip ke desa wisata ini sebagai upaya mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke desa wisata di Indonesia. “Kami fokuskan di beberapa desa wisata yang sudah memiliki amenitas lengkap dan sudah siap menerima kunjungan wisman, seperti desa sekitar Danau Toba, Jawa Tengah, Bali, Sumatera Barat, Labuan bajo, great Jakarta dan lainnya,” ungkap Vitria Ariani saat rapat sinkronisasi program famtrip di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Vitria menambahkan, sejumlah desa wisata disekitaran daya tarik wisata utama di Indonesia perlu dipromosikan agar masyarakat desa ikut menikmati hasil dari pariwisata. “Jangan sampai masyarakat desa hanya jadi penonton ketika pariwisata di kawasannya maju dan berkembang. Terlebih nanti saat kunjungan wisman mencapai 20 juta, desa-desa wisata inilah sebagai penopangnya,” jelas wanita yang akrab disapa Bu Ria ini.

Ria mengaku telah mempersiapkan petanya, desa-desa wisata yang tersebar di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda-beda, nantinya akan disesuaikan dengan market wisatawan negara masing-masing. “Selain program famtrip ini, kami juga sudah menggelar beberapa program dalam upaya mengangkat desa wisata di Indonesia, seperti hard selling melalui web, pembuatan buku desa wisata, bimbingan ke masyarakat desa dan juga pelatihan SDM masyarakat desa,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Sementara Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana menjelaskan, kegiatan ini salah satu upaya untuk menggenjot kunjungan wisman sebesar 17 juta di tahun 2018 dan 20 juta di 2019 mendatang. “Dengan jumlah wisatawan sebesar itu tentunya keberadaan desa wisata sangat penting, keberadaan homestay juga akan membantu ketersedian akomodasi wisatawan. Selain keunikan budaya dan alam di setiap desa yang menjadi daya tarik wisatawan,” ungkap I Gde Pitana.

Pitana mengaku promosi melalui famtrip ini jauh lebih murah dibandingkan berpromosi langsung di negara tujuannya, low budget high impact. “Efektifnya mereka melihat langsung produknya dan merasakan pengalaman (experience), ini hal penting dalam pariwisata,” ungkap Pitana.

Asisten Deputi Wisata Budaya Oneng Setya Harini menambahkan, pariwisata Indonesia bertumpu pada potensi budaya mendapat porsi paling besar yaitu 60 persen, potensi alam sebesar 35 persen, dan diikuti dengan potensi buatan manusia yang mendapat porsi sebesar 5 persen.

“Sedemikian besar daya tarik budaya tersebut basisnya ada di pedesaan, masyarakat desa yang masih memegang teguh adat istiadat. Potensi ini yang akan kita kembangkan jadi daya tarik wisatawan, dan desa wisata menjadi panggungnya,” jelas Oneng.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun sangat antusias terkait hal ini, terlebih famtrip ini dalam upaya mengangkat perekonomian masyarakat desa. Hal ini tentunya sejalan dengan Nawa Cita Presiden Jokowi dalam membangun Indonesia dari pinggiran dalam hal ini desa wisata.

“Sebagian besar daya tarik wisata di Indonesia terletak di pedesaan, membangun dan memasarkan desa wisata menjadi hal mutlak. Masyarakat desa merupakan gerbang utama menjaga kelestariannya, tentunya dengan meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. Saya yakin dengan semangat Indonesia Incorporated pariwisata Indonesia akan maju,” pungkas Menpar Arief Yahya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

All About Indonesia

2017, Bersama Nabella Salon Semakin Percaya Diri

Promo Nabella Salon & Sulam hingga Juni 2017 (Ist) Sudah semakin dekat pergantian tahun. Dan, sebentar lagi masuk 2017. Nabella Salon & Sulam punya progam menarik untuk membuat masyarakat urban

SightSeeing

Solo ‘Dijual’ di Thailand

Bus Tingkat Werkudara di Solo (Ist) Tampilnya Solo pada festival Bo Sang Umbrella Festival 2017 yang digelar di Chiang Mai, Thailand pada 20 hingga 22 Januari mendatang diharapkan mampu semakin

Heritage

Pariwisata Andalan untuk Meningkatkan Perekonomian Nasional

ITO 2018 (Ist) Pengamat ekonomi Indonesia Faisal Basri berpendapat bahwa pariwisata Indonesia merupakan energi baru untuk meningkatkan ekonomi yang terus melambat. “Tourism di Indonesia merupakan energi baru untuk meningkatkan ekonomi

Culture

Bali is Safe to Visit

Selebriti Korea menikmati sajian menu khas Indonesia di de’ dapoer Sanur (Ist) Pasca erupsi Gunung Agung kawasan wisata Pulau Dewata mengalami jumlah penurunan wisatawan. Untuk mensiasati hal ini Bupati Badung,

Slideshow

Kereta Kencana Singa Barong, Daya Tarik di Keraton Kasepuhan Cirebon

Kereta Kencana Singa Barong Keraton Kasepuhan Cirebon menjadi daya tarik tersendiri bagi destinasi kota Cirebon, Jawa Barat. Kota Sedulur Kabeh ini benar-benar memanfaatkan Keraton Kasepuhan Cirebon untuk menarik minat wisatawan

All About Indonesia

Legalitas Mutlak untuk Anggota FPMDI

FPMDI buka puasa bersama (Ist) Media online yang tergabung di Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) menyadari pentingnya legalitas sehingga keberadaan FPMDI bisa semakin banyak mendapat pengakuan publik. Adanya legalitas