Meneg BUMN dan KPK perlu bahas PT Nindya Karya

WhatsApp Image 2018-04-16 at 10.07.44

Tito Hananta Kusuma (Ist)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memblokir rekening PT Nindya Karya senilai Rp44 miliar dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dermaga di Pelabuhan bebas Sabang, Aceh. KPK sebelumnya telah menetapkan PT Nindya Karya (BUMN) sebagai Tersangka Korporasi kasus dugaan korupsi korporasi dalam pembangunan di kawasan Pelabuhan Sabang.

Menurut Tito Hananta Kusuma, Ketua Forum Advokat Spesialis Tipikor (www.pengacarakorupsi.com) Meneg BUMN perlu berdiskusi dengan KPK mengenai status PT Nindya Karya karena untuk kali pertama dalam sejarah, BUMN dinyatakan sebagai Tersangka Korporasi oleh KPK, hal ini bisa jadi akan berlanjut kepada BUMN lainnya yang mengerjakan proyek pemerintah yang rentan terhadap korupsi.

Tito diketahui memegang lebih dari 20 terdakwa di KPK. Adapun KPK perlu memberikan penjelasan kepada publik mengenai status PT Nindya Karya nantinya, apakah PT ini akan dibubarkan dan dilikuidasi. Tito melanjutkan analisanya, atau apakah PT Nindya Karya justru hanya akan diadili secara formalitas saja, jadi PT Nindya Karya diadili kemudian dihukum dijatuhi denda namun perusahaan masih berlanjut.

Kalau itu yang terjadi, terdapat kemungkinan untuk restukturisasi, jadi kalau misalnya PT Nindya Karya ini diadili dan divonis hukuman denda, kemudian namanya perusahaan diganti dengan nama baru dan perusahaan ini tetap eksis.

Hal-hal ini yang harus dibahas Meneg BUMN oleh KPK karena potensi resiko terjadinya BUMN yang dijadikan tersangka oleh KPK sangat besar dan menyangkut nasib ribuan pegawai BUMN. Seperti diketahui, Tito Hananta yang dikenal sering menangani kasus di KPK juga mengatakan bahwa perlu dibahas adanya asas Ne Bis In Idem dimana Tersangka Perseorangan seperti direksi atau manager sudah diadili terlebih dahulu namun yang terjadi sekarang adalah Korporasinya yang dinyatakan sebagai korporasi, apakah ini tidak melanggar asas Ne Bis In Idem?, dimana sudah ada perkara yang sama dengan proyek yang sama sudah diadili dan dan dihukum tapi kemudian Korporasinya juga diadili?.

KPK juga harus menjelaskan kepada publik apakah kedepan yang diadili itu hanya korporasinya saja atau orangnya juga.Publik perlu tahu apa yang menjadi visi dan misi KPK dalam menetapkan Tersangka Korporasi. “Meneg BUMN harus pro aktif berdiskusi dengan KPK dalam hal ini karena ini menyangkut nasib BUMN lainnya tutur Tito Hananta yang juga dikenal sebagai Dosen BINUS itu dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (16/4/2018). (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

SightSeeing

Putri Pariwisata Indonesia Harumkan Indonesia di Singapura

Lois (kiri) dan Astari (Ist) Putri Pariwisata Indonesia 2016 sekaligus Miss Tourism Cosmopolitan 2017/2018 Lois Merry Tangel dan Putri Pariwisata Indonesia 2017 Astari Vernideani akan bertugas bersama dalam kegiatan Singapore

Slideshow

Silaturahmi Pembentukan Dai Muda Betawi

Suasana silaturahmi Dai Betawi (Ist) Silaturahmi dan pembentukan Dai-Dai Muda Betawi, Kamis 5 juli 2018 di RM Bebek Dower Ragunan, Jakarta Selatan dihadiri sejumlah tokoh, yakni Ketua BAMUS DPD Jaksel

Nature

Rayakan Imlek di Hotel Neo Samadikun Cirebon

Promo menarik dari Hotel Neo Samadikun Cirebon (Ist) Imlek selama ini identik dengan budaya masyarakat Tionghoa. Dan, di Indonesia kebebasan merayakan Tahun Baru Imlek menjadi kenyataan dimulai di era Gus Dur.

Slideshow

El John Harumkan Nama Indonesia

El John Pageants (Ist) El John Pageants selama ini dikenal sebagai yayasan nonprofit yang memiliki banyak lisensi ajang kecantikan bertaraf dunia dan memberikan kesempatan untuk generasi muda, khususnya kaum Hawa

Airlines

21 Oktober, Sriwijaya Air Terbang ke Raja Ampat

Keinginan wisatawan Nusantara untuk mengunjungi tempat-tempat wisata berskala internasional di Papua akan semakin mudah. Pasalnya mulai 21 Oktober mendatang, Sriwijaya Air Group (Sriwijaya Air dan NAM Air) akan membuka rute

Heritage

Polygon Sinergi dengan Media Massa Kembangkan Sport Tourism di Indonesia

Pesepeda menggunakan sepeda Polygon (Ist) Komunitas dan media massa menjadi aset penting bagi perusahaan dalam bisnis apapun. Peran media massa dan komunitas tak bisa dipungkiri mampu mendukung setiap langkah strategis