Mengelola Destinasi Wisata Bahari Indonesia, Mengembalikan Kejayaan Bangsa Maritim

AY di ICE

Segera ikut PATA Travel Mart 2016 (Ist)

Negeri ini sudah lama dikenal sebagai bangsa maritim yang besar. Tak heran jika kemudian tercipta lagu legendaris berjudul ‘Nenek Moyangku Seorang Pelaut’ sehingga potensi wisata bahari Indonesia kini terus dipromosikan yang bisa membuat wisatawan asing semakin banyak yang berkunjung ke berbagai destinasi yang tersebar dari kawasan timur Indonesia hingga wilayah barat negeri ini.

Ya, semuanya ada di Nusantara. Komplet.  Tak bisa dipungkiri dimulai dari Presiden Jokowi. Gairah wisata bahari dimulai dari Presiden Jokowi ketika menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya setelah bersumpah sebagai Presiden Indonesia periode 2014-2019 di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 20 Oktober 2014 silam.

Ketika itu Pidato Presiden Jokowi antara lain menyinggung visinya dalam memperkuat kemaritiman Indonesia pada masa depan. “Kita telah lama memunggungi samudra, laut, selat, dan teluk. Maka, mulai hari ini, kita kembalikan kejayaan nenek moyang sebagai pelaut pemberani. Menghadapi badai dan gelombang di atas kapal bernama Republik Indonesia,” papar Jokowi.

Untuk sektor pariwisata, Presiden Jokowi memasang target bisa mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga 2019 mendatang.

Menariknya kini pariwisata menjadi leading sector pembangunan nasional. Karenanya pemerintah terus bekerja keras berupaya merealisasikan target Presiden Jokowi.

Destinasi wisata bahari Indonesia

Selama ini Indonesia dinilai sebagai pilihan tepat untuk tujuan wisata bahari lantaran negeri ini adalah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan salah satunya menjadi pusat dari coral triangle yang memiliki berbagai lokasi diving berpanorama indah dan unik.

Beragam destinasi yang tersebar di Nusantara mulai dari kawasan timur Indonesia hingga wilayah barat negeri ini dianggap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai negara untuk berlibur ke Indonesia.

Kebijakan bebas visa untuk 169 negara bagi turis asing yang akan berkunjung ke Indonesia diprediksi akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan asing ke negeri ini.

Begitu banyak destinasi wisata bahari di Nusantara yang diminati wisatawan, termasuk turis asing yang berkunjung ke Indonesia. Sebut saja Bali, Lombok di Nusa Tenggara Barat, Raja Ampat di kawasan timur Indonesia, dan Tanjung Lesung yang terletak di Banten serta Kepulauan Seribu.

Kabupaten Badung di Pulau Dewata merencanakan tahun depan menggelar Festival Bahari. Meski Bali sudah terkenal, pemerintah kabupaten Badung berencana menyelenggarakan Festival Bahari untuk kali pertama pada tahun depan.

Hal itu disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam launching Legian Beach Festival 2016 di Jakarta, Rabu (27/7/2016) lalu.

Ia menyatakan, konsep Festival Bahari di Kabupaten Badung akan memanfaatkan potensi wisata alam yang ada di Badung. Adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam Festival Bahari Kabupaten Badung antara lain kuliner laut,surfing, dan snorkeling.

“Wisatawan selain menikmati panorama juga bisa melakukan kegiatan itu (dalam Festival Bahari),” tambahnya. Selain kegiatan-kegiatan wisata, Bupati Badung juga menyebutkan akan melakukan penanaman terumbu karang dan pengembangan biota laut.

Tak ketinggalan Maumere di Nusa Tenggara Timur. Informasi yang diperoleh patainanews.com, pada bulan ini akan ada kegiatan underwater photo competition yang dibuat oleh pemerintah kabupaten Sikka.

Sektor wisata bahari Indonesia rupanya masih menjadi primadona bagi wisman sehingga wisata bahari menjadi salah satu produk unggulan yang akan dipasarkan dalam PATA Travel Mart 2016 yang akan diselenggarakan pada 7 hingga 9 September mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Banten.

“Benar, wisata bahari akan menjadi produk unggulan di PATA Travel Mart 2016,” ujar President/CEO PATA Chapter Indonesia Poernomo Siswoprasetijo di ICE, Rabu (27/7/2016).

Menariknya penjualan paket wisata bahari diperkirakan akan mendominasi pameran pariwisata PATA Travel Mart 2016 di ICE BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September mendatang lantaran tren wisata positif dari turis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

“Penjualan paket-paket wisata bahari akan diberi porsi lebih besar. Sekarang kelihatannya (tren) kelihatannya lebih ke pantai,” kata Chief Executive Officer (CEO) PATA Chapter Indonesia Poernomo Siswoprasetijo dalam jumpa pers PATA Travel Mart 2016 di ICE, BSD City, Banten, Rabu (27/7/2016).

Ia menjelaskan, PATA Chapter Indonesia melalui PATA Travel Mart siap menawarkan paket-paket wisata Tanjung Lesung, Ujung Kulon, Gunung Krakatau, Labuan Bajo, dan Morotai.

Selain itu, destinasi-destinasi wisata prioritas juga turut ditawarkan oleh PATA Chapter Indonesia. “Juga termasuk 10 destinasi bali baru yang dicanangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ini yang sedang tren dan kita kembangkan,” lanjutnya.

Adapun 10 destinasi unggulan yang diperkenalkan Menteri Pariwisata Arief Yahya, yakni Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Kepulauan Seribu DKI Jakarta, Tanjung Lesung Banten, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika Lombok Selatan NTB, Labuan Bajo-Komodo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara yang disebut sebagai 10 Bali Baru.

Ya, pameran industri pariwisata berskala internasional PATA Travel Mart 2016 akan diselenggarakan di Hall 5-6 Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang pada 7-9 September 2016.

Acara ini akan diikuti 1.000 delegasi industri pariwisata dari berbagai negara. “Tahun 2016 kurang lebih diikuti oleh 30 negara. Presentasi lebih besar 30 dari Asia utara termasuk Tiongkok, Taipei, Jepang, dan Korea Selatan, juga Nepal, Vietnam. PATA Travel Mart itu biasanya 400-500 seller dan buyer akan hadir,” ujarnya.

Sejahterakan masyarakat

Destinasi wisata bahari tak hanya Bali karena masih banyak destinasi wisata bahari lainnya di Indonesia yang tak kalah menarik, seperti Pantai Angsana di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. 

Menurut Said Umar Al Idrus, anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, wisatawan mancanegara (wisman) juga sudah banyak yang datang ke Pantai Angsana untuk menikmati potensi wisata bahari yang cantik di Kabupaten Tanah Bumbu ini.

“Selama ini turis asing dari Australia, Jepang, Tiongkok, dan Perancis tercatat sudah pernah berkunjung ke Pantai Angsana,” katanya kepada patainanews.com di Pantai Angsana, Minggu (10/7/2016).

Umar, begitu ia biasa disapa, bersyukur semakin banyak wisnus dan wisman yang berkunjung ke Pantai Angsana sehingga bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Angsana.

“Kini semakin banyak warga Desa Angsana yang menjadikan rumah tinggalnya sebagai tempat penginapan untuk wisatawan yang berkunjung ke Pantai Angsana,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, untuk urusan menjaga kebersihan Pantai Angsana secara otomatis melibatkan warga Desa Angsana. “Ada juga warga Desa Angsana yang menawarkan barang dagangan, seperti kuliner untuk wisatawan yang tengah menikmati libur mereka di Pantai Angsana,” urainya. 

Menariknya melalui destinasi wisata bahari Pantai Angsana, Umar mampu memberdayakan masyarakat lokal dalam menggarap potensi pariwisata daerahnya demi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga Desa Angsana.

“Tiket masuk ke Pantai Angsana sebagian masuk ke kas daerah Tanah Bumbu sebagai pendapatan asli daerah (PAD) Tanah Bumbu dan sebagian lagi masuk ke kas Desa Angsana untuk meningkatkan kesejahateraan masyarakat di Desa Angsana ,” katanya.

Ia menjelaskan, tiket masuk ke Pantai Angsana sebesar Rp5.000. “Rp3.000 masuk ke kas daerah sebagai PAD Kabupaten Tanah Bumbu, dan Rp2.000 masuk ke kas Desa Angsana,” ucapnya.

Umar mengatakan bahwa Rp2.000 dikembalikan lagi ke masyarakat Desa Angsana melalui kas Desa Angsana guna meningkatkan kesejahteraan warga Desa Angsana.

“Kenapa Rp2.000? Karena kita bergerak di bidang pariwisata dan kita ingin warga Desa Angsana bisa lebih baik lagi kehidupannya,” tuturnya.

Menurutnya, adanya Rp2.000 untuk masyarakat Desa Angsana, maka membuat warga Desa Angsana merasakan manfaat keberadaan potensi destinasi wisata bahari di Pantai Angsana.

“Kawasan Pantai Angsana menjadi kebanggaan masyarakat Desa Angsana untuk dikembangkan dan bisa mendatangkan wisatawan guna meningkatkan kesejahteraan warga Desa Angsana,” paparnya.

Umar mengatakan, menariknya kini Pantai Angsana menjadi aset bagi pemerintah daerah Tanah Bumbu untuk meningkatkan PAD Tanah Bumbu.

Umar melibatkan warga Desa Angsana untuk mengembangkan potensi wisata bahari Pantai Angsana untuk memajukan pariwisata di desa yang berada di pedalaman itu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Angsana.

Umar yang tokoh masyarakat Desa Angsana ini mengaku sejak 2005 silam ketika dirinya dipercaya menjadi Kepala Desa Angsana mengajak warga setempat untuk mengelola Pantai Angsana menjadi destinasi wisata bahari unggulan di Kalsel.

“Kami melibatkan masyarakat Desa Angsana secara aktif dalam berbagai upaya kreatif penyediaan jasa wisata guna mengangkat potensi wisata Pantai Angsana,” ujarnya.

Dan, lanjutnya, Pantai Angsana juga disebut sebagai destinasi wisata favorit di Kalsel. “Pantai Angsana kini terbuka untuk investor bersama masyarakat Desa Angsana membangun dan mengembangkan potensi wisata bahari Pantai Angsana,” urainya. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Heritage

Astindo Fair 2016 Bidik Rp150 Miliar

Astindo Fair 2016 (Ist) Pihak penyelenggara Astindo Fair 2016 menargetkan bisa mendatangkan sebanyak 100.000 pengunjung dan terjadi kenaikan transaksi penjualan di Jakarta sebesar 15 persen dibandingkan tahun 2015. “Untuk penyelenggaraan

Slideshow

Berebut Pasar Wisatawan Timur Tengah

Lombok sumbang dua gelar untuk Indonesia dalam World Halal Travel Awards 2015 (Ist) Wisatawan asal kawasan Timur Tengah (Timteng) rupanya diincar banyak negara, termasuk Indonesia lantaran mereka dikenal suka membelanjakan

Travel Operator

Jual Tiket ke Negeri Orang Pakai Rupiah

Pengusaha travel agent yang tergabung dalam ASTINDO dan ASITA mendukung pemberlakuan Peraturan BI No 17/3/2015 mengenai kewajiban penggunaan Rupiah di wilayah NKRI, termasuk penggunaan mata uang negeri ini dalam transaksi

Destinations

Sumsel Tawarkan Wisata Kuliner Terapung Sungai Musi

Kapal tradisional di Sungai Musi Warisan kuliner khas negeri ini memang beragam. Wisata kuliner asli Indonesia juga menjadi daya tarik bagi turis asing untuk berkunjung ke berbagai destinasi yang ada

Nature

Jelajah Tanahumba di Festival Advanture Indonesia 2016

Festival Adventure Indonesia 2016 (Ist) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali punya gawean besar. Untuk ketiga kalinya, Festival Adventure Indonesia 2016 bakal hadir di kancah pariwisata Indonesia. Kali ini akan menjelajahi

Hotel

FBC Dorong Pariwisata Cirebon Maju

Narasumber FBC berpose bersama (Ist)  Cirebon yang terletak di wilayah paling timur Jawa Barat ternyata memiliki banyak potensi wisata dan budaya yang bisa mendatangkan banyak wisatawan. Sebut saja Keraton Kasepuhan