Mengembangkan Kawasan Coral Triangle Jadi Destinasi Pariwisata Bahari

peta Indonesia

Indonesia (Ist)

Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) Regional Business Forum ke-4 yang diselenggarakan di Bali pada bulan lalu dan pada acara itu berkumpul para pengusaha untuk membahas Kawasan Coral Triangle sebagai Destinasi Pariwisata Bahari Dunia.

“Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah dari inisiatif ini. Laut, lingkungan, dan wisata saling terkait dan berhubungan, dan menjaga kesehatan perairannya adalah kewajiban kita. Setiap pemikiran yang terapkan, solusi yang kami hadirkan, dan tindakan yang kami ambil akan berkontribusi besar terhadap investasi jangka panjang pada generasi mendatang,” papar Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Asep Djembar yang mewakili Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya  Rizal Ramli pada sambutan pembukaan.

Adapun wisata bahari saat ini disebut sebagai salah satu industri terbesar di dunia menjadi sektor ekonomi yang berkembang sangat pesat. Sementara Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sudirman Saad mengatakan bahwa wisata bahari saat ini menjadi salah satu industri terbesar di dunia menjadi sektor ekonomi yang berkembang sangat pesat.

“Kita harus memperkuat kemitraan untuk memastikan kawasan Segitiga Karang dapat menjadi model dari pengelolaan berbasis ekosistem yang berkelanjutan,”katanya.

Forum tersebut mendorong para pelopor dari pelaku usaha, perwakilan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat dari 17 negara mendiskusikan perihal kebijakan, strategi dan solusi inovatif dalam mempromosikan pariwisata bahari yang berkelanjutan di kawasan Segitiga Karang (Coral Triangle) – pusat keragaman hayati laut di dunia.

Dalam forum ini terdapat tiga acara utama, yaitu Sustainable Marine Tourism Conference, the Coral Triangle Marine Tourism Investment Forum and B2B Meetings, dan the Coral Triangle Marine Tourism Expo.

Tahun lalu, lebih dari 1,1 miliar wisatawan asing menjelajah dunia dan pada 2030 mendatang dipekirakan akan meningkat hingga 1,8 miliar ditambah dengan lebih dari 5 miliar wisatawan domestik sehingga sektor pariwisata menciptakan lapangan kerja dan kesempatan ekonomi namun dapat pula memberikan dampak negatif pada lingkungan dan sosial bila tidak dikelola dengan baik.

“Keberlanjutan harus ditanamkan dan diarusutamakan pada segala bentuk‎ pariwisata,” ujar Luigi Cabrini, Chairman of Global Sustainable Tourism Council dan Advisor to the UNWTO.

Laporan Luigi memaparkan bahwa lebih dari 85 persen terumbu karang di kawasan Segitiga Karang secara langsung terancam oleh aktivitas manusia. Bahkan dalam laporan berjudul Reefs at Risk Revisited menunjukkan bahwa ancaman terbesar pada terumbu karang ada di negara-negara Segitiga Karang, yakni Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste dengan penangkapan berlebih, polusi perairan, dan pembangunan kawasan pesisir.

“Inisiatif Segitiga Karang terbentuk oleh komunitas regional dari enam negara untuk bekerjasama melalui kerangka kerja nyata dan memberikan wadah untuk tindakan nyata,” kata Widi A Pratikto, Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF.

Lebih lanjut dia mengatakan keberagaman latar belakang anggotanya mencerminkan keinginan yang kuat dari para pemangku kepentingan untuk dapat terlibat dalam membuat kontribusi yang bermakna dalam upaya bersama untuk mencapai sistem pengelolaan wisata bahari yang lebih baik dan berkelanjutan di kawasan Segitiga Karang.

Pendapat senada dengan Widi dilontarkan Direktur Eksekutif Coral Triangle Center Rili Djohani, salah satu penyelenggara forum tersebut mengatakan, wisata bahari di kawasan Segitiga Karang terus meningkat dalam dua tahun terakhir dan akan terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan pasar kelas menengah di Asia.

“Kita harus memastikan wisata bahari di kawasan Segitiga Karang tetap lestari dan menerapkan standar dan praktik terbaik dalam industri pariwisata agar ekosistem yang rentan atas segala aktivitas tersebut dapat terjaga hingga masa depan,” katanya.

Dia menambahkan, sejak pembetukan Forum Bisnis Regional CTI, ajang tersebut telah mendorong perusahaan perikanan, penjual hidangan laut, lembaga keuangan, serta operator perjalanan dan wisata di kawasan Segitiga Karang mengumumkan kepada publik langkah nyata untuk mengurangi dampak pada lingkungan laut dengan menerapkan praktik bisnis yang lebih bertanggungjawab.

Pihaknya berpendapat bahwa sektor swasta, pejabat pemerintah lokal, para pemimpin perempuan dan tokoh masyarakat harus bekerjasama untuk memastikan keberlanjutan dapat tercapai. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

 



About author



You might also like

Destinations

Yogyakarta Masuk 10 Besar Kota Murah Incaran Backpaking

Malioboro menjadi destinasi utama di Yogyakarta (Ist) Tidak semua wisatawan asing berkantung tebal. Ada juga mereka yang disebut backpacker. Dan, kota yang murah memang menggoda untuk didatangi backpacker. Dari seluruh

Nature

Kembangkan Taman Nasional Merauke untuk Menarik Turis Asing

Daya tarik Merauke di Bumi Cendrawasih memang tidak sedikit. Begitu banyak potensi wisata yang bisa digali sehingga mengundang minat wisatawan, baik dalam maupun luar negeri untuk datang ke Merauke menikmati

Nature

Sambut ASIAN GAMES 2018, Sumsel Gencar Promosi Pariwisata

Logo ASIAN GAMES 2018 (Ist) Pemerintah provinsi Sumatera Selatan tampak sangat serius untuk mendongkrak kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia, yang tentnnya ke Sumatera Selatan. Salah satu langkah yang dilakukan

Slideshow

Penghargaan Anugerah Indeks Daya Saing 10 Destinasi Prioritas Kepariwisataan Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (jas hitam) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan penghargaan Anugerah Indeks Daya Saing 10 Destinasi Prioritas Kepariwisataan Indonesia di Ballroom 3 C The Ritz Carlton Pacific

Nature

Menanti Candi Borobudur Menjadi Memory of The World

Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo (kedua dari kanan) (Ist) Candi Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah telah ditetapkan pemerintah sebagai ikon Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) yang termasuk dalam

Destinations

Karnaval Jalan Cantik dan Keren Nusantara 2016

Menteri Pariwisata Arief Yahya (batik) (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng Pemprov DKI Jakarta, Lions Clubs International, dan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menyelenggarakan Karnaval Jalan Cantik & Keren Nusantara 2016. Penyelenggaraan