Menanti Cerita Rakyat yang Menyertai GMT

gmt di palembang

Acara GMT 2016 di Palembang (Ist)

Fenomena alam, gerhana matahari total (GMT) selama ini yang terjadi di Indonesia selalu tak bisa dilepaskan dengan cerita rakyat. Bagi masyarakat negeri ini, cerita rakyat ini muncul lantaran mitos mengenai sesuatu yang menyerupai sosok raksasa akan menelan matahari sehingga membuat alam pun menjadi gelap seperti malam hari.

Ya, GMT rupanya tak hanya dilihat dari perspektif ilmiah saja, seperti ilmuwan yang memantau GMT. Bahkan, dikabarkan NASA ikut memantau GMT langsung di Maba, Halmahera bersama dengan LAPAN.

Menariknya di Indonesia, dalam logika mitos yang sama, diyakini tetabuhan atau membunyikan perkakas musik bisa mengusirnya.

Mitos ini adalah wujud keteguhan manusia Indonesia untuk menjemput terang di tengah kegelapan karena fenomena alam.

Keteguhan itu diwujudkan oleh masyarakat Jawa dengan menabuh lesung dan kentongan secara spontan saat terjadi GMT. Kolaborasi tersebut menghasilkan pertunjukan perkusi yang dinamai gejog lesung.

Hal serupa juga dilakukan masyarakat Dayak yang ada di Kalimantan. Mereka biasa memukul gandang karampet atau kendang yang bermembran satu, gandang menca atau kendang dengan dua membran saat GMT.

Suara kendang berpadu dengan suling dan garantung atau gong, sakatakok atau kentongan, dan kenong, menjadi ritual yang sakral.

Tidak ketinggalan, masyarakat di Maluku Utara juga membuat kegaduhan saat gerhana tiba. Benda apa pun di dekat mereka dibunyikan senyaring mungkin untuk mengusir kegelapan dan mengharap terang datang kembali.

Tradisi-tradisi yang masih terpelihara ini nantinya akan ditemui pada GMT yang berlangsung di Indonesia pada 9 Maret mendatang. Dan, cerita rakyat ini diperkirakan akan menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun turis asing berkunjung ke 12 provinsi yang dilewati GMT 2016. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Cuisine

Wonderful Noon 2018, Perkuat Branding Pariwisata Lewat Media Sosial

Pegiat media sosial (Ist) Matahari belum sepenuhnya tenggelam, satu per satu tamu undangan datang menuju Pelabuhan Benoa, Bali. Dengan memakai kostum ala pelaut bernuansa putih, undangan yang mayoritas adalah pegiat

Cuisine

Kenapa Melancong ke Indonesia Timur Lebih Mahal?

Komodo di Pulau Komodo (Ist) Selama ini sudah bukan rahasia lagi, wisatawan harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal ketika memilih jalan-jalan ke Indonesia bagian timur. Sebut saja seperti ke Papua

Destinations

Tanjung Lesung Hadir di Grand Recruitment STP Bandung

Berita Foto: Tanjung Lesung yang termasuk 10 Bali baru ikut serta dalam Grand Recruitment XI The 11th International Tourism and Hospitality Grand Recruitment 2017 Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung pada 23

Nature

Kemenpar Gandeng Asosiasi Pariwisata Siaga Bantu Wisman

Wisatawan mancanegara di LIA (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya tanpa henti terus memantau perkembangan kondisi pelayanan dan pengantaran wisatawan mancanegara (wisman) keluar dari Pulau Lombok. Karenannya Menpar Arief telah

Slideshow

Asosiasi Wartawan Korea Kunjungi Pulau Dewata

Rombongan wartawan ke Bali (Ist) Presiden Asosiasi Wartawan Korea Jung Kyu Sung disertai sembilan orang wartawan Korea Selatan saat ini tengah berada di Pulau Dewata, Bali. Selama tujuh hari, 24

Heritage

Pariwisata Indonesia Dipromosikan dalam Forum Pertemuan Industri Penerbangan di Australia

Kementerian Pariwisata mempromosikan pariwisata Indonesia di Australia (Ist) Pariwisata Indonesia dipromosikan dalam forum yang mempertemukan para pelaku industri penerbangan dunia yakni World Routes 2019 di Adelaide Showground, Australia pada 21