Mengembangkan Destinasi Wisata Bahari Indonesia, Mengembalikan Kejayaan Bangsa Maritim

Pelindo III_Turis tiba di dermaga Pelabuhan Lembar

Turis asing di Pelabuhan Lembar, Lombok (Ist)

Negeri ini sudah lama dikenal sebagai bangsa maritim yang besar. Tak heran jika kemudian tercipta lagu legendaris berjudul ‘Nenek Moyangku Seorang Pelaut’ sehingga potensi wisata bahari Indonesia kini gencar dipromosikan yang bisa menjadi daya tarik tersendiri membuat wisatawan asing semakin banyak yang berkunjung ke berbagai destinasi yang tersebar dari kawasan timur Indonesia hingga wilayah barat negeri ini.

Ya, semuanya ada di Nusantara. Komplet. Dan, tak bisa dipungkiri dimulai dari Presiden Jokowi. Gairah wisata bahari dimulai dari Presiden Jokowi ketika menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya setelah bersumpah sebagai Presiden Indonesia periode 2014-2019 di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 20 Oktober 2014 silam.

Ketika itu Pidato Presiden Jokowi antara lain menyinggung visinya dalam memperkuat kemaritiman Indonesia pada masa depan. “Kita telah lama memunggungi samudra, laut, selat, dan teluk. Maka, mulai hari ini, kita kembalikan kejayaan nenek moyang sebagai pelaut pemberani. Menghadapi badai dan gelombang di atas kapal bernama Republik Indonesia,” papar Jokowi.

Untuk sektor pariwisata, Presiden Jokowi pun memasang target. Tak tanggung-tanggung bisa mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga 2019 mendatang.

Menariknya kini pariwisata menjadi leading sector pembangunan nasional. Karenanya pemerintah terus bekerja keras berupaya merealisasikan target Presiden Jokowi.

Bahkan, sinyal yang dilempar Presiden Jokowi bahwa pariwisata bakal menjadi ‘core business’ dan ‘backbone’ perekonomian negeri ini ke depan ternyata memompa spirit Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Karenanya manajemen PT Pelindo III tampak serius mengembangkan upaya Presiden Jokowi memajukan sektor maritim nasional.

Pelindo III diketahui turut serta mengembangkan wisata bahari nasional. Upaya yang dilakukan manajemen PT Pelindo III membangun marina di Pantai Boom di Banyuwangi, Jawa Timur rupanya sebagai bentuk ikut mendukung target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019 mendatang.

Manajemen PT Pelindo III menyatakan komitmen penuh untuk ikut mengembangkan wisata bahari di Tanah Air sebagai upaya mendukung upaya pemerintah yang tengah bekerja keras merealisasikan target Presiden Jokowi bisa mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019 mendatang.

“Tentunya dengan membangun banyak fasilitas pendukung wisata bahari, antara lain pelabuhan marina akan berdampak pada arus kunjungan wisatawan internasional, khususnya wisatawan dengan destinasi wisata bahari karena Indonesia sudah diakui dunia dengan keindahan wisata baharinya. Jadi, dengan adanya penyiapan fasilitas yang layak dan sesuai dengan standar internasional dan didukung dengan kebijakan pemerintah yang memberi kemudahan tentunya pencapaian 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019 akan terwujud,” tutur Prasetyo, President Director PT Pelindo Properti Indonesia ketika dihubungi patainanews.com beberapa waktu lalu.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Pelindo III yang membangun marina di Pantai Boom Banyuwangi.

“Bagus sekali. PT Pelindo III membangun marina di Pantai Boom Bayuwangi yang didukung oleh masyarakat dan Pemda Banyuwangi,” kata AY, sapaan akrab Arief Yahya saat dihubungi patainanews.com.

Menteri Pariwisata berharap marina di Pantai Boom ini akan menjadi destinasi wisata yang menarik, terutama bagi kapal wisata yacht yang berasal dari Australia.

Menurut AY, satu kapal wisata yacht umumnya pengeluarannya bisa mencapai US$100 ribu atau sekitar Rp1 miliar karena bisa berlayar selama tiga hingga empat bulan.

Tak hanya itu, sejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo III juga ramai dikunjungi kapal pesiar. Sebut saja Pelabuhan Lembar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Pelabuhan Benoa di Bali, dan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang.

Pelabuhan Benoa di Bali yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia III merupakan pelabuhan tujuan untuk wisata kapal pesiar yang utama di Indonesia, maka dengan ditetapkan pelabuhan Benoa menjadi hub port untuk cruise, pertumbuhan wisatawan pasti akan meningkat.

Kunjungan kapal pesiar di lingkungan kerja PT Pelabuhan Indonesia III hingga paruh tahun 2016 tercatat sebanyak 46 unit kapal pesiar dengan berat mencapat 2.721.597 Gross Tonnage (GT) yang membawa penumpang sekitar 55.586 turis mancanegara.

Berdasarkan data realisasi kunjungan kapal pesiar tersebut dalam beberapa tahun terakhir di pelabuhan-pelabuhan wilayah kerja Pelindo III menunjukkan tren positif.

Berdasarkan catatan, sepanjang tahun 2015 lalu tercatat sekurangnya sebanyak 130 kapal pesiar singgah melalui pelabuhan di wilayah kerja Pelindo III dengan membawa 128.574 turis mancanegara dengan berat kapal mencapai 6.798.284 Gross Tonnage (GT).

Edi Priyanto, Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III mengatakan bahwa dominasi kunjungan kapal pesiar tersebut masih terjadi pada tiga pelabuhan yang memiliki hinterland wisata favorit yaitu diantaranya Pelabuhan Benoa Bali, Pelabuhan Lembar NTB, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Tanjung Tembaga Probolinggo dan Tanjung Perak Surabaya. 

Hingga September 2016, tercatat setidaknya sebanyak 28 kapal pesiar telah masuk melalui Pelabuhan Benoa Bali dengan membawa sekitar 38 ribu turis mancanegara, 14 kapal pesiar di Pelabuhan Lembar NTB dengan membawa sekitar 20 ribu turis dan 10 unit kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan membawa 12 ribu turis.

“Pelindo III terus melakukan pengembangan pelabuhan berbasis wisata khussunya pada pelabuhan yang menjadi favorit kunjungan kapal pesiar, karena hal tersebutmerupakan komitmen dalam mendukung pemerintah untuk mengembangkan pariwisata Indonesia,” jelas Edi dalam siaran pers yang diterima patainanews.com.

Adapun Pelabuhan Benoa menjadi pintu masuk bagi wisatawan asing yang berlibur ke Bali dengan menggunakan kapal pesiar. Pelabuhan tersebut menjadi pusat kapal pesiar (turn around cruise port).

Artinya, para turis akan memulai perjalanannya dari Bali, kemudian ke sejumlah tujuan lainnya. Pelabuhan Benoa Bali terus dikembangkan, Pelindo III juga telah merencanakan akan menambah panjang dermaga untuk bersandarnya kapal pesiar agar mampu disandari oleh kapal-kapal pesiar yang berukuran besar dan dengan panjang diatas 300 meter.

Pengembangan terminal cruise juga dilakukan di Lombok NTB, operator terminal Pelindo III telah merencanakan pembangunan pelabuhan bagi kapal pesiar baru di Gilimas.

Perencanaan telah dilakukan dan perijinan telah dipenuhi, tahapan pembangunannya tinggal menunggu terbitnya Rencana Induk Pelabuhan (RIP) dari Kementrian Perhubungan.

Tak hanya Bali dan Lombok, Pelindo III juga mengembangkan Boom Marina Banyuwangi dengan mengemas menjadi kawasan marina yang terintegrasi agar semakin menarik untuk dikunjungi turis mancanegara.

Pada 2017 mendatang, agenda dua tahunan yang diikuti oleh puluhan kapal layar (yacht) yang tergabung dalam Fremantle Sailing Club di Australia Barat telah dijadwalkan untuk berlabuh kawasan Boom Marina Banyuwangi.

Kementerian Pariwisata telah menargetkan kedatangan kapal pesiar ke Indonesia hingga 400 kapal tahun 2016. Peraturan-peraturan pemerintah yang telah diterbitkan diharapkan dapat mempermudah kedatangan turis asing kapal pesiar, dua peraturan diantaranya adalahperaturan presiden tentang bebas visa 90 negara dan kemudahan masuknya kapal pesiar.

Demikian juga dengan adanya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 121 Tahun 2015 tentang Pemberian Kemudahan Bagi Wisatawan dengan Menggunakan Kapal Pesiar (cruise ship) Berbendera Asing, yakni kapal pesiar berbendera asing dapat mengangkut wisatawan di pelabuhan dalam negeri untuk berwisata. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Hotel

Lombok Bakal Punya Sirkuit F1

Pantai Kuta di Kawasan Mandalika, Lombok (Ist) Pernah nonton balap F1 di Monaco? Sirkuit yang juga menyuguhkan pemandangan indah seperti laut, bukit-bukit, bangunan heritage, ngebut di dalam kota, dengan desain

SightSeeing

Rhino Camp di Tanjung Lesung Sukses

Rhino Camp di Tanjung Lesung (Ist) Penyelenggaraan Rhino Camp yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Banten bekerja sama dengan Komunitas Explore Pandeglang sukses digelaer di destinasi wisata Tanjung Lesung. Adapun

Slideshow

Borobudur Jadi Centrum Events Pariwisata 2017

Candi Borobudur (Ist) Borobudur tak ingin tertinggal dari Banyuwangi, Solo, dan NTB dalam hal penyelenggaraan event dan festival. Memasuki bulan kedua 2017, destinasi yang sedang dikembangkan menjadi ’10 Bali Baru’

SightSeeing

Air Terjun Temam di LubukLinggau Diminati Wisman

Air Terjun Temam di LubukLinggau, Sumatera Selatan Sumatera Selatan rupanya menyimpan banyak potensi wisata yang diminati wisatawan mancanegara (wisman). Tak hanya Palembang lantaran di LubukLinggau ada wisata alam, yakni Air

Hotel

Pemerintah Sambut INACEB untuk Kembangkan MICE

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik dilantiknya Dewan Pengurus Indonesia Convention & Exhibition Bureau (INACEB) periode 2015-2020. Adapun INACEB akan menjadi mitra pemerintah dalam

SightSeeing

2016, Lombok Bangun Politeknik Pariwisata

LA Hadi Faishal (Ist) Lombok, Nusa Tenggara Barat akan segera membangun politeknik pariwisata mulai tahun depan. “Ini menandakan keseriusan Kementerian Pariwisata untuk menambah daya gedor pariwisata, khususnya dari sektor tenaga