Menanti PESPARANI 2018 di Ambon

Pengurus LP3KN bertemu dengan Menteri AgamaLukman Hakim Saifuddin  beberapa waktu lalu (Ist)

Apa bentuk event nasional dari umat Katolik di Indonesia dalam dalam rangka membina kerukunan dan menunjukkan bahwa bangsa kita itu multikultural. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melontarkan pertanyaan itu tahun lalu saat menghadiri lomba paduan suara antara Perguruan Tinggi Agama Katolik Swasta (PTAKS) di Jakarta.

Hal yang sama juga pernah disampaikan oleh Suryadharma Ali, menteri agama periode 2009-2014. Suryadharma Ali tercetus pertanyaan senada. Dia terkesan menyaksikan tarian sambutan dengan budaya Karo dan tarian pembukaan dari budaya Dayak dalam acara PTKAS 2014.

Kedua pertanyaan itu tentunya hal yang wajar mengingat umat Islam di Indonesia memiliki kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sejak 1968 silam. Begitu pula dengan umat Protestan telah menggelar hajatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) sejak 1983 lalu.

Sebenarnya sejak lama telah muncul kerinduan umat Katolik untuk mengadakan kegiatan nasional yang terkait dengan pertanyaan kedua petinggi di kementerian agama tadi. Kerinduan itu mencapai puncaknya dengan dicetuskan Deklarasi Aru tahun 2014.

Deklarasi ini muncul saat Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) tingkat provinsi Maluku di Dobo, Kepulauan Aru, Maluku pada 26 hingga 30 Oktober 2014. Deklarasi itu menyatakan perlunya diadakan PESPARANI tingkat nasional.

Muliawan Margadana, Kepala Bidang Humas LP3KN menjelaskan, kegiatan di Ambon ini telah berlangsung dengan sukses dan membawa pengaruh positif bukan hanya bagi umat Katolik tapi juga masyarakat sekitar. “Kejadian ini seakan menjadi sebuah kenangan indah yang tak terlupakan untuk memotivasi masyarakat Indonesia yang multikultural agar hidup berdampingan dengan damai, seperti PESPARANI di Maluku itu,” paparnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (17/5/2018).

Ia memaparkan, sebagai bagian tidak terpisahkan dari masyarakat Indonesia, maka umat Katolik melalui PESPARANI ingin mempersembahkan karya terbaiknya dibidang seni dan sosial budaya bagi bangsa Indonesia dengan harapan memperkaya khazanah budaya, religi serta menumbuhkembangkan kerukunan dan persaudaraan diantara umat beragama dan masyarakat, terutama kaum muda agar akar nilai-nilai budaya bangsa tetap terjaga.

Menanggapi Deklarasi Aru, maka dibentuk Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (LP3K). Rencana ini semakin nyata dengan adanya payung hukum berupa Peraturan Menteri Agama No 35 Tahun 2016 yang dikeluarkan Menteri Agama Lukman Hakim dengan tugas untuk mengadakan PESPARANI secara rutin.

Di dalam LP3KN ada kerja sama antara tokoh awam, hirarki Gereja, dan pemerintah, serta berbagai pihak lainnya. dengan Adrianus Eliasta Meliala sebagai Ketua Umum. Sementara di tingkat daerah (provinsi, kabupaten, dan kota) dibentuk Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD).

PESPARANI merupakan suatu aktivitas seni budaya dan kegiatan kerohanian umat Katolik dalam bentuk pagelaran, lomba musik, dan nyanyian liturgi, dengan tujuan mengembangkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalam terhadap ibadah dan liturgi gerejani serta mendorong pengembangan seni budaya bernafaskan iman Katolik sebagai salah satu wujud kekayaan multikulturalisme bangsa Indonesia.

Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, LP3KN akan mengelar PESPARANI 2018 di Ambon, Maluku pada 26  Oktober hingga 2 November mendatang .Terlebih MTQ XXVI dan Pesparawi XI berlangsung sukses dan lancar di Ambon, Maluku pada 2015 silam hingga semakin menunjukkan keragaman dan kerukunan beragama serta pluralisme terjaga dengan baik.

Setelah PESPARANI 2018 di Ambon akan digelar setiap 3 tahun sekali. Pada Rapat Kerja Nasional LP3KN di Bali pada 10 hingga 14 Maret lalu, panitia pelaksana PESPARANI 2018 Ambon telah menyatakan kesiapannya. “Persiapan Provinsi Maluku sebagai tuan rumah PESPARANI tahun ini sudah 95 persen,” ungkap Zeth Sahuburu, Pelakana Tugas Gubernur Ambon yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana PESPARANI 2018.

PESPARANI 2018 di Ambon ini akan diikuti seluruh perwakilan umat Katolik dari 34 provinsi. Diperkirakan yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 8.000 orang. Para peserta dan undangan akan tinggal di rumah-rumah masyarakat Katolik dan non-Katolik hingga tercipta suasana toleransi dan persaudaran se Tanah Air yang merupakan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia.

Sementara mata lomba yang diadakan adalah 1) paduan suara dewasa campuran, 2) paduan suara dewasa pria, 3) paduan suara dewasa wanita, 4) paduan suara anak, 5) paduan suara gregorian dewasa, 6) paduan suara gregorian anak dan remaja.

Saat ini hampir semua provinsi telah melakukan persiapannya Untuk melakukan sosialisasi persiapan PESPARANI 2018, LP3KD Maluku bersama LP3KN akan mengadakan serangkaian audiensi Jumat, 18 Mei 2018. Dalam audiensi ini LP3KN akan langsung dipimpin Ketua Umum LP3KN Adrianus Meliala.

Sementara untuk Panitia Pelaksana PESPARANI dipimpin oleh Zeth Sahuburu diiringi dengan tokoh-tokoh lintas agama.

 



About author



You might also like

Destinations

DPR Dukung Digital Tourism

Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 didampingi Pjs Bupati Garut Koesmayadi Tatang Padmadinata dan Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah di Garut, Kamis (22/2/2018) (Ist) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Nature

Manfaatkan Diskon HUT Kereta Api Pariwisata

Promo HUT ke-8 PT Kereta Api Pariwisata (Ist)  Menyambut ulang tahun PT Kereta Api Pariwisata ke-8 pada 8 September mendatang, manajemen PT Kereta Api Pariwisata memberikan promo spesial untuk para

Cuisine

Tanjung Lesung akan Dicontoh Takalar

Festival Pesona Bahari Tanjung Lesung (Ist) Detinasi wisata di Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten dianggap bisa menjadi contoh yang tepat bagi pemerintah kabupaten Takalar yang ada di Sulawesi Selatan sebagai

Slideshow

2018, Kementerian Pariwisata Serius Garap Wisman

Deputi Pengembangan dan Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana (kanan) Kementerian Pariwisata pada tahun ini menerapkan sejumlah jurus untuk menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara untuk traveling ke Indonesia.    Hal itu

All About Indonesia

Tanjung Lesung Jadi Sponsor Pinky Promise

Film Pinky Promise (Ist) Film Pinky Promise bercerita tentang kehebatan perempuan dan kekuatan persahabatan dalam menghadapi kehidupan.  Film yang disutradarai Guntur Soeharjanto itu akan diputar di bioskop Indonesia mulai 13

Festival

UNIKOM Gandeng PATA Indonesia untuk Ketahui Potensi Pariwisata RI

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kanan) tengah berbincang dengan Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga (Ist) Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung, Riordan