Menatap Bisnis 2016 di Forum Bisnis Jawa Tengah

Christmas 2015-02-01-01

Tanjung Lesung (Ist)

Para pelaku dunia usaha nasional berkumpul di Semarang, Jawa Tengah untuk membahas peluang dan tantangan sektor industri di 2016 dalam seminar Forum Bisnis Jawa Tengah (FBJT) pada Kamis (17/12/2015).

Hadir dalam acara ini Aviliani, seorang pengamat ekonomi,  Ketua Umum GAPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan & Minuman Indonesia) Adhi S Lukman,  Ketua Asosiasi Tekstil Indonesia Ade Sudradjat dan Sekjen Persepatuan Indonesia Binsar Marpaung.

Acara ini dihadiri juga oleh jajaran pemerintah daerah Jawa Tengah, Ketua Umum KADIN Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono, dan Chairman Jababeka Group SD Darmono selaku inisiator forum.

Adapun  FBJT  mewakili seluruh pemangku kepentingan bisnis dan usaha kecil menengah dari seluruh sektor industri di provinsi Jawa Tengah.

Pembentukan FJBT sendiri bertujuan mengembangkan iklim usaha dan kerja sama antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan pelaku bisnis untuk pembangunan Jawa Tengah, serta mempercepat pertumbuhan investasi untuk mendukung pembangunan Jawa Tengah guna terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Visi FBJT sebagai ‘Agent of Development’ sektor Trade, Tourism & Investment (TTI) untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya provinsi Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya dengan misi menjadikan provinsi Jawa Tengah sebagai pelopor dan pusat pertumbuhan bisnis di Indonesia.

Seperti diketahui, Jawa Tengah memiliki skala ekonomi yang cukup besar. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tumbuh membaik pada triwulan III 2015.

Ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,07 (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,8% (yoy). Pada triwulan IV 2015 diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2015 yang diproyeksikan tumbuh 5,1% (yoy).

SD Darmono yang juga Chairman PATA Indonesia Chapter mengatakan, visi dan misi FBJT selaras dengan visi Jababeka Group mengembangkan 100 kota mandiri baru di Indonesia.

“Proyek 100 kota baru Jababeka menunjukkan bahwa Jababeka berani merambah daerah-daerah yang jarang dimasuki investor. Bagi kami, memasuki daerah-daerah yang minim investasi merupakan bagian dari upaya menyelesaikan problem kesenjangan sosial dan ekonomi di Indonesia. Melalui pembangunan industri dimana-mana dan menumbuhkan kota-kota baru, orang-orang Indonesia akan semakin terdidik, yang akan menciptakan kelas menengah yang lebih banyak dan kuat sehingga kita bisa menjadi negara super power,” tutur Darmono.

Ada tiga kunci utama dalam pembangunan sebuah kota baru, yaitu, pertama dengan terus melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis guna membangun dan mengembangkan inovasi konsep-konsep investasi baru yang sejalan dengan perkembangan teknologi terkini.

Kedua, menyediakan sumber daya manusia dan sarana fisik infrastruktur untuk mendukung pembangunan kota, dan ketiga terus melakukan kegiatan promosi secara pro aktif dan bekerja sama dengan perusahaan nasional dan multinasional.

Sebagai contoh pengembangan kota oleh Jababeka yang sudah berjalan adalah Tanjung Lesung. Menggunakan Kota Jababeka di Cikarang sebagai cetak biru, Jababeka mengembangkan integrated township di Tanjung Lesung untuk menyokong industri pariwisata.

Dengan membangun sarana kebutuhan pariwisata seperti halnya beberapa hotel, lapangan golf, marina, dan theme park, maka kebutuhan untuk membangun industri lainnya akan muncul. Oleh pemerintah pusat, Tanjung Lesung ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pariwisata.

Selain Tanjung Lesung, Jababeka bersama Sembcorp dari Singapura sedang mengembangkan wilayah Kendal di Jawa Tengah untuk menjadi kawasan industri.

Seperti diketahui, di tengah perlambatan ekonomi global, pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Perindustrian optimistis sektor industri di Indonesia tahun depan masih akan terus tumbuh.

Menteri Perindustrian Saleh Husin pun berani menargetkan pertumbuhan industri 2016  5,7 persen  di atas pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5,3 persen. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

 



About author



You might also like

Heritage

Kawasan Nusa Dua Jadi Contoh Membangun 10 Bali Baru

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) 10 Bali Baru yang merupakan 10 destinasi pariwisata prioritas tengah dikembangkan pemerintah. Kawasan Nusa Dua, Bali yang telah populer itu menjadi contoh untuk mengembangkan Bali

Slideshow

Mau ke Mana Weekend? Yuk, ke Takalar

Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin (kiri) dan President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo di Hotel Sultan, Jakarta  Indonesia dikenal kaya akan beragam potensi wisata yang tersebar mulai dari kawasan timur Indonesia

Culture

Pemuteran Bali Raih Posisi 7 Terbaik Asia 2016 Lonely Planet

Wisata bahari di Pemuteran, Bali (Ist) Pengakuan dunia tentang keindahan pariwisata Indonesia seperti tak ada habisnya. Bali, Labuan Bajo, Raja Ampat, Nihiwatu Sumba dan Pulau Nikoi Bintan sudah sukses dengan

World Heritage

Melepas Penat di Bandung, Menginap di Green Forest Resort

Wedding Chapel di Green Forest (Ist) Masyarakat urban yang menetap di kota-kota besar, seperti Jakarta seakan tak bisa lepas dari rutinitas sehari-hari. Tak salah jika pergi berlibur ke beragam destinasi

Tourism

Irene Camelyn Sinaga yang Kepincut Pagar Alam

Irene Camelyn Sinaga (kemeja putih) (Ist) Setiap April itu identik dengan Hari Kartini. Dan, Kartini identik dengan kaum perempuan Indonesia, termasuk wanita negeri ini yang suka traveling di destinasi wisata

Hotel

Peserta Mancanegara Antusias Ikut International Musi Triboatton 2016

Sumatera Selatan siap sambut International Musi Triboatton 2016 dengan beragam lomba (Ist) Kegiatan sport tourism International Musi Triboatton 2016 bakal segera digelar. Ajang tahunan yang mempertandingkan olahraga dayung, yakni rafting,