Menanti Menteri Pariwisata Arief Yahya Mengembangkan Wisata Kopi Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya diapit CEO PATA Indonesia Chapter dan Direktur Marketing PATA Indonesia Chapter

Berharap adanya dukungan dari Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) dalam International Expo Coffee (Ist)

Peran pemerintah memang tak pernah bisa dilepaskan dalam pengembangan pariwisata Indonesia hingga ke mancanegara. Kendati demikian, pemerintah sepertinya tidak bisa berjalan sendiri sehingga diharapkan pemerintah mau mendukung apa yang dilakukan anak bangsa untuk mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.

Karenanya dukungan Menteri Pariwisata Arief Yahya tak bisa dipungkiri sangat berarti sehingga sangat dibutuhkan untuk pengembangan wisata kopi di Tanah Air dan mempromosikan kopi asal Nusantara di pasar internasional, termasuk bagi pelaku bisnis kopi Indonesia yang akan ikut dalam ajang International Expo Coffee di Doha, Qatar.

Ketua DPD Institut Lembang Sembilan (L9) Madrim Kusumah Andhini ketika dihubungi patainanews.com, Selasa (13/10/2015) menuturkan bahwa pihak KBRI di Doha telah mengundang dirinya untuk mengikuti International Expo Coffee di Doha pada bulan depan.

Madrim yang juga Brand Ambassador of Wallonia-Belgia menjelaskan bahwa Institut L9 dibentuk oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan teman-teman JK di kediaman Jusuf Kalla di Jalan Lembang No 9 Jakarta.

“Acara di Doha akan berlangsung mulai tanggal 5 November hingga 15 November 2015,” ucapnya. Ia berharap adanya dukungan dari Menteri Pariwisata untuk dirinya bisa sukses dalam ajang tersebut lantaran membawa nama Indonesia dalam kegiatan berkelas dunia.

“Ini juga peluang untuk mengangkat kopi Indonesia di dunia,” ujar Madrim yang juga CEO Kopi Luwak Ratu ini. Madrim, sapaan akrab perempuan berparas cantik ini, mengatakan bahwa kegiatan serupa juga akan diadakan di Dubai.

“Pergerakan saya selama ini ke beberapa negara, baik dengan pemerintah maupun inisiatif pribadi karena ingin membuka pasar yang lebih besar untuk produk-produk UKM dan juga untuk mempromosikan nama Indonesia di mata internasional agar lebih dikenal,” paparnya.

Sebelumnya Madrim juga meminta dukungan dari Arief Yahya bagi pelaku bisnis kopi di Indonesia yang giat memperkenalkan kopi Indonesia di pasar internasional agar wisata kopi di dalam negeri bisa berkembang sehingga menarik minat wisatawan asing semakin banyak berkunjung ke negeri ini.

“Menteri Pariwisata Arief Yahya perlu memberikan dukungan terhadap wisata kopi di Indonesia dengan memberikan perhatian kepada perkebunan kopi di Tanah Air,” katanya.

Madrim menuturkan, wisatawan asing, seperti dari Eropa tak hanya sebatas menikmati kopi asli Indonesia di negeri mereka masing-masing, namun wisatawan dari Benua Biru ini juga bisa berkunjung ke negeri ini agar bisa langsung menikmati kopi khas Nusantara.

Menurut Madrim, wisata kopi di Indonesia dalam bentuk paket wisata perlu ditingkatkan untuk menarik kunjungan wisatawan. Hal tersebut ditengarai potensi wisata kopi Indonesia yang besar.

“Wisata kopi di Indonesia sudah dilirik wisatawan, termasuk turis asing tapi perlu ditingkatkan lagi. Belum ada paket wisata yang khusus wisata kopi Indonesia,” ucapnya.

Adapun Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia dengan kebun kopi yang tersebar di penjuru Nusantara. Sebagai bagian anak negeri, Madrim diketahui tengah berjuang untuk mempopulerkan Indonesia di mata dunia.

Tak sia-sia lantaran dirinya kini dipercaya sebagai Brand Ambassador of Wallonia-Belgia, yakni Duta Perdagangan Indonesia-Belgia agar bisa membawa beragam produk asal Indonesia berani menembus pasar Eropa dan internasional, termasuk kopi khas negeri ini.

“Belgia itu menjadi ibu kota Uni Eropa. Jadi, peran Belgia kini semakin kuat sehingga Indonesia perlu juga masuk pasar Eropa,” katanya. Ia mencontohkan kopi asal Indonesia diminati masyarakat Eropa.

“Kini tergantung respons seberapa besar kesadaran kita menjadikan kopi khas Nusantara sebagai komoditi asal Indonesia,” ucapnya. Madrim menuturkan bahwa sudah saatnya menjual kopi khas Indonesia dalam bentuk jadi, bukan lagi biji kopi mentah.

Menikmati Kopi Indonesia

Indonesia diminati wisatawan asing tak hanya sebatas keindahan alam saja, namun kekayaan kuliner negeri ini juga membuat lidah warga dunia ingin terus mencoba yang khas Nusantara. Rupanya kopi luwak diminati di Eropa.

Menurut Madrim, nasi goreng, sate, dan kopi luwak begitu terkenal di luar negeri. Ia mengatakan bahwa sate, nasi goreng dan kopi luwak adalah ikon kuliner khas Indonesia.

CEO Kopi Luwak Ratu ini mengemukakan bahwa dirinya mulai tertarik memperkenalkan kopi asal Indonesia, khususnya kopi luwak sejak 2011 silam melalui Maroko yang dikenal sebagai pintu gerbang masuk ke Afrika dan Eropa.

Madrim sunda

Madrim Kusumah Andhini (Ist)

Ia menuturkan bahwa pada 2013 lalu ia kembali ke Maroko dengan dukungan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. “Kopi luwak asal Indonesia semakin dikenal di Eropa. Setelah masyarakat Eropa semakin banyak yang menyukai kopi luwak Indonesia, maka biasanya mereka akan bertanya dan mencari jenis kopi lain dari Indonesia. Jadi, mereka bisa saja berkunjung ke Indonesia untuk mencoba jenis kopi yang lain dari Indonesia itu,” paparnya.

Madrim berharap adanya dukungan yang besar dari pemerintah dalam berbagai hal sehingga kopi luwak asal Indonesia semakin dikenal di Eropa. “Tidak mudah memperjuangkan kopi luwak Indonesia sebagai bagian kuliner asal negeri ini yang semakin diminati di Eropa. Karenanya saya sadar perlu dukungan dari pemerintah agar kopi luwak semakin digemari di Eropa,” ucapnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Festival

Pemerintah Gelar Lomba GMT 2016

Ilustrasi GMT 2016 (Ist) Menyambut fenomena alam langka, Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 yang akan terjadi pada 9 Maret mendatang, maka pemerintah menggelar lomba GMT 2016. Adapun lomba tersebut untuk

Cuisine

Wisatawan Mancanegara Suka Traveling dengan Kereta Wisata

President Director PT KA Pariwisara Totok Suryono (kedua dari kanan) didampingi direksi lainnya dalam press conference kereta wisata kelas Priority (Ist) Wisatawan mancanegara (wisman) ternyata menyukai traveling selama mereka ada

SightSeeing

Lombok Harus Giat Jual Wisata Pulau Seribu Masjid

Pesona Lombok tak hanya sekadar alam yang indah. Destinasi wisata yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) juga memiliki daya tarik tersendiri yang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, baik dalam negeri

Investments

PT Pelindo III Jalin Kerja Sama Bisnis dengan Pertamina dan IBT

Kerja sama yang dilakukan Pelindo III (Ist) PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III melalui salah satu anak usahanya, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) atau BJTI Port melakukan kerja sama

Tour Package

Prospek Cerah Bisnis Wisata Kapal Pesiar Indonesia

Kapal pesiar sandar di Pelabuhan Benoa, Bali (Ist) Komitmen PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III dalam mendukung sektor pariwisata nasional menunjukkan prospek cerah. Ini ditunjukkan dengan tingginya arus kunjungan

Hotel

Kapal Pesiar ke Indonesia, Kesempatan Besar Promosikan Pariwisata Nusantara

Gifta Oktavia Rappe (Ist) Kunjungan kapal pesiar yang mengangkut rombongan turis asing ke Indonesia, termasuk ke Cirebon di Jawa Barat harus dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Demikian penjelasan Gifta Oktavia Rappe,